Enam Jenis Vaksin Covid-19

Enam jenis vaksin covid-19

Pada 1 Juni 2021, WHO mengumumkan telah menyetujui vaksin Covid-19 jenis Sinovac untuk penggunaan darurat. Selain Sinovac, hingga saat ini WHO juga telah memberikan enam izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dan beberapa vaksin yang juga telah dipakai di Indonesia.

Ke enam jenis vaksin tersebut ialah: Sinopharm, Moderna, Johnson & Johnson, Pfizer / BioNTech, dan Astrazeneca untuk penggunaan darurat.

Berikut ulasan lengkap mengenai ke enam vaksin tersebut:

      1. Sinovac
        WHO merekomendasikan vaksin ini digunakan untuk usia 18 tahun ke atas, digunakan dalam jadwal dua dosis (antardosis berjarak 2-4 minggu).
        Hasil efikasi vaksin Sinovac menunjukkan bahwa vaksin dapat mencegah penyakit simtomatik pada 51% dari mereka yang divaksinasi, lalu mencegah Covid-19 yang parah dan rawat inap pada 100% dari populasi kejadian yang diteliti.
      2. Sinopharm
        Di Indonesia, vaksin ini dikenal dengan sebutan Vaksin Gotong Royong. Metode yang digunakan adalah inactivated vaccine atau teknik menyuntikkan virus yang sudah dimatikan dan dilemahkan ke dalam tubuh.
        Berdasarkan data interim uji coba fase ketiga, pada tahun lalu, vaksin Sinopharm diklaim memiliki efektivitas 79,34% dalam melawan paparan virus Covid-19.
      3. Moderna
        Vaksin Moderna dikembangkan dengan teknologi messenger RNA (mRNA), atau mRNA-1273. RNA bertujuan untuk meniru permukaan virus corona dan mengajari sistem imunitas tubuh untuk merekam virus dan menghasilkan kekebalan terhadap virus Covid-19 dengan angka efikasi 94,5%.
      4. Johnson & Johnson
        Johnson & Johnson mengklaim satu suntikan vaksinnya memilki kemanjuran 66%. Pernyataan itu berdasarkan dari uji coba skala besar yang mencakup tiga benua, di AS kemajuan vaksin mencapai 72%.
      5. Pfizer-BioNTech
        Vaksin buatan Pfizer dan BioNTech yaitu BNT162b2 diklaim 95% efektif. Namun, vaksin ini juga menunjukkan adanya efek samping pada relawannya. Beberapa orang dari total 43.500 relawan ini mengalami efek samping, seperti sakit kepala dan nyeri otot pada suntikan pertama. Vaksin ini harus disimpan di ruangan dingin dengan suhu di bawah 70 derajat Celcius.
      6. AstraZeneca
        Berdasarkan penelitian ilmiah Lancet, dilaporkan efikasi dari Astrazeneca mencapai 70%. Angka tersebut diperoleh dari uji klinik tahap tiga di Brasil dan Inggris.

Cara Mengelola Stres di Tengah Pandemi

Cara mengelola stres di tengah pandemi

Saat pandemi seperti ini, seringkali kita merasa terjebak dalam satu keadaan seperti bosan, lelah, dan stres karena terlalu lama di rumah. Padahal semakin kita merasakan ketidaknyamanan malah justru bisa menurunkan imunitas dalam tubuh.

Lalu bagaimana cara mengelola rasa stres di tengah keadaan pandemi seperti sekarang ini?

Nah berikut beberapa tips yang bisa kita terapkan untuk mengelola stres saat pandemi, karena pikiran positif dan perasaan yang senang akan membantu meningkatkan imun kita agar terhindar dari virus:

    1. Olahraga teratur
    2. Tidur yang cukup
    3. Minimalkan konsumsi kafein, nikotin, obat-obatan dan alkohol
    4. Ikuti hanya informasi akurat dan batasi akses pemberitaan tentang covid-19
    5. Lakukan kegiatan yang sekiranya dapat menaikkan mood
    6. Sisihkan 5-10 menit untuk mengobrol dengan teman atau keluarga tentang perasaan yang sedang dialami.

Pola hidup sehat saat pandemi

Pola hidup sehat saat pandemi

Masa-masa yang rentan virus dan penyakit seperti saat ini, daya tahan tubuh harus dijaga dengan ekstra. Sehingga tidak heran apabila banyak orang kini mulai mengubah perilaku hidup mereka menjadi lebih sehat.

Lalu bagaimanakah pola hidup sehat yang harus diterapkan selama pandemi?

Berikut ini tips bermanfaat yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari selama pandemi:

    1. Istrirahat cukup
      Usahakan untuk tidur cukup pada malam hari 7-8 jam.
    2. Konsumsi air putih
      Pastikan anda tetap terhidrasi dengan baik, dengan mengkonsumsi air putih secara teratur dalam jumlah yang cukup.
    3. Lebih aktif dan banyak bergerak
      Cobalah untuk mulai rutin berolahraga, agar tubuh tetap fit dan sehat.
    4. Makanan bergizi
      Perbanyak makanan yang mengandung gizi seimbang, seperti sayur dan buah-buahan. Serta jangan lupa untuk selalu mengkonsusmi vitamin jika diperlukan.
    5. Menjaga kebersihan
      Jangan lupa untuk rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detok terutama setelah berkegiatan.

Protokol Pencegahan Covid-19

Protokol Pencegahan Covid-19

Saat ini Indonesia kembali dihadapkan dengan meningkatnya angka kasus Covid-19 di seluruh daerah, dalam hal ini Pemerintah terus berupaya meningkatkan jumlah masyarakat yang tervaksinasi agar mempercepat pembentukan herd immunity. Namun selain itu, masyarakat sendiri memiliki peran penting dalam memutus mata rantai penularan Covid-19 agar tidak menimbulkan sumber penularan baru/cluster pada tempat-tempat dimana terjadinya pergerakan orang dan berkumpulnya banyak orang.

Masyarakat harus dapat beraktivitas kembali dalam situasi pandemi Covid-19 dengan beradaptasi pada kebiasaan baru yang lebih sehat, bersih, dan taat yang harus dilaksanaan oleh seluruh komponen yang ada.

Nah untuk itu, berikut protokol 5M yang bisa dilakukan untuk mencegah Covid-19:

    1. Memakai Masker
      Gunakanlah masker setiap kali keluar rumah dan atau beraktifitas di luar ruang yang mempertemukan serta berkomunikasi dengan banyak orang.
    2. Mencuci Tangan
      Meningkatkan intensitas cuci tangan dengan sabun sangat dianjurkan, usahakanlah selalu mencuci sesaat atau sesudah memegang benda-benda disekitar, saat akan makan dan atau berjabat tangan.
    3. Menjauhi Kerumunan
      Usahakanlah selalu berada diruang terbuka dan menjauhi kerumunan, batasilah jumlah orang yang berada di dalam satu ruang agar menghindari terjadinya penularan Covid-19 yang lebih cepat.
    4. Menjaga Jarak
      Tetaplah menjaga jarak aman disaat melakukan antri atau berdiri di area umum seperti lift, halte dan area kantor. Menurut Satgas Covid-19 jarak aman antar orang minimal adalah 1,5 meter, hal ini mencegah terjadinya cipratan droplet antar orang.
    5. Membatasi Mobilitas
      Pembatasan mobilitas penduduk juga sangat amat di anjurkan untuk mencegah terjadinya angka ledakan kasus positif Covid-19. Hal ini bisa dilakukan dengan pengadaan PSBB, PPKM, hingga penutupan sementara tempat-tempat umum yang berpotensi memicu kerumunan masyarakat.

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

Kegiatan padat yang dilakukan sehari-hari terkadang tanpa sadar menguras banyak energi dalam tubuh dan tidak jarang membuat kita kelelahan hingga mengalami gejala penurunan kesehatan. Banyak yang berpikir bahwa tanda-tanda tersebut bisa hilang dengan beristirahat, namun ketika hal tersebut tidak terjadi justru akan menimbulkan kepanikan sendiri karena mengira sedang mengalami masalah kesehatan serius. Padahal tanda-tanda tersebut bisa jadi karena tubuh kita tidak mendapatkan cukup nutrisi seperti vitamin atau mineral tertentu. Dikutip dari laman Healthline Kekurangan nutrisi bisa disebabkan karena pola makan yang buruk, konsumsi obat yang dapat mengganggu penyerapan nutrisi hingga adanya penyakit tertentu dalam tubuh.

Dikutip dari beberapa sumber, berikut tanda-tanda tubuh kekurangan nutrisi:

1. Rambut rontok parah

Rambut rontok memang hal yang umum, karena setiap orang akan kehilangan sekitar 100 helai rambut setiap harinya namun jika tiba-tiba kita menemukan gumpalan rambut di bantal atau saluran pembuangan kamar mandi lebih baik segera konsultasikan kepada dokter. Karena hal tersebut bisa jadi adalah tanda dari tubuh kita kekurangan nutrisi seperti kadar zat besi yang rendah. 

2. Sensasi terbakar di kaki atau lidah

Hal ini bisa terjadi ketika tubuh mengalami kekurangan vitamin B12, dimana vitamin tersebut memiliki peran penting sebagai produksi hemoglobin yang berfungsi membantu sel-sel dalam tubuh untuk menerima oksigen. Selain itu vitamin tersebut juga dibutuhkan tubuh pada saluran pencernaan agar bekerja dengan baik.

3. Nyeri tulang

Nyeri tulang bisa menjadi tanda kekurangan vitamin D, pada pencegahan atau penanganan awal kita cukup mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin D seperti salmon, herring, sarden, tuna, udang atau produk-produk susu dan oatmeal. Namun jika gejala bertambah parah, akan sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter untuk menambahkan dosisi vitamin D essential.

4. Kuku mengelupas dan pecah

Jika kuku-kuku menjadi lebih rapuh dan mudah terkelupas, hal ini bisa terjadi akibat dari kekurangan zat besi. 

5. Sudut bibir pecah-pecah

Hal ini biasanya dipicu oleh kekurangan riboflavin (vitamin B2) atau vitamin C. Produk susu merupakan sumber alami riboflavin dan kita juga dapat menemukan vitamin C pada buah jeruk serta sayuran hijau

6. Otot-otot sering kaku

Otot-otot yang sering terasa kaku dan kejang, bahkan ketika tak banyak bergerak ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh kekurangan magnesium yang membantu mengatur fungsi tubuh.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

 

6 Penyakit Ini Dapat Sembuh Dengan Berpuasa

6 Penyakit Ini Dapat Sembuh Dengan Berpuasa

Puasa merupakan hal yang umum dilakukan oleh banyak orang sekarang ini terutama umat muslim, selain puasa ramadhan yang memang diwajibkan tidak sedikit yang melakukan puasa sunnah dalam kesehariannya. Namun ternyata bukan hanya umat muslim saja yang saat ini banyak melakukan puasa, hal ini dikarenakan banyaknya penelitian yang dilakukan oleh para dokter-dokter ahli yang mengemukakan bahwa puasa ternyata dapat menjadi salah satu metode untuk mencegah, meringankan bahkan menyembuhkan penyakit dalam tubuh dari yang ringan hingga berat. Salah satu penelitian yang dilakukan di Inggris (19/12/18), menyatakan bahwa studi molekuler dan klinis berbasis penelitian yang dilakukan tentang ramadhan dan metode puasa lainnya sepakat bahwa puasa berdampak positif pada kesehatan manusia.
Puasa juga menyebabkan kesehatan metabolisme yang lebih baik dengan mengurangi peradangan dan stres oksidatif, akan tetapi bagi beberapa penderita penyakit kronis dianjurkan untuk tetap berkonsultasi kepada dokter sebelum melakukan puasa hal ini untuk mencegah terjadinya efek samping yang tidak diinginkan seperti kekurangan cairan, kelelahan, insomnia, mual hingga sakit kepala.

Untuk lebih jelasnya, dikutip dari berbagai sumber berikut penyakit dalam tubuh yang bisa sembuh dengan berpuasa:

1. Penyakit Lambung (Maag)

Saat berpuasa, berarti secara tidak langsung tubuh menyeimbangkan kandungan asam dalam lambung. Asam ini dianggap sebagai penyebab utama munculnya sakit maag, dan puasa mampu mengatur distribusi asam yang mengganggu sistem pencernaan di dalam lambung sehingga penyakit maag pun bisa mereda.

2. Sesak Napas dan Bronkitis

Hasil penelitian di Universitas Raja Khalid, Arab Saudi membuktikan bahwa berpuasa memiliki pengaruh besar dalam menghilangkan gejala sesak napas. Hal ini karena kosongnya perut dari makanan sehingga memberikan kesempatan bergerak bagi sekat rongga badan secara leluasa yang pada akhirnya kinerja paru-paru lebih baik dan bertambah kadar keluasannya.

3. Penyakit Peradangan

Puasa mampu mengaktifkan kelenjar kekebalan dan memproduksi unsur-unsur yang melawan penyakit sehingga menambah jumlah kelenjar dalam tubuh. Hasilnya puasa dapat mengobati berbagai penyakit radang seperti radang amandel, radang rongga hidung, radang otot, radang sendi dan radang kandung empedu.

4. Sakit Kepala Sebelah (Migrain)

Hasilnya survey di Amerika membuktikan jika puasa dapat mengobati lebih dari 80% penderita sakit migrain. Hal ini didapat setelah para pasien menjalankan terapi puasa selama 2 sampai 3 minggu secara terus menerus. Dan saat puasa dilanjutkan dalam jangka lama, maka penyakit tersebut bisa hilang total.

5. Sindrom Metabolik

Sindrom metabolik terdiri dari kombinasi obesitas abdominal, hipertensi, dan dislipidemia. Dari penelitian yang dilakukan pada tahun 2019, membuktikan bahwa banyak orang yang menjalani puasa mengalami penurunan berat badan dan obesitas hingga 5 kg. Selain itu puasa yang dilakukan dua hari per minggu menunjukkan penurunan tekanan darah yang signifikan hingga 3%-8% sistolik dan 6%-10% diastolik, puasa yang dilakukan secara berkala sangat efektif untuk menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dimana tekanan darah sistolik turun 20-60 mmHg dalam satu sampai dua minggu. Puasa juga telah dikenal untuk membalikkan diabetes tipe 2 pada manusia selama lebih dari satu abad.

6. Sebagai Terapi Kanker

Puasa menumbuhkan lingkungan kekurangan nutrisi yang mungkin bermusuhan dengan sel kanker. Potensi kegunaan puasa bersamaan dengan kemoterapi juga telah dinilai pada kanker lain, termasuk yang sering bermetastasis ke otak seperti kanker paru-paru dan payudara. Dalam studi terakhir puasa yang diterapkan sebelum atau setelah kemoterapi menurunkan efek samping kemoterapi, seperti rasa kelelahan, gangguan pencernaan, hingga mencegah penurunan sel darah merah, jumlah trombosit yang disebabkan kemoterapi dan mungkin melindungi sel normal dari kerusakan DNA. 



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Kenali 4 Hormon Kebahagiaan dan Cara Meningkatkannya untuk Bantu Jaga Kesehatan

Kenali 4 Hormon Kebahagiaan dan Cara Meningkatkannya untuk Bantu Jaga Kesehatan

Perasaan emosional sering kali kita rasakan setiap harinya baik sedih, bahagia, cemas, hingga marah. Hal-hal tersebut didukung oleh reaksi kimia dalam tubuh yang bertanggung jawab terhadap perasaan positif maupun negatif. Dari semua perasaan yang timbul tentunya perasaan bahagia dan senang lah yang paling banyak diinginkan muncul, namun banyak nya tekanan yang diterima sehari-hari baik dari segi pekerjaan hingga kehidupan sosial sering kali membuat sulit perasaan bahagia muncul.

Dikutip dari laman Healthline ada 4 hormon yang berperan aktif dalam memunculkan perasaan bahagia pada diri seseorang, diantaranya yaitu:

1. Dopamin

Dikenal juga dengan sebutan hormon “perasaan baik”. Dopamin adalah hormon dari neurotransmitter yang merupakan bagian penting dari sistem penghargaan di dalam otak. Hormon ini dikaitkan dengan sensasi menyenangkan, bersama dengan pembelajaran, memori, fungsi sistem motorik, dan banyak lagi.

2. Serotonin

Hormon ini membantu mengatur suasana hari serta pola tidur, nafsu makan, pencernaan, kemampuan belajar dan memori.

3. Oksitosin

Sering disebut dengan “hormon cinta”, oksitosin sangat penting dalam proses persalinan, menyusui dan ikatan orang tua-anak yang kuat. Selain itu hormon ini juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan, empati, dan ikatan dalam hubungan. Kadar oksitosin umumnya akan meningkat dengan kasih sayang dalam bentuk fisik seperti pelukan, ciuman hingga seks.

4. Endorfin

Hormon endorfin dapat dikatakan sebagai pereda nyeri alami untuk tubuh yang diproduksi sebagai respons terhadap stress atau ketidaknyamanan. Kadar endorfin juga biasanya akan meningkat saat kita melakukan aktivitas yang berhubungan dengan fisik seperti berolahraga.

Meningkatkan hormon kebahagiaan dalam tubuh ternyata sangat penting untuk menjaga daya tahan tubuh, stress tingkat tinggi yang dialami oleh seseorang apabila tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas bahkan kesehatan tubuh kita juga. Seperti banyak diketahui bersama, stress yang tidak ditangani dengan baik mampu menimbulkan beberapa penyakit seperti maag, sakit kepala hingga kenaikan tekanan darah atau darah tinggi. Namun banyak yang belum menyadari bahwa ternyata meningkatkan hormon kebahagiaan sangatlah mudah, bahkan cukup dengan melakukan hal-hal kecil.

Berikut ulasan cara meningkatkan hormon kebahagiaan yang bisa kita coba untuk bantu jaga kesehatan:

1. Olahraga

Cara terbaik dan paling efektif untuk meningkatkan serotonin adalah olahraga setiap hari. Olahraga 20 hingga 30 menit per hari sudah cukup untuk mendapatkan manfaatnya. Selain itu olahraga memiliki bonus tambahan untuk mengatur tidur, menjernihkan pikiran, menjaga kesehatan jantung dan berat badan. Olahraga yang teratur dapat meningkatkan hormon endorfin dan serotonin yang dapat meningkatkan suasana hati dan tingkat energi.

2. Makan Coklat

Coklat hitam berkualitas baik memiliki banyak manfaat kesehatan yang luar biasa termasuk menjadi penguat endorfin. Selain itu coklat hitam juga dapat mengurangi peradangan, menurunkan tekanan darah dan melindungi kesehatan arteri.

3. Pergi Liburan 

Menghabiskan waktu di luar ruangan dan di bawah sinar matahari ternyata dapat meningkatkan kadar endorfin dan serotonin. Mulailah dengan setidaknya 10 hingga 15 menit di luar setiap hari dan coba jelajahi tempat-tempat baru yang menarik. Selain itu dalam sebuah penelitian pada tahun 2008 juga menegaskan paparan sinar matahari dapat meningkatkan produksi serotonin dan endorfin.

4. Memasak dan Menikmati Makanan Favorit

Hal ini dapat meningkatkan keempat hormon kebahagiaan, kenikmatan yang didapat dari makan sesuatu yang enak dapat memicu pelepasan dopamin bersama endorfin. Selain itu berbagi makanan dengan orang terdekat juga dapat meningkatkan kadar hormon oksitosin. Makanan tertentu juga dapat berdampak pada kadar hormon, seperti:
Makanan pedas dapat memicu pelepasan endorfin, Yogurt, kacang-kacangan, telur, daging tanpa lemak dan almond dapat memicu pelepasan dopamin, Makanan tinggi triptofan, memicu peningkatan kadar serotonin, Makanan yang mengandung probiotik seperti yogurt, kimchi, dan sauerkraut juga dapat mempengaruhi pelepasan hormon



 

 

 

 

 

Sumber:

Kenali Beda Lokasi Sakit Perut dan Kemungkinan Penyakitnya

Kenali Beda Lokasi Sakit Perut dan Kemungkinan Penyakitnya

Setiap orang pasti pernah merasakan sakit perut, banyak yang mungkin terjadi pada kondisi tersebut. Karena seperti yang kita ketahui bersama di dalam perut terdapat banyak organ seperti lambung, pankreas, usus dan lainnya. Secara umum orang akan menganggap bahwa sakit perut yang mereka alami berasal dari pencernaan yang terganggu, namun banyak yang belum sadar bahwa beda lokasi sakit perut ternyata berbeda juga kemungkinan penyakit yang terjadi.

Seperti yang disebutkan di awal bahwa bagian tengah tubuh atau yang sering disebut perut adalah tempat banyaknya organ tubuh, jadi sakit pada bagian tersebut bukan hanya dapat dihubungkan dengan saluran pencernaan saja.Dikutip dari laman Gastrodoxs ciri-ciri sakit perut yang umumnya dirasakan adalah rasa ketidaknyamanan, nyeri, kram, kembung dan mual. Gejala ini biasanya dimulai secara bertahap dan mungkin disertai dengan buang gas hingga diare bahkan pada kasus berat yang cukup signifikan akan membuat seseorang merasa ingin berbaring dan sesekali menggosok perut untuk menimbulkan rasa nyaman. Untuk itu kita harus lebih memperhatikan lokasi sakit perut sehingga akan mengetahui kemungkinan penyakit atau penyebab sakit perut dan dapat memberikan pengobatan hingga pencegahan yang tepat.

Berikut ini adalah ulasan lokasi sakit perut dan kemungkinan penyakit atau penyebabnya:

1. Perut bagian atas

Jika kita mengalami nyeri dan kembung yang tumpul di perut bagian atas mungkin dapat berarti bahwa terdapat kelebihan gas disana. Gejala yang mungkin dirasakan antara lain: nyeri yang datang secara bergelombang, bersendawa dan buang angin. Hal ini bisa diakibatkan oleh makan yang terlalu cepat, atau mengonsumsi minuman bersoda, bir, produk susu, dan kacang-kacangan menyebabkan pembentukan gas berlebih di perut. Tetapi jika nyeri yang terasa berat kita harus lebih waspada karena hal ini mungkin bisa menjadi tanda dari penyakit-penyakit serius seperti angina (aliran darah ke jantung berkurang), kolangitis (radang saluran empedu), duodenitis (peradangan usus kecil bagian atas), batu empedu, GERD, serangan jantung hingga hepatitis. Jika nyeri semakin hebat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar memastikan yang sebenarnya terjadi.

2. Dada bagian bawah atau atas daerah perut

Nyeri yang terjadi di bagian bawah atau atas daerah perut bisa jadi sebagai tanda dari refluks asam (tukak lambung). Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah: rasa sakit yang membakar di area dada bagian bawah, dan atas perut selain itu rasa terbakar bisa menjalar hingga tenggorokan dan terkadang menimbulkan rasa asam aneh. Hal ini bisa disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi seperti terlalu pedas, berminyak, alkohol (terutama anggur merah), bawang mentah, coklat, kopi dan rokok.

3. Perut kanan atas dan di bawah bahu

Jika mengalami nyeri pada area perut bagian ini bisa jadi ada hubungannya dengan batu empedu. Secara sadar kita tidak akan mengetahui secara pasti letak batu empedu tersebut, tetapi baru akan terdeteksi ketika sudah meradang. Gejala yang mungkin dirasa adalah sakit parah tiba-tiba di perut kanan atas, demam, menggigil, dan mual. Hal ini bisa disebabkan oleh kurang gerak, obesitas, konsumsi makanan tinggi lemak, tak cukup serat, diabetes hingga kehamilan dan lainnya.

4. Perut kanan bawah

Nyeri yang terjadi pada perut kanan bawah bisa jadi sebagai tanda dari penyakit usus buntu. Ini adalah kondisi berbahaya yang perlu perawatan medis segera, dengan gejala yang mungkin terjadi adalah rasa sakit tajam di dekat pusar atau perut bagian atas yang bergerak ke perut kanan bawah, demam tinggi, dan tak bisa kentut. Penyebabnya bisa karena lubang di usus buntu tersumbat, jaringan dinding usus buntu yang terinfeksi, parasit, atau kerusakan di usus buntu.

5. Kram di bagian bawah pusar

Jika sistem pencernaan sensitif, rasa kram dan kembung di daerah perut mungkin terjadi dan memicu sindrom iritasi usus. Dalam hal ini, dua hal yang mungkin terjadi: sistem pencernaan yang bekerja sangat cepat dan menyebabkan diare atau sistem pencernaan melambat hingga menyebabkan susah BAB. Sejauh ini belum diketahui penyebabnya, tapi dapat terjadi karena kombinasi tertentu dari pergerakan saluran pencernaan yang abnormal, peningkatan kesadaran akan fungsi tubuh, dan gangguan dalam komunikasi antara otak dan saluran pencernaan.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

5 Cara Mencegah Timbulnya Maag Saat Berpuasa

5 Cara Mencegah Timbulnya Maag Saat Berpuasa

Perubahan jam makan pada saat berpuasa pastinya sedikit banyak memberikan efek bagi tubuh, salah satunya masalah pada lambung atau yang sering kita sebut maag. Maag saat berpuasa biasanya dipicu oleh banyak faktor, salah satunya mengabaikan sahur atau mengkonsumsi terlalu banyak makanan saat berbuka puasa. Selain itu maag biasanya muncul ketika perut dalam keadaan kosong dimana tidak adanya asupan makanan yang bisa dicerna oleh organ lambung yang terus bergerak.

Hal ini juga menjadi kekhawatiran terutama bagi orang yang sudah mempunyai penyakit maag dalam menjalankan ibadah puasa. Orang yang menderita maag akan lebih mudah merasakan berbagai gejala yang mengacu pada gangguan pencernaan tersebut. Mulai dari nyeri perut, kembung, mual hingga dada atau tenggorokan yang terasa perih seperti sensasi terbakar. Timbulnya gejala-gejala tersebut tentunya sangat mengganggu dalam menjalankan puasa, bahkan dalam kondisi yang lebih parah munculnya beberapa gejala tersebut dapat membuat seseorang harus membatalkan puasanya sehingga ibadah puasa pun tidak dapat dilaksanakan dengan lancar.

Namun sebenarnya, maag yang terjadi saat menjalankan ibadah puasa dapat dicegah sehingga baik penderita maupun orang yang mudah terkena maag tidak perlu merasa khawatir.

Diulas dari berbagai sumber, berikut beberapa cara untuk mencegah timbulnya maag saat menjalankan puasa:

1. Hindari pemicu umum

Puasa tentunya meningkatkan keasaman lambung, beberapa pemicu maag yang harus dihindari adalah makanan olahan, digoreng, pedas, asin, berkafein dan mengandung asam yang tinggi. Selain itu usahakan untuk mengurangi asupan gula juga, karena gula dapat berubah menjadi lemak dan memperlambat pencernaan sehingga memicu refluks asam. Dianjurkan untuk memvariasikan asupan makananan dan pastikan untuk memasukkan cukup nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh seperti karbohidrat, protein, vitamin, lemak dan serat seperti buah-buahan. 

2. Makan secara perlahan 

Mengunyah makanan secara perlahan dan menyeluruh ternyata dapat membantu mencegah timbulnya maag, hal ini dikarenakan ketika kita melakukan hal tersebut cairan lambung yang diperlukan dalam memproses makanan akan lebih sedikit sehingga memudahkan pekerjaan pencernaan. Selain itu makan dengan cepat juga cenderung menyebabkan kita secara tidak langsung menelan udara yang dapat menyebabkan kembung.

3. Jangan melewatkan sahur

Tubuh membutuhkan makanan untuk memberi energi yang tahan lama sepanjang hari. Walaupun tidak memiliki nafsu makan saat sahur, tetapi sangat dianjurkan untuk tetap mengkonsumsi minimal susu, kurma dan air putih. Selain itu juga hindari tidur setelah sahur untuk mencegah gangguan pencernaan.

4. Berbuka tepat waktu dan Hindari makan berlebih saat berbuka

Meski dalam kondisi sibuk, tetap usahakan untuk berbuka tepat waktu. Hal ini sangat penting untuk mencegah maag tidak kambuh. Selain itu hindari makan berlebihan saat berbuka, hal ini dikarenakan konsumsi makanan yang berlebihan saat berbuka dapat menyebabkan perut terasa penuh akibatnya lambung akan mengalami gejala kembung dan bergas.

5. Lanjutkan minum obat

Jika memang sudah memiliki riwayat penyakit maag sebelumnya atau bahkan mungkin sudah rutin mengkonsumsi obat-obatan akan lebih baik jika hal tersebut dilanjutkan dengan tentunya berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Obat golongan awal yang bisa dikonsumsi dan dijual bebas seperti antasida juga dapat membantu mencegah timbulnya maag saat berpuasa, konsumsi obat tersebut 30 menit sebelum makan sahur dan berbuka puasa. Obat pencegahan dapat mengurangi produksi asam lambung yang mencegah kembung dan peningkatan asam lambung.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

Bahaya Tidur Setelah Sahur untuk Kesehatan

Bahaya Tidur Setelah Sahur untuk Kesehatan

Sahur merupakan salah satu kegiatan yang sunnah untuk dilakukan saat ramadan, hal ini bertujuan untuk membantu tubuh kita menyimpan nutrisi dan siap menjalankan ibadah puasa selama kurang lebih 14 jam lamanya. Waktu sahur biasanya dianjurkan di sepertiga ujung malam, karena hal ini lah banyak dari kita yang merasakan kelelahan dan rasa kantuk yang sangat berat. Terutama di masa pandemi seperti sekarang yang sebagian orang masih melakukan work from home dengan waktu kerja yang lebih tidak teratur, atau bagi orang-orang perkotaan yang memang memiliki waktu kerja lebih panjang. Akibatnya tidak jarang kita memilih tidur kembali setelah makan sahur sebelum memulai aktivitas. Padahal tidur setelah makan memiliki beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh baik jangka pendek maupun jangka panjang.

Tidur dengan kondisi perut yang terisi penuh sangat tidak dianjurkan hal ini dikarenakan dapat berakibat buruk bagi kesehatan terutama sistem pencernaan. Dilansir dari laman VOI kita perlu menunggu selama 2 hingga 3 jam sebelum melanjutkan tidur kembali hal ini dikarenakan tubuh paling nyaman mencerna makanan dalam posisi tegak dan membuat pencernaan lebih mudah bekerja. Saat berbaring setelah makan akan menyebabkan isi perut naik ke kerongkongan dan memicu GERD serta masalah pencernaan lain. Selain itu apabila tidur di bawah 2 jam setelah makan, saluran pencernaan belum sempat menggiling makanan kita, yang akhirnya akan berakibat pada gangguan saluran pencernaan dan penyerapan nutrisi tubuh. Hasil akhirnya, makanan yang kita makan tidak mampu menghasilkan energi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Untuk lebih jelasnya, berikut ulasan dari berbagai sumber mengenai bahaya tidur setelah makan sahur bagi kesehatan:

1. Refluks

Refluks asam atau istilah medisnya Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya, biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi menjadi telentang.
Posisi telentang atau miring dapat menyebabkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna lambung mudah naik ke kerongkongan terutama jika usai makan berat. Panas di dada, tenggorokan panas, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukan refluks. Tentunya ini akan membuat rasa tak nyaman ketika berpuasa. GERD dapat dicegah dengan menunggu makanan hingga tuntas tercerna setidaknya tiga jam sebelum tidur.

2. Dehidrasi tubuh dan otak

Ketika kita langsung tidur setelah makan sahur resiko yang bisa terjadi adalah dehidrasi tubuh dan otak, dimana air yang kita minum tidak terserap dan langsung masuk kantong empedu. Kondisi ini dapat menimbulkan kelelahan dan sakit kepala pada kondisi ringan hingga pingsan jika dehidrasi berat.

3. Kekurangan nutrisi

Makanan yang kita makan saat sahur bisa jadi tidak dapat diolah sebagaimana mestinya dan sebagian nutrisinya tidak dapat diserap oleh tubuh. Hal ini dapat memicu rasa lapar sejak jam 10 pagi karena sudah ada yang tidak bisa tubuh olah menjadi cadangan makanan.

4. Menurunkan kualitas tidur

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur, terutama makan makanan berlemak dapat menurunkan kualitas tidur. Saat kenyang, mungkin akan terasa mengantuk tetapi akan muncul perasaan gelisah sehingga membuat kita mudah terbangun saat tidur. Selain itu makanan tinggi lemak seperti goreng-gorengan atau olahan daging butuh waktu yang lebih lama untuk dicerna.

5. Menaikkan berat badan

Sudah menjadi rahasia umum bahwa dampak dari kebiasaan langsung tidur usai makan membuat berat badan melonjak naik. Hal ini disebabkan karena lebih banyak mengonsumsi kalori ketimbang yang dibakar, kurangnya aktivitas fisik saat berpuasa dan langsung pergi tidur usai makan membuat tubuh menimbun lemak karena tidak memberikan kesempatan untuk membakar kalori yang masuk.

6. Memicu sembelit

Biasanya, pengosongan lambung manusia membutuhkan waktu sekitar dua sampai tiga jam setelah makan. Dengan posisi berbaring atau tiduran dapat menghambat proses pengosongan lambung. Jika ini terjadi bisa memicu sembelit atau kesulitan buang air besar.



 

 

 

 

 

Sumber: