6 Cara Mempersiapkan Tubuh Untuk Menghadapi Bulan Ramadhan Agar Tetap Sehat

6 Cara Mempersiapkan Tubuh Untuk Menghadapi Bulan Ramadhan Agar Tetap Sehat

Saat Ramadhan banyak hal yang harus kita jaga agar ibadah selama satu bulan berjalan dengan baik dan tidak mendapatkan hambatan, salah satunya adalah kesehatan tubuh kita. 

Puasa tak sekedar menahan lapar dan haus, banyak hal yang harus dihadapi terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi dan hidup di perkotaan. Kondisi cuaca yang tidak menentu juga akan sangat berpengaruh pada tubuh kita selama menjalankan puasa.

Untuk itu sebelum memulai puasa Ramadhan ada baiknya kita mulai mempersiapkan tubuh kita agar dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mempersiapkan tubuh menghadapi bulan Ramadhan agar tetap sehat:

1. Mulailah minum lebih banyak air sekarang

Sebelum memasuki awal Ramadhan, tingkatkan asupan air kita untuk mendapatkan tubuh dalam keadaan hidrasi yang optimal. Tambahkan satu atau dua gelas ekstra sehari untuk mencoba dan menurunkan tingkat dehidrasi yang akan dihadapi tubuh selama berpuasa.

2. Kurangi asupan kalori 

Jika kebanyakan orang mungkin tergoda untuk makan sepuasnya jelang Ramadhan, sebenarnya yang harus dilakukan adalah sebaliknya. Kebiasaan makan banyak yang dilakukan akan membuat tubuh terbiasa makan lebih banyak, dan mudah merasakan lapar. Mulai kurangi asupan kalori sekarang dan menukar makanan berlemak tinggi dengan pilihan protein tinggi.

3. Kurangi jumlah konsumsi kopi harian

Mengurangi jumlah konsumsi kopi harian menjelang Ramadhan sangat dianjurkan, hal ini bertujuan untuk mengurangi gejala sakit kepala akibat kekurangan kafein. Mulailah kurangi jumlah konsumsi terutama pada sore hari. Selain kopi, untuk perokok aktif juga dianjurkan mulai mengurangi konsumsi rokok perhari karena efek samping yang sering dirasakan bagi pecinta kopi dan rokok jika kebiasaan tersebut dihentikan secara mendadak akan mengalami sakit kepala yang berlebihan

4. Mulailah mengubah pola tidur

Setel alarm lebih awal setiap hari, jika biasanya kita bangun jam 7 pagi maka lakukan jam 6 pagi dan hari berikutnya menjadi 05.30 begitu seterusnya. Dan mulailah untuk tidur lebih awal, hal ini akan membuat tubuh terbiasa beraktivitas lebih cepat sehingga tidak akan menimbulkan kelelahan.

5. Hentikan semua camilan

Kebanyakan orang sudah terbiasa dengan pola makan utama tiga kali sehari dan sesekali camilan. Jika tidak mulai dikurangi dari sekarang menjelang Ramadhan, tubuh akan kurang beradaptasi sehingga mungkin akan merasa kelaparan di siang hari.

6. Perbanyak konsumsi buah dan sayuran

Ada beberapa manfaat yang akan dirasakan jika memperbanyak konsumsi buah dan sayuran. Pertama, keduanya kaya akan mineral sehingga bisa meningkatkan air yang masuk ke tubuh. Kedua, buah dan sayuran juga berperan dalam meningkatkan kualitas karbohidrat yang kita konsumsi. Jadi, tubuh kita bisa mempersiapkan diri lebih baik saat puasa nant kemungkinan untuk merasa lemah pun bisa diminimalkan. Ketiga, buah dan sayur kaya akan serat yang dibutuhkan oleh tubuh. Proses metabolisme semakin lancar, tekanan darah dapat dijaga, serta badan akan tetap sehat saat bulan Ramadhan datang.



 

 

 

 

 

Sumber:

Arabnews.com : Lifestyle – Ready, set, fast: Prepare your body for Ramadhan with these health tips

Idntimes.com : 8 tip mempersiapka  tubuh sambut ramadan agar kuat dan sehat

 

Persiapkan Diri Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

Persiapkan Diri Sebelum dan Sesudah Mendapatkan Vaksinasi Covid-19

Program Vaksinasi Covid-19 untuk membentuk herd immunity di Indonesia hingga saat ini terus dimaksimalkan oleh Pemerintah Indonesia. Jika pada tahap awal hanya diberikan kepada tenaga kesehatan saat ini Pemerintah menggandeng beberapa entitas untuk membantu melaksanakan program vaksinasi, salah satunya yang dijalankan oleh Kementerian BUMN dengan mengadakan Sentra Vaksinasi Covid-19 Bersama BUMN. Program vaksinasi ini ditujukan untuk kalangan lansia dan pekerja pelayanan publik BUMN, masyarakat pun menyambut baik dengan diadakannya hal tersebut. Terbukti dari press release Kementerian BUMN (23/03/21) yang disampaikan oleh Bapak Erick Thohir selaku Menteri BUMN bahwa sudah lebih dari 100 ribu lansia dan pekerja pelayanan publik BUM sudah mendapatkan vaksinasi.

Namun ternyata di tengah antusiasme masyarakat untuk mendapatkan vaksin masih ada beberapa kalangan yang mengaku takut akan efek samping yang akan diterima setelah vaksinasi, selain itu banyak dari mereka yang juga belum mengetahui apa yang harus dipersiapkan sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi.

Nah berikut beberapa ulasan yang dikutip dari berbagai sumber mengenai persiapan yang harus dilakukan sebelum dan sesudah mendapatkan Vaksinasi Covid-19:

1. Sebelum 

      • Pastikan sudah terdaftar sebagai peserta penerima vaksin

Hal utama yang harus dilakukan sebelum melakukan vaksinasi adalah memastikan bahwa diri kita sudah termasuk ke dalam daftar orang yang akan mendapatkan vaksinasi, setelah itu catat jadwal dan lokasi yang tertera agar tidak terjadi kekeliruan baik tempat maupun waktu.

      • Konsultasi ke dokter bagi yang memiliki riwayat penyakit penyerta/komorbid

Bagi penerima vaksinasi yang memiliki riwayat penyakit akan lebih baik berkonsultasi dengan dokter pribadinya untuk mengurangi efek samping yang mungkin akan terjadi.

      • Perhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi

Makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum melakukan Vaksinasi Covid-19 juga harus diperhatikan. Hindari makanan atau minuman yang membuat tubuh tidak fit, seperti kopi atau bahkan alkohol.

      • Istirahat yang cukup

Usahakan sebelum mendapatkan vaksinasi kita harus memiliki waktu istirahat yang cukup dan jangan begadang. Jika tubuh terlalu lelah dan kurang istirahat dapat membuat kondisi tubuh menurun hingga membatalkan jadwal vaksinasi.

2. Sesudah:

      • Pastikan tubuh tetap dalam kondisi stabil setelah 30 menit divaksinasi, jika mengalami keluhan pasca vaksinasi segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat.
      • Tetap lakukan protocol kesehatan dengan selalu menjaga jarak aman, mencuci tangan sebelum dan setelah melakukan aktivitas, serta selalu menggunakan masker.
      • Walaupun sudah mendapatkan vaksinasi, usahakan untuk tetap mengurangi aktivitas diluar rumah yang berpotensi kerumunan. Seperti pesta, liburan atau ke pusat perbelanjaan


 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Waspada! Dada Terasa Nyeri Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Waspada! Dada Terasa Nyeri Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Mungkin banyak orang yang sering merasakan nyeri dada setiap harinya, baik saat bangun tidur hingga pada kondisi kelelahan. Bagi sebagian orang terutama yang tidak merasa memiliki riwayat penyakit berbahaya akan menganggap hal itu normal terjadi atau hanya karena faktor kelelahan. Pada kenyataannya, nyeri di area dada harus diwaspadai karena hal tersebut dapat menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius, misalnya serangan jantung ataupun emboli paru. 

Nyeri pada bagian dada harus selalu diwaspadai dan keadaan yang seperti ini tidak dapat didiagnosis sendiri, agar tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh.

Seperti dikutip dari laman Healthline, berikut penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan berbagai penyakit serius:

1. Berhubungan dengan jantung

Nyeri dada yang berhubungan dengan jantung, seringkali disertai dengan sesak napas atau kesulitan bernapas lainnya mungkin juga terjadi hingga jantung berdebar-debar kencang. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Angina

Nyeri dada yang terkait dengan angina, digambarkan sebagai perasaan tertekan di area dada, atau perasaan seperti jantung diremas bisa juga menimbulkan rasa sakit di tempat lain di bagian tubuh hingga pusing.
Angina mengacu pada jenis nyeri dada yang terjadi saat darah masih mengalir ke otot jantung, tetapi suplai darah berkurang secara drastis.

    • Serangan jantung

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan jantung: sensasi menusuk yang tajam, atau mungkin tampak lebih seperti sesak atau tertekan di area dada. Gejala lain yang menyertai dapat berupa, keringat dingin, pusing, mual, denyut nadi cepat atau tidak teratur hingga mati rasa di lengan dan tangan.
Serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan dalam satu atau lebih dari arteri yang memasok darah ke otot jantung. Ketika ada otot dalam tubuh yang kekurangan darah yang kaya oksigen, hal itu dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

    • Miokarditis

Nyeri dada yang berhubungan dengan miokarditis: nyeri ringan atau perasaan dada tertekan, sesak napas, hingga bengkak di kaki.
Dalam beberapa kasus, nyeri dada yang berhubungan dengan jantung disebabkan oleh peradangan otot jantung yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau miokarditis.

    • Perikarditis

Peradangan di kantong yang mengelilingi jantung hal inilah yang menyebabkan rasa nyeri di dada yang memburuk saat mengambil nafas ataupun berbaring.

    • Diseksi atau ruptur aorta

Kondisi ini dapat mengancam keselamatan jiwa dan ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada dada. Ini terjadi saat lapisan dalam aorta (arteri utama dari hati) berpisah dan menyebabkan aorta robek.

2. Penyebab Pernapasan

Sebagian besar nyeri dada pada pernafasan disebabkan oleh cedera pada paru-paru, atau masalah di dalam saluran udara yang menuju dan datang ke paru-paru. Nyeri dada yang terkait dengan gangguan pernafasan mungkin terasa seperti serangan jantung. Biasanya rasa sakit akan meningkat pada saat aktivitas tinggi dan berkurang dengan istirahat. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Pneumonia

Nyeri dada yang berhubungan dengan pneumonia: nyeri tajam atau menusuk yang meningkat saat menarik nafas.
Pneumonia bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, tetapi merupakan komplikasi dari flu atau infeksi saluran pernafasan lainnya.

    • Asma

Nyeri dada yang yang berhubungan dengan asma: rasa sesak di dada.
Asma adalah kondisi yang menyebabkan radang saluran udara sehingga menghasilkan banyak lendir. Gejala utama asma termasuk mengi dan kesulitan bernafas jika kambuh.

    • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Nyeri dada yang berhubungan dengan PPOK: sesak di dada, seringkali lebih buruk saat beraktivitas.
PPOK mengacu pada beberapa kondisi berbeda di mana saluran udara yang meradang, membatasi aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru.

    • Pleurisy

Nyeri dada yang berhubungan dengan radang selaput pleura: nyeri dada tajam yang memburuk dengan pernafasan atau batuk.
Pleura adalah selaput yang mencakup jaringan yang melapisi dinding bagian dalam rongga dada dan lapisan jaringan yang mengelilingi paru-paru, ketika pleura menjadi meradang kondisi itulah yang disebut dengan radang selaput pleura.

    • Kanker paru-paru

Nyeri dada yang terkait dengan kanker paru-paru: nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan, termasuk nyeri yang tidak terkait dengan batuk.
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di paru-paru yang mengganggu fungsi paru-paru sehat. Gejala lain yang harus diwaspadai antara lain; batuk yang menghasilkan dahak, sesak nafas, nyeri dada yang tidak terkait dengan batuk yang mungkin juga meluas ke punggung atau bahu, dan nyeri dada yang memburuk saat menarik nafas dalam-dalam, tertawa atau batuk.

3. Penyebab pencernaan 

Sebagian besar penyebab nyeri dada pada akibat pencernaan terkait dengan masalah pada kerongkongan. Kerongkongan adalah saluran membawa makanan dan cairan ke tenggorokan yang masuk ke perut. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Nyeri dada yang berhubungan dengan GERD: Sensasi terbakar.
Refluks asam adalah kondisi umum yang terjadi ketika asam lambung bergerak kembali ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan kerongkongan. GERD adalah bentuk kondisi ini yang lebih serius dan terus-menerus. Nyeri dada yang diakibatkannya dikenal dengan istilah yang lebih umum: mulas, hal itu dikarenakan timbulnya sensasi terbakar di dada dan menjadi lebih buruk saat berbaring.

    • Esofagitis

Nyeri dada yang berhubungan dengan esofagitis: sensasi terbakar dan ketidaknyamanan saat menelan.
Esofagitis adalah peradangan jaringan di kerongkongan hal ini dapat disebabkan oleh GERD atau kondisi lain, seperti alergi atau infeksi. Esofagitis dapat menyebabkan nyeri dan sulit menelan, selain itu juga menyebabkan nyeri dada. Dalam banyak kasus, rasa sakitnya seperti mulas disebabkan oleh GERD.

    • Batu empedu

Nyeri dada yang berhubungan dengan batu empedu: nyeri hebat yang menjalar dari perut bagian atas ke area dada.
Batu empedu adalah kelompok kecil kolesterol atau bilirubin yang mengeras. Rasa sakit pada perut bagian atas dan mungkin menjalar ke dada akan muncul ketika batu empedu menyumbat saluran empedu, biasanya berkembang setelah makan besar.

    • Pankreatitis

Nyeri dada yang berhubungan dengan pankreatitis: nyeri yang menjalar dari perut bagian atas ke dada dan punggung.
Pankreatitis bisa akut atau kronis. Pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba, tetapi bersifat sementara sedangkan kronis adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pankreas.

4. Penyebab terkait kesehatan mental

Nyeri dada terkait kesehatan mental mungkin terasa mirip dengan serangan jantung, dengan rasa seperti berdebar-debar dan sesak nafas. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Serangan kecemasan

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan kecemasan: nyeri menusuk atau seperti jarum, biasanya terasa di tengah dada. Gejala fisik lain seperti; mual, berkeringat, palpitasi jantung, pusing, kesulitan bernafas, hingga sakit dada.

    • Serangan panik

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan panik: nyeri menusuk, biasanya disertai sesak nafas dan jantung berdebar kencang.
Tidak seperti serangan kecemasan, serangan panik dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas. Gejala lain seperti; sakit dada, sesak nafas, jantung berdebar kencang hingga pusing

5. Penyebab lainnya

    • Ketegangan otot

Nyeri dada yang berhubungan dengan ketegangan otot: rasa kaku di dada, biasanya semakin parah dengan pergerakan otot. Namun ketegangan otot dada bukanlah keadaan darurat medis, jika rasa sakit tidak kunjung membaik dengan istirahat, temui dokter untuk memastikan tidak ada penyebab ketidaknyamanan lain.

    • Fibromyalgia

Nyeri dada yang berhubungan dengan fibromyalgia: nyeri tumpul yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan, sering kali disertai nyeri otot sendi di bagian tubuh lain.

    • Tulang rusuk yang terluka

Nyeri dada yang berhubungan dengan cedera tulang rusuk: nyeri hebat saat bernafas, menggerakan tubuh bagian atas atau saat menyentuh area tersebut. Tulang rusuk yang patah atau memar dapat menyebabkan nyeri dada yang parah.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal ini yang membuat banyak orang sulit untuk membedakan kedua penyakit tersebut. Kemiripan gejala tifus dan DBD kerap mengelabui banyak orang, bahkan mereka yang sudah pernah mengalami pun bisa salah menduga. Bahayanya jika kedua penyakit tersebut tidak dengan cepat terdiagnosa maka tidak sedikit akan banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik, sedangkan untuk DBD sendiri setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Data terakhir pada awal tahun 2019 tercatat jumlah penderita DBD sebesar 13.683 penderita, dan dilaporkan dari 34 Provinsi dengan 132 kasus diantaranya meninggal dunia. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.

Walaupun keduanya memiliki gejala khas yang sama, tetapi tentu saja ada perbedaan diantara keduanya. Perbedaan paling umum yang bisa dikenali adalah waktu terjadinya demam, pada DBD pasien akan mengalami demam yang berlangsung sepanjang hari sedangkan tifus hanya akan dirasakan pada waktu tertentu seperti sore dan malam. Selain gejala umum tersebut masih terdapat beberapa gejala yang bisa membantu untuk membedakan antara DBD dan tifus.

Untuk mengetahui lebih jelas berikut beberapa perbedaan gejala DBD dan tifus secara umum:

1. Pada tifus tidak terjadi shock jika belum terjadi komplikasi, sedangkan pada DBD shock bisa terjadi bahkan terbilang sering terjadi.

2. Pada DBD terdapat nyeri pada ulu hati yang sangat khas dan bukan seperti gejala maag. Sedangkan pada tifus, hanya terdapat rasa tidak enak pada perut tapi tidak sampai nyeri hebat.

3. Pada tifus kemungkinan terdapat bibir kering, merah pada tepi lidah dan tengahnya berlapis putih. Sedangkan DBD tidak terdapat gejala tersebut.

4. Pada tifus mungkin ada bintik merah tetapi hanya di bagian dada dan bukan merupakan bintik pendarahan. Sedangkan pada DBD, bintik merah terjadi akibat pendarahan dan bila ditekan tidak akan pudar.

5. Tifus dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak memerlukan kehadiran nyamuk hanya saja lebih sering terjadi setelah kejadian banjir karena biasanya kebersihan setelah banjir bisa dibilang jorok, sedangkan DBD biasanya akan mengalami kenaikan kasus pada musim penghujan dan penyebab utamanya karena kehadiran nyamuk aedes aegypti.

6. Cara mencegah tifus dapat dikatakan cukup mudah yaitu dengan makan dan minum lebih bersih, membiasakan cuci tangan dan selalu mengutamakan food handling dengan baik terutama untuk makanan-makanan mentah. Sedangkan untuk mencegah DBD yaitu menyingkirkan jentik nyamuk dan tidak hanya pada area yang kotor saja namun ditempat yang bersih juga memungkinkan adanya jentik nyamuk.



 

 

 

 

Sumber:

 

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia setiap tahunnya, dari data menunjukkan 1 dari 4 orang mengalami stroke.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data Riskesdas 2013 prevalensi stroke nasional 12,1 per mil, sedangkan pada Riskesdas 2018 prevalensi stroke 10,9 per mil dan tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur (14,7 per mil), terendah di Provinsi Papua (4,1 per mil). 

Menurut Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tahun 2016, stroke menghabiskan biaya pelayanan kesehatan sebesar 1,43 Triliun, tahun 2017 naik menjadi 2,18 Triliun dan tahun 2018 mencapai 2,56 Triliun Rupiah.

Tingginya angka kejadian stroke tersebut selain dipengaruhi oleh faktor hidup tidak sehat ternyata banyaknya mitos yang berkembang di masyarakat juga menjadikan penyakit ini masih sulit bahkan tidak tertangani dengan baik.

Dilansir dari laman Fortis Healthcare berikut beberapa ulasan mengenai mitos stroke yang berkembang di masyarakat dan fakta dibaliknya:

1. Mitos: Hanya lansia yang rentan terhadap stroke, orang yang lebih muda cenderung tidak terserang stroke
Fakta: Tidak ada bukti yang mendukung bahwa anak muda tidak dapat terkena stroke, ada berbagai faktor risiko stroke baik yang dapat dicegah maupun tidak. Faktor risiko ini termasuk diabetes, hipertensi, riwayat keluarga, merokok, gemar makan junk food, alkohol holic dll. Faktor risiko tersebut lebih menyangkut pada gaya hidup yang biasanya diabaikan oleh kaum muda.

2. Mitos: Gejala stroke tidak dapat diidentifikasikan
Fakta: Dalam dunia kedokteran ada istilah yang disebut FAST yang artinya Face, Arm, Speech, Time. Hal tersebut dapat digunakan untuk mencurigai gejala awal stroke. Gejala awal yang mungkin terjadi termasuk wajah terkulai, kelemahan di lengan atau tungkai dan bicara menjadi cadel. Jika terjadi demikian ini adalah gejala yang paling mengkhawatirkan dan memerlukan perawatan segera.

3. Mitos: Stroke dan kejang sama saja
Fakta: Kejang dan stroke adalah dua kondisi gangguan neurologis yang berbeda. Stroke adalah kondisi yang terjadi karena kurangnya suplai darah atau terjadinya pendarahan di otak, sedangkan kejang dapat disebabkan oleh perubahan fisik, perilaku atau karena pelepasan listrik yang tidak normal dan berlebihan di otak. Kejang juga bisa terjadi akibat stroke.

4. Mitos: Bagaimanapun juga, stroke tidak dapat diobati
Fakta: Stroke iskemik (stroke akibat berkurangnya suplai darah ke otak akibat pembekuan) adalah jenis stroke yang paling umum. Stroke iskemik akut dapat diobati dengan memberikan agen trombolitik yang memecah bekuan; namun manfaat terapi ini tergantung pada waktu. 

5. Mitos: Menusukkan jarum hingga berdarah bisa mengobati stroke
Fakta: Menusukkan jarum di jari atau telinga hingga berdarah disebutkan bisa menurunkan tekanan darah, sehingga gejala stroke berkurang. Dokter sangat tidak menyarankan cara ini, karena biasanya hanya akan membuat pertolongan medis tertunda. Makin lama tertunda, peluang untuk pulih semula akan berkurang. Dunia medis mengenal ada dua jenis stroke yakni iskemik (dipicu oleh penyumbatan) dan hemoragik (karena pecahnya pembuluh darah) di otak. Menusukkan jarum di tangan tidak akan memberikan pengaruh apapun, apalagi jika sudah terjadi perdarahan di otak.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Bahaya Tidur Tengkurap yang Wajib Diketahui

Bahaya Tidur Tengkurap yang Wajib Diketahui

Tidur dengan posisi tengkurap mungkin selama ini disukai banyak orang, sekedar hanya untuk bersantai, menonton tv, membaca, bermain game/gadget hingga benar-benar tidur siang atau saat malam. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengatakan dengan posisi tengkurap membuat tidur malam mereka menjadi lebih nyenyak. Namun meski tidur tengkurap dapat mengurangi mendengkur dan mengurangi sleep apnea ternyata posisi ini sangat tidak disarankan oleh para dokter karena memiliki bahaya lain bagi kesehatan.

Pada posisi ini akan membebani punggung dan leher lebih banyak hal itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan sepanjang hari, selain itu tubuh akan meregangkan leher, menaikkan bahu hingga menyentuh telinga dan meletakkan tangan dalam posisi yang kurang nyaman yang akan memberi banyak tekanan pada persendian sehingga menimbulkan rasa nyeri. 

Dikutip dari laman Healthline rasa sakit yang dirasakan karena posisi tengkurap juga akan mempengaruhi waktu tidur, lebih banyak rasa sakit yang dirasakan artinya akan menyebabkan kemungkinan sering bangun di malam hari dan merasa kurang istirahat saat pagi.

Selain itu, masih ada beberapa bahaya lain yang akan timbul jika kita tetap tidur dengan posisi tengkurap. Nah berikut ulasannya:

1. Kekurangan oksigen

Saat tidur dengan posisi tengkurap, dada akan lebih banyak tertekan dan menyebabkan lubang hidung tidak terbuka secara bebas. Hal itu dapat membuat kesulitan bernafas sehingga tubuh kekurangan oksigen dan akibatnya kita akan tetap merasa lelah ketika bangun di pagi hari

2. Menyebabkan nyeri leher

Posisi tengkurap mengharuskan kita memiringkan kepala agar tetap dapat bernafas. Jika hal ini dilakukan dalam waktu yang lama, maka akan membuat leher menjadi kaku dan nyeri.

3. Mengganggu kesehatan usus

Ketika tengkurap, bagian punggung bawah akan menahan banyak tekanan dan hal ini dapat meningkatkan risiko sciatica atau kondisi nyeri yang disebabkan oleh saraf rusak atau terjepit. Bahkan sebuah studi juga menemukan, masalah pada punggung bagian bawah dapat menyebabkan sembelit dan masalah usus.

4. Nyeri hingga mati rasa pada saraf dan tulang belakang

Tidur tengkurap dapat mengubah kurva alami tulang belakang sehingga terasa tegang dan kaku. Selain itu, berat badan juga akan terpusat pada tulang belakang tekanan yang tidak seimbang itulah yang menyebabkan nyeri.

Sedangkan tulang belakang adalah saluran utama yang berisi banyak syaraf tubuh. Jika pada bagian tersebut terasa nyeri maka secara otomatis saraf-saraf tubuh di dalam tulang belakang juga akan terganggu. Hal itu lah yang menjadi alasan mengapa setelah tidur tengkurap kita akan mengalami kesemutan, bahkan mati rasa pada bagian tubuh setelah bangun tidur.

Lalu bagaimana jika tidur dengan posisi tengkurap sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan sulit dihilangkan bahkan tidak bisa tidur dengan posisi lain?

Berikut beberapa tips yang dikutip dari laman Healthline untuk membantu menghindari komplikasi akibat tidur tengkurap:

1. Gunakan bantal tipis atau tanpa bantal sama sekali.

Semakin rata bantal maka semakin rendah sudut kepala dan leher sehingga akan mengurangi kemungkinan nyeri pada leher.

2. Letakkan bantal di bawah panggul.

Ini akan membantu menjaga punggung dalam posisi yang lebih netral dan mengurangi tekanan dari tulang belakang.

3. Lakukan peregangan di pagi hari.

Beberapa menit peregangan akan membantu tubuh kembali sejajar dan secara perlahan memperkuat otot-otot pendukung. Pastikan untuk melakukan pemanasan dengan sedikit gerakan sebelum melakukan peregangan, dan lakukan dengan perlahan.



 

 

 

 

Sumber:

 

 

7 Bahaya dan Dampak Buruk Begadang bagi Kesehatan serta Cara Mengatasinya

7 Bahaya dan Dampak Buruk Begadang bagi Kesehatan serta Cara Mengatasinya

Selama ini kita sering mendengar bahwa begadang sangat tidak baik bagi tubuh, ternyata hal itu benar adanya. Selama ini banyak orang begadang dengan alasan menyelesaikan pekerjaan, serial film/drama, bermain game, pesta dan berkumpul bersama teman-teman atau keluarga.

Padahal tidur yang cukup dan berkualitas di malam hari sangat penting untuk menunjang kerja organ, metabolisme hingga menjaga daya tahan tubuh. Tidak tidur atau terjaga semalaman akan sangat berpengaruh bagi tubuh hingga mempengaruhi kemampuan berpikir sampai suasana hati seseorang.

Berikut ulasan mengenai beberapa bahaya dan dampak buruk bagi kesehatan yang harus kita ketahui bersama:

1. Potensial meningkatkan gula darah

Dampak buruk begadang yang sangat tidak boleh diabaikan adalah peningkatan kadar gula darah. Penelitian kecil pada tahun 2015 menemukan, kebiasaan begadang ternyata berpengaruh pada kenaikan kadar gula darah seseorang dibandingkan dengan yang memiliki jadwal tidur normal dan teratur.

2. Pola makan buruk

Salah satu dampak yang akan langsung dirasakan jika begadang terlalu sering adalah pola makan berubah menjadi tidak sehat. Faktornya adalah orang yang begadang akan cenderung mengkonsumsi makanan tidak sehat atau cepat saji untuk menemani waktu begadang mereka.

Pola makan yang buruk dengan tinggi lemak dan kalori dapat menyebabkan kenaikan kadar gula darah, kolesterol dan akibatnya akan memicu munculnya penyakit kronis

3. Meningkatkan risiko penyakit jantung

Perubahan pola tidur yang tidak menentu, misalnya rutin tidur di hari kerja dan begadang pada setiap pekan akan dapat menyebabkan “jet lag”. Untuk setiap jam “jet lag” pergeseran jam tidur tersebut, resiko peningkatan penyakit jantung juga meningkat hingga sebesar 11 persen.

4. Menghambat proses penyembuhan saat sakit

Saat sakit, tidur nyenyak sangat diperlukan tubuh untuk mempercepat penyembuhan alami tubuh dan membantu menghadapi serangan penyakit atau infeksi. Jika saat sakit tubuh dipaksa untuk begadang makan akan dipastikan proses penyembuhan juga terhambat.

5. Rentan terkena depresi

Penelitian menunjukkan, orang yang terbiasa begadang cenderung mengalami gejala depresi. Hal ini biasanya dikaitkan dengan faktor kelelahan sehingga mudah marah dan cepat panik jika menghadapi masalah.

6. Menurunkan kemampuan otak

Kurang tidur karena begadang dapat menurunkan fungsi otak yang terkait dengan perhatian, fokus, konsentrasi, respons, daya ingat kecerdasan emosional sampai berpikir. Selain itu, kurang tidur karena begadang juga dapat menurunkan kreativitas dan kemampuan otak dalam memecahkan masalah. Bahkan penelitian mengungkapkan efek begadang semalaman pada otak mirip dengan mabuk alkohol.

7. Menyebabkan kantuk di siang hari dan micro sleep

Otak dan tubuh manusia dirancang memiliki masa istirahat ketika baru melewatkan waktu tidur atau begadang, kondisi ini wajar akan menyebabkan kantuk di siang hari.

Kurang tidur juga dapat memicu micro sleep atau tidur sebentar tanpa sadar selama beberapa detik. Kondisi ini akan sangat berbahaya terutama pada orang yang sedang mengemudikan kendaraan.

Memang tidak semua begadang dilakukan secara sengaja, beberapa orang juga mengatakan mereka begadang karena memang memiliki gangguan sulit tidur.

Nah berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk menangani kesulitan tidur:

1. Jauhi cahaya biru (blue light)

Cahaya biru (blue light) bisa dihasilkan dari perangkat elektronik dan bola lampu hemat energi, cahaya ini menyebabkan kita tidak bisa tidur di malam hari. Selain itu, efek lain dari penggunaan ponsel juga memiliki efek yang membuat kita ketagihan dan ingin tetap terjaga selama 20-30 menit

2. Jangan tidur siang terlalu lama

Tidur di siang hari dengan durasi yang lama akan membuat seseorang menjadi kesulitan tidur di malam hari dan akan begitu seterusnya. Usahakan untuk mempersingkat durasi tidur di siang hari agar saat malam kita dapat tidur lebih awal dan tidak begadang.

3. Olahraga

Aktifitas fisik yang tinggi di sepanjang hari akan membuat kita lelah di malam harinya, selain itu dengan melakukan olahraga biasanya akan meningkatkan detak jantung dan membuat tidur lebih nyenyak di malam hari. Melakukan yoga sebelum  tidur juga dianjurkan untuk membuat tubuh kita lebih rileks.

3. Hindari makan malam terlalu larut

Makan malam yang terlalu larut terutama makanan manis akan membuat tubuh kita mengalami sugar rush atau kelebihan energi, hal ini yang membuat kesulitan tidur nantinya. Usahakan membuat jam makan minimal 2 jam sebelum waktu tidur, sehingga ada waktu yang cukup bagi tubuh untuk mengolah makanan.

4. Ambil langkah bertahap

Merubah jam tidur agar lebih teratur memang sangat dianjurkan, tetapi usahakan melakukan dengan bertahap. Ubah secara perlahan kebiasaan tidur yang berantakan misalnya dengan memajukan waktu tidur satu jam setiap harinya dan lakukan secara konsisten sehingga kedepannya secara otomatis akan menjadi waktu tidur yang teratur.



 

 

Sumber:

 

 

 

 

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Rematik (rheumatoid arthritis) dan asam urat (gout) adalah dua penyakit radang sendi yang terkadang membuat kebingungan diantara orang-orang karena dikira sama, padahal kenyataannya kedua penyakit ini jelas berbeda walaupun beberapa gejala kendati memiliki kesamaan. 

Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan persendian mengalami peradangan, kaku, nyeri dan bengkak. Jika tidak ditangani, dapat mengakibatkan kerusakan permanen yang bisa mengganggu kualitas hidup seseorang.

Sedangkan asam urat adalah jenis radang sendi yang sangat menyakitkan, yang biasanya mempengaruhi sendi jempol kaki. Bisa juga menyerang bagian atas kaki dan pergelangan kaki, terkadang pula menyerang sendi lain tubuh. Penyakit ini terdeteksi ketika adanya kenaikan kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat dapat diperoleh dari makanan, minuman dan mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan jumlah asam urat dalam tubuh.

Dikutip dari laman Medical News Today rematik lebih sering menyerang wanita dibandingkan laki-laki, sekitar 1,5 juta masyarakat di Amerika Serikat menderita rematik dan kondisi tersebut mempengaruhi wanita hampir tiga kali lebih banyak daripada laki-laki.

Sedangkan, pada kasus asam urat terbukti laki-laki lebih sering terkena jika dibandingkan dengan wanita. Di Amerika Serikat 4% orang dewasanya mengidap asam urat, atau sekitar 6 juta laki-laki dan 2 juta wanita yang mengidap penyakit tersebut.

Di Indonesia sendiri menurut hasil Riskesdas 2018, angka kejadian rematik di Indonesia mencapai 7,30%.

Lalu bagaimana caranya kita membedakan antara asam urat dan rematik?

Secara umum, berikut tanda-tanda khusus untuk mengenali beda asam urat dan rematik:

1. Gejala

    a. Rematik

      • Nyeri ringan, sedang atau berat dan biasanya kaku
      • Dapat mempengaruhi sendi mana saja dan biasanya simetris di kedua sisi tubuh
      • Paling sering terjadi pada persendian kecil tangan, pergelangan tangan, dan kaki
      • Persendian bisa menjadi nyeri, merah dan bengkak

   b. Asam Urat

      • Biasanya terjadi pada kaki, paling sering di pangkal jempol kaki
      • Kemerahan, bengkak dan mengalami nyeri hebat

2. Penyebab

     a. Rematik

Secara umum penyebab pasti rematik belum diketahui, para ilmuwan berpendapat bahwa sebagian kasus berhubungan dengan susunan genetik seseorang dan kondisi itu kemudian dipicu oleh lingkungan sekitar, seperti virus.

     b. Asam Urat

Makanan dan minuman yang tak sehat secara tak langsung dapat menyebabkan asam urat. Tapi akar masalahnya adalah purin, senyawa kimia ini ditemukan pada makanan tertentu.
Makanan yang sarat akan purin termasuk diantaranya daging, terutama jeroan sebagian besar ikan, kerang dan beberapa sayuran. Selain itu roti dan sereal gandum utuh juga mengandung purin. Tubuh mengubah purin menjadi asam urat, kondisi ini dapat terjadi setiap kali ada terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat biasanya dikeluarkan melalui urin, tapi kadarnya yang tinggi dapat membentuk kristal tajam di persendian dan menyebabkan peradangan serta nyeri hebat.

3. Pengobatan

Baik asam urat maupun rematik sebenarnya tidak dapat disembuhkan, namun jika datang ke dokter biasanya akan fokus untuk mengobati penyebabnya selain itu perawatan untuk membantu mengelola gejala, baik untuk kondisi nyeri ataupun saat mengalami peradangan. Pada rematik pengobatannya biasanya ditekankan pada sistem kekebalan tubuh, sedangkan perawatan asam urat akan mencakup obat-obatan yang mencegah penumpukan kristal asam urat



 

 

 

Sumber:

 

Waspada Penyakit Kronis Menyerang Usia Muda

Waspada Penyakit Kronis Menyerang Usia Muda

Penyakit kronis seperti jantung, stroke, darah tinggi dan diabetes masih menjadi sebuah ancaman besar bagi masyarakat di Indonesia. Hal ini diperkuat dengan pernyataan Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM), Kementerian kesehatan Cut Putri Ariane (4/7/20), beliau menjelaskan bahwa saat ini tren PTM semakin meningkat dan menyerap biaya terbesar dalam JKN. Riskesdas 2018 juga mendeteksi peningkatan PTM terbukti dengan hasil yang diperoleh yaitu sebesar 31% masyarakat Indonesia mengalami obesitas sentral serta 21,8% terjadi obesitas pada dewasa. Selain itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan juga menunjukkan bahwa saat ini perkembangan PTM di Indonesia kian mengkhawatirkan. Pasalnya peningkatan tren PTM diikuti oleh pergeseran pola penyakit, jika dulu penyakit ini biasanya dialami oleh kelompok lanjut usia maka kini mulai mengancam usia produktif. Banyak kasus kematian mendadak di usia muda yang disebabkan oleh penyakit kronis dan hal ini jarang disadari oleh kebanyakan orang, tidak jarang dari luar tampak sehat namun ternyata di dalam tubuhnya terdapat penyakit yang serius.

Lalu apa sebenarnya penyebab utama penyakit kronis yang menyerang anak muda?

Dari hasil Riskesdas 2018 dapat disimpulkan bahwa penyakit kronis yang menyerang anak muda saat ini disebabkan oleh:

1. Perilaku Merokok

Hasil Riskesdas 2018 menunjukkan bahwa perilaku merokok pada usia remaja (10-18 tahun) meningkat menjadi 9,1% dari 7,2% (Riskesdas 2013), 8,8% (Sirkesnas 2016). Seperti kita ketahui bersama bahwa zat di dalam rokok dapat memicu terjadinya penyumbatan darah yang berujung pada darah tinggi, jantung hingga stroke.

2. Konsumsi Minuman Beralkohol

Data konsumsi minuman beralkohol pun mengalami peningkatan dari 3% menjadi 3,3% dan 0,8% mengonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan. Gaya hidup yang semakin modern diduga menjadi pemicu kuat meningkatnya konsumsi alkohol saat ini terutama di kota-kota besar.

3. Aktivitas Fisik Kurang

Walaupun tren olahraga sedang naik ternyata tidak serta merta membuat banyak orang lebih rajin melakukan aktivitas fisik dari data yang diperoleh 33.5% masyarakat di Indonesia masih kurang dalam melakukan aktivitas fisik, jumlah ini mengalami peningkatan dari sebelumnya yang hanya 26,1%. Faktor utama yang menjadi alasan ialah malas dan lebih memilih berdiam diri dirumah bermain gadget.

4. Kurangnya Proporsi Konsumsi Buah dan Sayur

Hal lainnya yang menjadikan faktor penyebab peningkatan PTM pada usia produktif adalah jumlah proporsi konsumsi buah dan sayur yang kurang pada penduduk yakni sebesar 95,5%. Kemudahan memesan makanan/minuman cepat saji melalui aplikasi online menjadi salah satu faktor tingginya angka konsumsi buah dan sayur yang kurang pada masyarakat saat ini.

Semua elemen dari gaya hidup tidak sehat tersebut sama-sama mengakibatkan penyempitan dan penurunan elastisitas pembuluh darah, sebuah kondisi yang disebut sebagai aterosklerosis. Dimana kondisi tersebut membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk memompa darah, lama kelamaan tekanan darah akan naik hingga beresiko hipertensi. Gaya hidup tidak sehat juga dapat mengacaukan produksi hormon dan enzim tubuh, termasuk insulin. Padahal, insulin berperan penting untuk mengatur gula darah dan tekanan darah. Peningkatan kadar gula darah yang tidak terkendali dapat memicu gejala diabetes sekaligus menyebabkan kerusakan pembuluh darah kapiler. Diabetes dan hipertensi adalah “orang tua” dari berbagai kemunculan penyakit kronis lainnya, seperti penyakit jantung dan stroke.

Jika hal ini terus berlanjut dan tidak di cegah dari sekarang akan tidak mungkin hal ini berdampak besar bagi SDM dan perekonomian Indonesia ke depan. Karena, di tahun 2030-2040 mendatang Indonesia akan menghadapi bonus demografi yang mana usia produktif jauh lebih banyak dibandingkan kelompok usia non produktif. Namun, apabila tren PTM usia muda naik maka upaya Indonesia untuk menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat dan cerdas menuju Indonesia maju pada 2045 mendatang, sulit tercapai.

Adakah yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko penyakit kronis pada usia muda?

Kementerian Kesehatan mencanangkan prinsip CERDIK untuk semakin memudahkan masyarakat mulai menjalani gaya hidup sehat.
Gerakan CERDIK sendiri adalah singkatan dari:

    • Cek kondisi kesehatan secara berkala, termasuk berat dan tinggi badan sampai kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah. Cek kesehatan rutin bisa dimulai sejak usia 15 tahun dan dilakukan setahun sekali untuk mendeteksi risiko terhadap penyakit. Jika sudah berisiko, sebaiknya periksakan kesehatan lebih sering.
    • Enyahkan asap rokok dan berhenti merokok
    • Rajin melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit dalam sehari, seperti olahraga, berjalan kaki, membersihkan rumah. Lakukan aktivitas fisik dengan teratur
    • Diet dengan gizi seimbang, konsumsi makanan sehat, makan buah sayur yang cukup, hindari makanan manis yang berlebihan dan minuman berkarbonasi
    • Istirahat yang cukup, pastikan mendapatkan tidur yang cukup dalam sehari, setidaknya tidak kurang dari tujuh atau delapan jam
    • Kelola stres dengan baik

Prinsip CERDIK juga dapat sekaligus meminimalisir atau bahkan membatalkan faktor risiko penyakit yang sudah dimiliki, misalnya tekanan darah tinggi atau gula darah tinggi.



 

 

 

 

 

Sumber :

 

 

 

Mengenal dan Memahami Inner Child Dalam Diri yang Berdampak Pada Kehidupan Dewasa

Mengenal dan Memahami Inner Child Dalam Diri yang Berdampak Pada Kehidupan Dewasa

Tanpa kita sadari perubahan suasana hati dan kondisi mental saat dewasa yang terjadi setiap harinya bukan hanya semata-mata karena masalah saat ini, tetapi ternyata ada pengaruh kenangan masa lalu yang juga berperan besar. Kenangan masa lalu yang baik maupun buruk ini lebih dikenal dengan istilah Inner Child. Banyak yang tidak mengetahui bahwa peristiwa di masa anak-anak terutama pada usia 6-7 tahun adalah masa dimana mereka menyerap segala kejadian dan dapat membuat kenangan atau memori yang akan terus ikut tumbuh hingga dewasa, memori ini lah yang akan membentuk Inner Child bagi setiap orang.

Lalu apa itu Inner Child?

Mengutip dari laman Psychology Today, inner child adalah akumulasi peristiwa-peristiwa baik maupun buruk yang dialami anak dan membentuk pribadi mereka hingga dewasa.

Sedangkan menurut kamus Cambridge, inner child adalah bagian dari kepribadian seseorang yang masih bereaksi dan terasa seperti anak kecil.

Ketika seorang anak kecil mengalami trauma atau luka, seharusnya segera disembuhkan sebab apabila tidak dilakukan dengan asuhan yang baik hal ini dapat menyebabkan masalah di masa dewasa seperti sikap mudah marah hingga menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Bagaimana Inner Child bisa terluka?

Ada banyak hal yang mempengaruhi kondisi batin anak hingga menyebabkan trauma, beberapa diantaranya disebabkan oleh cedera emosional seperti berikut:

1. Kehilangan orang tua atau wali

2. Menjadi korban kekerasan/pelecehan baik fisik maupun seksual

3. Penyalahgunaan atau pengabaian emosional

4. Penyakit serius

5. Intimidasi yang parah (bullying)

6. Perpisahan keluarga

Lantas bagaimana ciri-ciri seseorang dengan Inner Child yang terluka?

Seseorang dengan kondisi inner child yang terluka memang tidak bisa dilihat dari segi fisik, tetapi tanda-tanda psikologisnya dapat diketahui diantaranya:

1. Menunjukkan rasa harga diri yang rendah
2. Citra tubuh yang buruk
3. Suasana hati yang tidak stabil dan cenderung emosional
4. Tidak membedakan serius dan bercanda
5. Menjadi seseorang yang bukan dirinya
6. Krisis identitas
7. Menjadi pemberontak/penindas
8. Masalah komitmen
9. Kurangnya kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain
10. Kebohongan berlebihan hingga perilaku criminal

Pada kasus berat inner child yang terluka dan tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu kesehatan mental hingga berujung melukai diri sendiri

Adakah cara untuk mengatasi Inner Child yang terluka?

Ketika menyadari bahwa inner child kita terluka ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya, diantaranya:

1. Mengkoneksikan kembali dengan masa kecil

Salah satu yang dapat dilakukan untuk mendukung cara ini adalah dengan melakukan perjalan waktu melalui khayalan. Bayangkan kembali dan ingat-ingat apa yang membuat luka itu ada dan rangkul sosok kecil kita untuk berani menghadapi trauma-trauma yang menjadi bayangan selama ini.

2. Identifikasi inner child dengan spesifik

Mengidentifikasi inner child dengan spesifik dapat membantu kita menyembuhkan trauma yang terjadi dan berdamai dengan keadaan, beberapa pola yang terjadi pada kebanyakan orang diantaranya:

a. Perasaan disia-siakan: Biasanya muncul akibat tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tuanya akibat kesibukan, hingga kekerasan dalam rumah tangga

b. Merasa penakut: Terlalu banyak kritikan dan sering merasa cemas ketika tidak mendapat dukungan

3. Lebih memperhatikan perasaan 

Ketika memiliki inner child yang cenderung sensitif dan rentan, penting untuk memperhatikan ketakutan dan rasa tidak aman serta kegembiraan dan perasaan takjub yang sering muncul. Tanyakan kembali pada diri sendiri tentang perasaan yang dialami, sehingga akan lebih memperhatikan kebutuhan pribadi.

 

4. Berhati-hati mendengar kritik yang muncul dari dalam diri

Tidak jarang terjadi, ada banyak kritikan kepada kita yang justru muncul dari dalam diri kita sendiri. Pada saat hal ini terjadi, penting untuk mendengarkan suara tersebut karena secara tidak kita sadari itu adalah suara dari inner child kita. Semua suara ini layak didengar untuk memberi mereka ruang dalam membentuk perasaan kita sekarang.



 

 

 

 

Sumber: