Waspada! Tidur di Dekat Gadget dapat Menimbulkan Masalah Kesehatan

Kemajuan teknologi saat ini membuat komunikasi menjadi lebih mudah, bahkan segala sesuatu nya pasti melibatkan gadget baik dalam pekerjaan, pendidikan atau hanya sekedar untuk hiburan. Dampaknya banyak orang yang sulit lepas dari telepon genggam atau gadget dari pagi hingga malam, tidak sedikit juga orang yang terbiasa melihat layar ponsel sebelum tidur.

Momen sebelum tidur biasanya dimanfaatkan untuk orang-orang melihat sosial media, cek email atau hanya sekedar bermain game dan mendengarkan musik. Bahkan banyak orang yang terbiasa langsung melihat ponsel saat bangun tidur atau menggunakan alarm dalam ponsel. Hal ini yang akhirnya membuat banyak dari kita yang meletakkan ponsel atau gadget di dekat tempat tidur bahkan di atas atau bawah bantal.

Namun ternyata meletakkan gadget di dekat tempat tidur dapat berdampak buruk bagi kesehatan, para ahli menganjurkan untuk meletakkan ponsel beberapa meter dari tempat tidur hal ini untuk meminimalisir kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Berikut bahaya yang dapat ditimbulkan dari meletakkan gadget dekat dengan tempat tidur:

Gangguan Tidur

Blue light yang dikeluarkan oleh ponsel atau gadget lain menurut penelitian dapat mengganggu ritme sirkadian dan menghambat produksi hormon melatonin yang membuat kita mengantuk. Ritme sirkadian merupakan jam internal yang mengatur proses penting fungsi tubuh seperti mengatur waktu bangun dan tidur. Ketika memainkan ponsel sesaat sebelum tidur hal ini bisa menyebabkan tubuh salah mendeteksi cahaya dari layar ponsel. Alhasil, hormon melatonin yang seharusnya diproduksi dalam jumlah lebih banyak saat malam hari menjadi berkurang dan menyebabkan tidak mengantuk.

Risiko Terbakar

Meletakkan ponsel di bawah bantal dapat memicu risiko kebakaran. Hal ini terbukti oleh kejadian yang dialami seorang remaja di Texas, Amerika Serikat, pada 2014. Menurut Layanan Pemadam Kebakaran, baterai pada ponsel dapat memicu risiko kebakaran bila tidak digunakan dengan benar, misalnya mengisi daya secara berlebihan, terjadi korsleting, rusak atau terendam air. Adapun beberapa brand ponsel yang memang menuliskan bahwa ada risiko kebakaran jika gadget tertutup selimut atau bahan tebal lainnya di dalam manual book.

Risiko Terpapar Radiasi

Secara umum ponsel memang diketahui memancarkan radiasi karena perangkat ini menggunakan frekuensi radio untuk dapat berfungsi. Misalnya, pada ponsel generasi kedua sampai keempat memancarkan frekuensi radio dalam rentang 0,7-2,7 GHz. Dikutip dari laman National Cancer Institute (NCI) semua frekuensi tersebut termasuk dalam rentang spektrum non-ionisasi artinya frekuensi rendah dan energi rendah. Jadi, sebenarnya radiasi yang dipancarkan dari ponsel tidak menyebabkan kanker pada manusia. Namun,NCI mencatat penggunaan ponsel secara masif dan luas seperti saat ini tidak menutup kemungkinan meningkatkan sedikit risiko terjadinya paparan radiasi yang memicu kanker pada pengguna.

 



 

 

 

Sumber:

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait