Waspada Happy Hypoxia Pada Penderita Covid-19

Waspada Happy Hypoxia Pada Penderita Covid-19

Penderita Covid-19 memiliki gejala beragam baik ringan hingga berat, namun yang umum dirasakan adalah sesak nafas. Kondisi ini terjadi ketika adanya kekurangan kadar oksigen dalam darah. Tetapi ternyata tidak semua pasien merasakan gejala sesak nafas ketika hal itu terjadi. Ada beberapa yang merasakan dirinya baik-baik saja padahal sudah mengalami hypoxia dalam tubuhnya, hal ini umum disebut dengan Happy Hypoxia atau Silent Hypoxemia dan dari studi yang dilakukan, 62% pasien Covid-19 berat dan 46% yang diintubasi/ ICU/ meninggal dunia tidak ada keluhan sesak nafas namun ditemukan adanya hypoxia.

Lalu apa yang disebut dengan Happy Hypoxia?

Happy Hypoxia adalah kondisi di mana pasien tidak merasakan keluhan apa-apa, namun kadar oksigen di dalam darahnya sangat rendah bahkan berisiko gagal organ. Kondisi ini sangat berbahaya karena pasien akan mendadak jatuh ke kondisi kritis tanpa ada gejala sebagai peringatan.

Bagaimana happy hypoxia bisa terjadi?

Sejauh ini belum diketahui dengan pasti penyebabnya tetapi ada beberapa hal yang memungkinkan terjadinya Happy Hypoxia pada penderita Covid-19, diantaranya:

        1. Toleransi terhadap penurunan kadar oksigen darah
        2. Sumbatan pembuluh darah mengganggu respon pernafasan
        3. Usia tua dan diabetes dapat menjadi faktor penyebab respon pernafasan akibat hipoksia berkurang
        4. Covid-19 mampu menyerang sistem saraf dan menyebabkan gangguan pada respon sesak

Mengapa pasien Covid-19 dapat mengalami penurunan kadar oksigen darah?

Terdapat dua kondisi yang sering terjadi pada penderita Covid-19 yang mengalami penurunan kadar oksigen darah, yaitu:

        1. Infeksi Covid-19 dapat menyebabkan pembekuan di pembuluh darah paru yang nantinya akan menjadi sumbatan hal ini lah yang akan memicu penurunan kadar oksigen darah.
        2. Pada kasus infeksi Covid-19 berat akan menyebabkan peradangan di paru dan berujung pada kerusakan organ tersebut sehingga tidak dapat bekerja optimal hal ini lah yang akan memicu penurunan kadar oksigen dalam darah.

Meskipun happy hypoxia berbahaya karena tidak menunjukkan gejala sesak nafas, tetapi menurut dr Erlina Burhan Msc, SpP dalam siaran youtube BNPB (16/9/20) ada beberapa tanda-tanda yang bisa diwaspadai. Berikut ulasannya:

      1. Bila gejala bertambah, karena gejala Covid-19 bervariasi seperti hanya anosmia dan pusing tetapi jika semakin hari bertambah berat maka perlu diwaspadai.
      2. Bila batuk menetap, jika hal ini terjadi wajib diwaspadai karena bisa menjadi salah satu ciri kelainan di paru sudah cukup luas
      3. Bila pasien makin melemah
      4. Bila warna bibir atau ujung jari mulai kebiruan

Hal yang perlu diketahui oleh pasien Covid-19 terutama yang menjalani sosialisasi mandiri di rumah adalah kadar saturasi oksigen normal dengan demikian akan membantu mencegah terjadinya Happy Hypoxia, berikut adalah rentan kadar oksigen dalam darah:

      1. Saturasi oksigen darah normal : 95-100%
      2. Saturasi oksigen darah yang dianggap berbahaya : 80-85%
      3. Saturasi oksigen darah pasien Covid-19 : 62-68%

Happy Hypoxia ini lebih sering menyerang pasien-pasien yang melakukan isolasi mandiri dirumah, karena banyak dari mereka yang merasa baik-baik saja tapi ternyata sudah mengalami hypoxia. Untuk itu dr Erlina juga menyarankan agar setiap penderita Covid-19 memiliki oximeter untuk mengontrol kadar oksigen darah tetapi penggunaannya tidak boleh sembarangan dan hanya diperuntukan bagi pasien Covid-19 bukan orang sehat atau tanpa gejala.

 



 

Sumber:

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »