You are currently viewing Waspada Cacar Monyet ! Ketahui Penyebab, Gejala & Cara Menghindarinya

Waspada Cacar Monyet ! Ketahui Penyebab, Gejala & Cara Menghindarinya

Cacar monyet merupakan penyakit infeksi karena MPXV atau Monkeypox virus yang tergolong dalam Orthopoxvirus, cabang keluarga Poxviridae, serupa dengan virus pemicu smallpox. Penyakit ini dapat menular lewat binatang namun dengan gejala lebih ringan. 

Penyebab Cacar Monyet Hingga Penyebarannya

Berikut ini merupakan ringkasan penyebab terjadinya penyakit cacar satu ini, mulai ditemukannya pada monyet sampai penyebaran pada manusia di berbagai negara.

  • Awal Mula Ditemukan pada Hewan

Penyakit ini langka dan awal mula ditemukan yakni di Denmark tahun 1958 sewaktu 2 wabah penyakit layaknya cacar berlangsung menginfeksi koloni kera peliharaan penelitian. Jadi, dari itulah Monkeypox.

  • Awal Mula Ditemukan pada Manusia

Penemuan gejala cacar monyet terawal pada manusia terjadi di Republik Demokratik Kongo, Afrika Tengah saat tahun 1970 sewaktu masa upaya intensif guna menyembuhkan cacar. 

  • Penyebaran ke Berbagai Negara

Penyakit ini dilaporkan menjangkit orang-orang dalam sejumlah negara Afrika tengah hingga menyebar ke negara lain. 

Hal ini berkaitan dengan travel internasional atau pengimporan hewan di Amerika Serikat, Inggris, Israel, dan Singapura.

  • Perhatian Global

Penyakit ini menjadi kendala kesehatan yang menjelma jadi perhatian global di tengah Covid-19 dan hepatitis. WHO mendata 140 lebih kasus suspek serta terdeteksi dalam beberapa negara Eropa, Amerika, serta Oceania ketika Mei 2022. 

Cara Penularan Penyakit Cacar Monyet

Penularan virus ini dapat lewat hewan yang telah terinfeksi, khususnya monyet serta hewan pengerat seperti tikus. Tidak hanya itu, cacar ini mayoritas juga dapat menular lewat kontak dari kulit ke kulit atau dekat dengan mereka yang mempunyai lesi karena virus.

Periode inkubasi virus atau durasi dari infeksi hingga munculnya gejala monkeypox lazimnya 6 sampai 16 hari. Namun, bisa juga sekitar 5 sampai 21 hari. Berikut merupakan cara penularan dari penyakit cacar monyet: 

  • Kontak langsung yang disebabkan oleh gigitan dan cakaran hewan terinfeksi. 
  • Mengonsumsi daging hewan yang telah terinfeksi. 
  • Barang atau benda terkontaminasi. 
  • Virus yang memasuki tubuh lewat saluran pernapasan, luka terbuka, hingga selaput lendir mata, mulut, atau hidung. 
  • Cara penularan manusia ke manusia yang lain yakni lewat kontak langsung melalui bahan lesi atau cairan tubuh, serta kontak tidak langsung melalui bahan lesi.
  • Virus cacar monyet ini bisa sembuh atau terisolasi 2 kali dari hewan di alam. 

Dewasa ini pula dijelaskan bahwa penyakit monkeypox timbul disebabkan hubungan seks sesama jenis, khususnya laki-laki dengan laki-laki. Namun studi membantahnya, lalu menyatakan jika monkeypox tidaklah penyakit homoseksual, layaknya HIV dan AIDS. 

Walaupun demikian, virus bisa menyebar sewaktu kontak seksual bersama mereka yang telah terinfeksi atau berhubungan intim di atas tempat tidur yang terkontaminasi virus. Intinya, siapapun bisa saja berisiko tertular penyakit monkeypox

Gejala Monkeypox

Gejala cacar monyet pada manusia serupa dengan cacar biasa namun lebih cenderung ringan. Perbedaan  utama antara tanda-tanda cacar biasa dengan monkeypox adalah adanya pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati. Di bawah ini adalah penjelasan singkatnya: 

  • Fase Prodromal

Berdasarkan Kemenkes RI dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC), fase prodromal atau gejala awal yang merupakan pertanda seseorang tertular virus monkeypox antara lain: 

  • Sakit kepala hebat 
  • Kelelahan dan lemas
  • Demam
  • Sakit punggung
  • Nyeri otot
  • Panas dingin
  • Pembengkakan kelenjar getah bening atau limfadenopati yang terasa pada ketiak, leher, atau selangkangan. 
  • Fase Erupsi

Masa ini berlangsung ketika 1 sampai 3 hari, atau dapat lebih lama sesudah fase prodromal. Dalam fase erupsi, muncul lesi atau ruam kulit. Umumnya, lesi atau ruam ini berangkat dari wajah, kemudian menyebar pada bagian tubuh lain secara bertahap. 

Lantas, lesi atau ruam kulit tersebut dapat berproses mulai bintik merah layaknya cacar atau maculopapular, melepuh berisi nanah atau cairan bening, kemudian keropeng atau mengeras sampai akhirnya rontok. 

Nah, gejala ini dapat berlangsung dari 2 sampai 4 minggu hingga lesi menjadi hilang atau rontok. 

Pengobatan Monkeypox

Pada umumnya, cacar monyet merupakan tipe penyakit yang dapat otomatis sembuh. Mengenai pengobatan spesifiknya untuk penyakit ini pun belumlah ada. 

Penyakit cacar ini bisa didiagnosis dengan tepat lewat pemeriksaan laboratorium rujukan melalui pertimbangan penyakit ruam, contohnya cacar air, smallpox, campak, kudis, infeksi kulit karena bakteri, sifilis, serta alergi akan obat.

Contoh diagnostik optimal asalnya dari lesi. Apabila telah terinfeksi, maka pengobatan berguna sebagai pereda gejala atau simptomatis serta suportif. 

Cara Menghindari Cacar Monyet

Meskipun belum ada penderita satupun di Indonesia, tiada salahnya melakukan pencegahan. Sebab, jika monkeypox diderita oleh anak-anak, maka penyakit tersebut dapat lebih parah karena  daya tahan tubuh anak masihlah rentan.

Lazimnya, orang-orang yang tingkat rentannya tinggi terhadap monkeypox merupakan mereka yang menginjak usia lebih muda. Pada negara di Afrika serta negara lainnya, kasus terlapor hanya kurang dari 10 persen, yang sebagian besar penderitanya ialah anak-anak. 

Maka dari itu, penting untuk mencegah penyakit cacar yang satu ini melalui sejumlah cara, sebagai berikut ini:

  • Menghindari kontak bersama hewan yang berpotensi menjadi penyebar virus, khususnya hewan buas, primata, tikus, hewan sakit, sampai hewan mati. 
  • Menghindari kontak fisik bersama orang terinfeksi cacar monyet maupun material terkontaminasi. Contohnya mulai tempat tidur sampai pakaian yang dikenakan pengidap penyakit ini. 
  • Membatasi konsumsi daging atau darah yang dimasak ala kadarnya, begitu juga dengan daging buruan yang berasal dari hewan liar atau bushmeat.
  • Menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Membiasakan penjagaan kebersihan tangan dengan baik selesai kontak bersama manusia atau hewan terinfeksi. Contohnya yakni mencuci tangan menggunakan air bersih dan sabun serta hand sanitizer.
  • Menggunakan APD atau alat pelindung diri ketika sedang merawat pengidap penyakit monkeypox.

Walaupun sampai awal Juni tahun 2022, cacar monyet belumlah ditemukan di negara Indonesia, namun terdapat beberapa negara, termasuk tetangga yakni Singapura telah melaporkan adanya kasus penyakit ini. Sedangkan pada sejumlah negara luar Afrika yang mencatat adanya monkeypox adalah Inggris, Amerika Serikat, Israel, Belgia, Australia, Kanada, Jerman, Prancis, Italia, Portugal, Belanda, Spanyol, Swiss, Swedia, serta Austria. 

Jika menemukan sejumlah tanda-tanda monkeypox, khususnya selesai melakukan traveling dalam area terjangkit penyakit ini, maka sebaiknya segeralah ke Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin untuk dilakukan pemeriksaan. 

Bagi anak-anak sangat disarankan untuk mendapatkan vaksinasi cacar air. Karena kedua penyakit cacar tersebut saling berkaitan satu sama lain. Dengan demikian, vaksinasi cacar air mampu memberi proteksi melawan penyakit monkeypox

Sumber

https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/about.html

https://covid19.kemkes.go.id/situasi-infeksi-emerging/frequently-asked-questions-faq-monkeypox

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox