You are currently viewing Simak Penyebab Glaukoma & Pengobatannya

Simak Penyebab Glaukoma & Pengobatannya

Mata merupakan salah satu organ tubuh yang memiliki fungsi sangat penting bagi manusia. Maka dari itu kita perlu menjaga kondisi mata agar dapat selalu berfungsi dengan baik dan terhindar dari berbagai penyakit seperti glaukoma

Apa Itu Glaukoma ?

Penyakit mata jenis ini merupakan suatu kondisi dimana terjadinya kerusakan pada saraf mata akibat adanya tekanan yang tinggi dalam bola mata. Jika dibiarkan, penderitanya bahkan dapat mengalami kebutaan. 

Mata memiliki beberapa bagian penting salah satunya yaitu aqueous humour yaitu cairan alami pada mata yang berfungsi untuk menjaga bentuk mata, mensuplai nutrisi, dan juga membersihkan kotoran yang mengalir melalui bilik mata depan dan keluar melalui trabecular meshwork

Jika aqueous humour ini diproduksi secara berlebihan, maka penumpukan cairan pun dapat terjadi kapan saja dan menyebabkan adanya tekanan yang tinggi pada bola mata hingga merusak saraf mata.

Glaukoma memiliki beberapa jenis, namun terdapat 2 jenis yang cukup umum terjadi di masyarakat, yaitu:

  • Sudut terbuka, terjadi akibat trabecular meshwork tersumbat sebagian
  • Sudut tertutup, terjadi akibat trabecular meshwork tersumbat sepenuhnya

Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kebutaan tertinggi di dunia setelah katarak.

Penyebab Glaukoma

Sekilas sudah dijelaskan sebelumnya bahwa penyebab utama terjadinya kondisi semacam ini ialah karena adanya tekanan pada bola mata akibat cairan yang menumpuk. Nyatanya banyak hal yang dapat menyebabkan seseorang mengalami kondisi ini, diantaranya : 

  • Sering beraktivitas di ruangan gelap

Aktivitas seperti membaca buku atau bermain handphone di ruangan yang kurang cahaya atau bahkan gelap tidak baik untuk kondisi mata. Hal ini karena mata perlu bekerja lebih keras untuk melihat suatu objek.

  • Sering menggunakan obat tetes mata

Penggunaan obat tetes mata yang berlebihan dapat menyebabkan terjadinya penumpukan cairan yang berlebihan pada mata. Sebaiknya menggunakan obat tetes mata sesuai aturan pakai atau saran dari dokter. 

  • Stres

Stres yang dialami seseorang dapat mempengaruhi kondisi tubuh tidak terkecuali mata.

  • Konsumsi obat tertentu

Mengonsumsi  obat tertentu seperti obat antidepresan, flu atau antihistamin yang berlebihan dapat memicu seseorang mengalami glaukoma.

  • Katarak

Gangguan mata seperti katarak juga dapat memicu terjadinya penumpukan cairan pada mata 

  • Gangguan lensa ektopik
  • Diabetes retinopati

Seorang penderita diabetes juga dapat mengalami glaukoma

  • Pembuluh darah di mata menyempit

Menyempitnya pembuluh darah pada mata tentu akan membuat mata mengalami tekanan berlebih.

  • Radang mata
  • Tumor

Kondisi khusus seperti adanya tumor di sekitar mata tentunya dapat menyebabkan bola mata mengalami tekanan yang tinggi akibat tumor yang terus bertumbuh .

  • Genetik

Faktor genetik juga dapat menjadi salah satu penyebab seseorang mengalami glaukoma. Seseorang yang memiliki keluarga dengan riwayat penyakit ini tidak menutup kemungkinan akan mengalami kondisi yang sama.

Tanda-tanda dan Gejala Glaukoma

Penyakit ini memiliki beberapa gejala yang umum, seperti:

  • Sakit pada mata
  • Sakit kepala hebat
  • Penglihatan kabur
  • Mual dan muntah
  • Melihat bayangan di sekitar objek yang dilihat
  • Mata merah
  • Bola mata terlihat berkabut atau berwarna keruh
  • Penglihatan menyempit perlahan-lahan

Jika mengalami gejala di atas, ada baiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis mata agar dapat segera mendapatkan pengobatan.

Jenis Pengobatan 

Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa pada umumnya glaukoma tidak dapat disembuhkan. Namun, jangan khawatir gejala dan perkembangan penyakit ini tetap dapat dikendalikan dengan berbagai pengobatan. Jika mengalami kondisi seperti ini, terdapat berbagai pilihan pengobatan yang dapat dilakukan, yaitu:

  • Obat Tetes Mata

Jika masih dalam tahap ringan, biasanya dokter akan menganjurkan penggunaan obat mata khusus yang berfungsi untuk menurunkan tekanan bola mata dan mencegah terjadinya kerusakan berlebih pada saraf optik mata.

Untuk mendapatkan obat mata ini tentunya harus melalui resep dokter karena tidak dijual bebas di pasaran. Dokter akan menyesuaikan dosis yang diberikan berdasarkan tingkat parahnya kondisi. 

Terdapat beberapa jenis obat tetes mata yang umum diberikan oleh dokter untuk mengurangi tekanan pada bola mata, diantaranya: 

  1. Golongan Analog Prostaglandin
  2. Golongan Agen Kolinergik atau miotik
  3. Golongan Inhibitor Rho Kinase
  4. Golongan Oksida Nitrat

Sementara jenis obat tetes mata untuk mengurangi jumlah cairan pada mata, diantaranya:

  1. Golongan Antagonis β-adrenergik
  2. Golongan Inhibitor Karbonik Anhidrase
  3. Golongan Agonis Alfa-adrenergik

Pengobatan dengan obat tetes mata ini dapat dengan ampuh mencegah penyakit ini menjadi semakin parah.

  • Obat Oral

Selain obat luar seperti obat tetes mata, dokter juga biasanya akan memberikan obat yang perlu diminum. Terdapat dua pilihan obat oral yang biasanya digunakan, diantaranya: 

  1. Golongan inhibitor karbonik anhidrase

Obat ini hanya digunakan untuk terapi singkat bagi penderita penyakit ini. Namun ada pula dokter yang memberikan obat ini untuk jangka panjang pada pasien yang tidak memungkinkan mendapatkan tindakan operasi juga tidak mengalami perubahan menggunakan obat tetes mata.

  1. Golongan hiperosmotik

Obat ini bekerja dengan menarik cairan pada bola mata ke dalam pembuluh darah. Pemberian obat ini dilakukan pada kasus akut dan untuk jangka waktu yang singkat.

Efek samping yang dihasilkan obat ini lebih tinggi dibandingkan obat tetes mata. Itulah mengapa pengobatan jenis ini kurang direkomendasikan pada pengobatan penyakit ini.

  • Laser

Pengobatan jenis ini biasanya dilakukan jika obat-obatan dan prosedur tanpa operasi lainnya tidak membuahkan hasil dalam menurunkan tekanan pada bola mata. Terdapat dua jenis pengobatan laser yang dapat dilakukan, yaitu :

  1. Trabekuloplasti

Tindakan semacam ini biasanya dilakukan pada penderita penyakit ini dengan sudut terbuka. Laser akan membantu membuat sudut yang dapat bekerja secara lebih maksimal.

  1. Iridotomi

Tindakan ini dilakukan untuk penderita dengan kondisi sudut tertutup. Iris mata akan dilubangi menggunakan sinar laser agar cairan dapat mengalir dengan lebih baik. 

  • Operasi 

Tindakan operasi merupakan tindakan terakhir jika kondisi mata pasien tidak dapat membaik setelah melakukan berbagai pengobatan seperti di atas. Operasi ini biasanya memakan waktu 45 sampai 75 menit.

Tindakan yang biasanya dilakukan, diantaranya:

  1. Trabekulektomi 

Yaitu dengan membuat sayatan kecil pada bagian putih mata dan pembuatan kantong di daerah konjungtiva (bleb). Dengan begitu, kelebihan cairan pada mata bisa mengalir lewat sayatan tersebut menuju kantong bleb kemudian akan diserap tubuh.

  1. Alat drainase tambahan 

Yaitu dengan memasang implan seperti pipa yang bertujuan untuk membantu mengalirkan cairan berlebih pada mata.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai glaukoma. Selalu jaga kondisi mata dengan pola hidup yang benar agar terhindar dari penyakit yang satu ini. Jika Sahabat Kaef atau anggota keluarga memiliki tanda dan gejala glaukoma di atas, segeralah berbicara dengan dokter guna mendapatkan penanganan yang tepat. 

Sumber

https://www.webmd.com/eye-health/glaucoma-eyes#:~:text=Most%20people%20with%20glaucoma%20have,keep%20the%20sight%20you%20have.

https://ciputrahospital.com/penyakit-mata-glaukoma/

http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/glaukoma-101