Sering Migrain? Begini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Padatnya pekerjaan dan aktivitas sehari-hari terkadang menimbulkan efek terhadap kesehatan baik yang dirasakan langsung maupun tidak. Salah satu yang sering dirasakan adalah migrain, meskipun pada dasarnya tidak berbahaya namun rasa sakit kepala satu ini membuat seseorang menjadi tidak nyaman dan menghambat kegiatan sehari-hari.

Migrain merupakan sakit kepala tipe vaskular yang ditandai dengan rasa sakit yang tajam dan berdenyut pada salah satu sisi kepala. Meskipun migrain lebih sering terjadi secara tiba-tiba (migrain tanpa aura), banyak penderita yang memiliki gejala sebelum timbulnya rasa sakit (migrain dengan aura). Gejala tersebut biasanya berlangsung beberapa menit seperti penglihatan yang terasa kabur atau gelap, rasa cemas, kelelahan, pemikiran terganggu, dan mati rasa atau kesemutan di satu sisi tubuh.

Lalu secara spesifik apa sebenarnya penyebab migrain?
Penyebab migrain masih belum diketahui secara pasti, namun dikutip dari beberapa sumber berikut adalah hal-hal yang diduga dapat menyebabkan migrain:

      • Faktor hormon.

Perubahan hormon pada wanita menstruasi dan pengguna pil KB aktif akan lebih berpotensi merasakan migrain.

      • Pola tidur

Migrain dapat terjadi ketika seseorang terlalu banyak tidur atau kurang tidur.

      • Perubahan cuaca

Perubahan tekanan udara, angin yang terlalu kencang, badai atau perubahan ketinggian dapat memicu migrain.

      • Konsumsi makanan dan minuman tertentu

Makanan seperti coklat, keju, bir, dan anggur mengandung histamin dan/atau senyawa lain yang dapat memicu migrain pada individu yang sensitif dengan menyebabkan pembuluh darah melebar.

      • Faktor pemicu lain

Stress dan kelelahan turut bisa memicu migrain pada sebagian pengidap.

Walaupun migrain tidak menyebabkan kerusakan permanen namun akan sangat mengganggu jika tidak diatasi segera mungkin.

Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi migrain:

      • Mengubah pola makan

Beberapa orang menyadari bahwa makanan tertentu dapat memicu migrain yang mereka alami, sehingga mengubah pola makan, merubah porsi dan menghindari makanan-makanan tersebut sangat dianjurkan untuk mencegah migrain.

      • Manajemen stres

Stres adalah pemicu umum migrain, dengan melakukan manajemen stres yang baik seperti melakukan olahraga, meditasi atau melakukan tindakan positif lain dapat menghindarkan seseorang terkena migrain.

      • Istirahat di ruangan yang gelap dan sepi

Banyak orang yang menderita migrain menyatakan kepekaan terhadap cahaya dan suara dan membuat sakit kepala yang mereka rasakan lebih menyakitkan. Paparan cahaya mengaktifkan sel-sel ipRGC dan sel-sel yang mengirimkan rasa sakit. Para peneliti berteori bahwa mekanisme itu bisa menjadi alasan sakit kepala semakin parah dalam cahaya dan membaik 20 hingga 30 menit setelah berada dalam kegelapan. Maka beberapa dokter menyarankan untuk tidur di tempat yang gelap dan sepi saat migrain menyerang agar dapat membantu mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

      • Menggunakan kompres hangat atau dingin 

Ketika migrain, letakkan kompres hangat atau dingin di dahi atau area leher. Kompres dingin dapat memberi efek mati rasa dan merangsang saraf sedangkan kompres hangat dapat membantu mengendurkan otot yang tegang. Pastikan untuk melindungi kulit dengan kain dan tidak ada kebocoran untuk mencegah iritasi kulit.

      • Minum banyak air putih

Dehidrasi dapat menjadi pemicu sakit kepala ketika seseorang terserang migrain. Begitu migrain datang, membuat tubuh tetap terhidrasi dapat membantu mempersingkat durasi serangan sehingga sangat disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih ketika migrain menyerang.

 

 



 

 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait