You are currently viewing Rematik : Penyebab , Gejala & Cara Mengobatinya

Rematik : Penyebab , Gejala & Cara Mengobatinya

Rematik bisa terjadi kepada siapa saja. Salah satu penyebabnya karena sistem imun mengalami kerusakan yang membuatnya menyerang sel-sel lain dalam tubuh. Akibatnya, sendi akan terasa nyeri ketika digerakkan. 

Untuk mencegah terkena penyakit ini, perlu mengetahui tentang penyebab, gejala, serta pengobatan yang mungkin dilakukan bagi para penderita. 

Cari Tahu Dulu Penyebab Rematik

Rheumatoid arthritis (RA) atau biasa disebut dengan rematik merupakan peradangan yang terjadi pada sendi dan menimbulkan rasa nyeri yang tidak nyaman dan mengganggu.  

Penyakit ini biasanya menyerang kedua sisi sendi di bagian lutut, pergelangan kaki, atau tangan. Namun, ada pula bagian lain yang terkena rematik  ini yaitu jantung, mata, paru-paru, hingga sistem peredaran darah. 

Rematik  paling banyak disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh yang merusak sendi dan biasa disebut sebagai sinovium. Namun, secara pasti, penyebab rematik masih tidak diketahui. Sebagian tenaga medis berpendapat jika rematik  bisa terjadi karena hormon, masalah genetik, atau faktor lingkungan seperti adanya virus atau bakteri. 

Gejala Rematik yang Harus Diwaspadai

Di awal terkena rheumatoid arthritis, nyeri akan muncul ketika menekan sendi yang sakit. Tidak ada pembengkakkan atau warna merah, seakan itu sakit yang biasa. 

Namun, lambat laun ketika sudah mulai parah, gejala rematik dapat ditunjukkan dengan beberapa hal. Di antaranya: 

  • Nyeri yang dirasakan pada sendi-sendi tubuh ketika ditekan akan berlangsung lama sekitar 6 minggu atau bahkan lebih. 
  • Bengkak mulai terlihat di bagian sendi yang terkena dan tidak sedikit yang memicu kekakuan pada otot. 
  • Setiap pagi, sendi yang terkena rematik  akan mengalami kekakuan selama kurang lebih 30 menit. 
  • Ada banyak sendi yang terkena akibatnya, misal kedua sendi tangan, kemudian sendi lutut, dan sekitarnya. 
  • Umumnya, bagian pergelangan tangan atau pergelangan kaki yang terkena rematik  terlebih dulu. Baru setelah itu, menjalar ke sendi-sendi besar lainnya. 
  • Tidak hanya satu, tetapi kedua sendi yang sama akan terkena efeknya. Misal, kedua sendi pergelangan tangan akan terasa nyeri dan bengkak di saat bersamaan. 
  • Ada yang mudah lelah ketika terkena rematik
  • Demam ringan dapat terjadi kepada penderita yang memiliki gejala rematik . 

Gejala yang dialami tersebut tidak bisa tampak tanpa adanya diagnosis yang tepat dari tenaga medis. Maka, ketika merasakan gejala-gejala tersebut, segeralah pergi ke dokter untuk memeriksakannya dan segera memperoleh pengobatan. 

Biasanya, dokter yang sudah memperoleh pelatihan khusus terkait pengobatan rheumatoid arthritis ini, akan mampu membuat diagnosis dengan cara terbaik dan tepat, dengan memanfaatkan riwayat kesehatan pasien, melakukan pemeriksaan fisik, hingga melakukan tes laboratorium. 

Riwayat Kesehatan

Pertanyaan umum yang akan dikonfirmasi oleh dokter biasanya berupa: 

  • Gejala apa yang dirasakan oleh pasien, apakah hanya berupa nyeri atau ada keluhan terkait bengkak. 
  • Kapan mulai mengalami rasa nyeri di sendi-sendi tertentu tersebut. 
  • Apakah rasa kaku terus muncul setiap pagi atau hanya sekali? 
  • Seberapa parah rasa nyeri yang dirasakan? 
  • Apakah ada anggota keluarga yang mengalami penyakit RA ini? 
  • Apakah memiliki penyakit autoimun. 

Hasil dari pertanyaan tersebut akan mendukung proses diagnosis dokter. Selain itu, dokter juga bisa mengecek rekam medis pasien dari pemeriksaan sebelum-sebelumnya. 

Pemeriksaan Fisik

Usai memperoleh jawaban dari pertanyaan yang diajukan, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter akan menyentuh bagian tubuh yang dikeluhkan untuk menemukan nyeri yang dimaksud, melihat seberapa parah pembengkakkan yang terjadi, serta kekakuan otot-ototnya. 

Tes Laboratorium

Bila dari pemeriksaan satu dan dua masih belum memperoleh hasil yang meyakinkan, dokter akan meminta untuk melakukan tes laboratorium. Tujuannya untuk mengecek peradangan yang ada di sistem peredaran darah atau menemukan protein darah (antibodi) yang berhubungan dengan rematik

Selain tes darah, dokter juga bisa melakukan tes tambahan seperti MRI, ultrasound, pemindaian sinar-x. Tujuannya untuk menemukan sendi yang sudah mengalami aus dan menimbulkan rasa nyeri ketika ditekan. 

Bila peradangan tidak ditemukan ketika menjalankan tes pencitraan, bisa saja rematik  belum sampai merusak bagian tulang dan masih di tahap awal. 

Pengobatan yang Harus Dilakukan

Dalam mengobati rematik, obat-obatan tertentu lebih sering digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi bengkak. Namun, hal ini akan bergantung dari hasil tes yang dilakukan sebelumnya. 

Umumnya, obat yang diberikan pun tidak hanya satu, tetapi terdiri dari beberapa macam. Sebab, ada banyak sekali obat yang bisa dipakai untuk mengurangi rasa nyeri pada sendi, menghentikan peradangan, serta memperlambat pertumbuhan rematik agar tidak semakin parah. 

Nah, berikut obat-obatan yang bisa dipakai untuk mengobati rheumatoid arthritis, meliputi:

Obat Anti Inflamasi Non Steroid (Nsaid)

Obat jenis ini digunakan untuk mengurangi rasa sakit serta peradangan. Obat-obatan yang masuk dalam jenis ini, seperti:

  • Aspirin.
  • Naproxen. 
  • Ibuprofen.

Cox-2 Inhibitor

Digunakan untuk memperlambat dan merupakan jenis lain dari NSAID. 

Namun, Inhibitor COX-2 mempunyai efek samping berupa, perdarahan lebih sedikit di perut daripada penggunaan NSAID biasa.

Kortikosteroid

Nama lain obat ini adalah steroid yang banyak digunakan untuk meredakan rasa nyeri dan mengurangi peradangan pada sendi yang terkena RA. 

Obat Antirematik Pemodifikasi Penyakit (Dmards)

Berbeda dari NSAID, DMARD dapat dimanfaatkan untuk memperlambat perkembangan penyakit dengan cara memodifikasi sistem kekebalan tubuh. 

Dokter mungkin akan meresepkan DMARDs dengan kombinasi dari steroid atau obat lain yang dapat mengurangi rasa nyeri. 

Janus kinase (JAK) inhibitor

Obat ini adalah tipe lain dari jenis DMARD. Biasanya, ahli reumatologi akan memasukkan obat ini ke dalam resep ketika metotreksat tidak cukup untuk mengobatinya. 

Selain menggunakan obat-obatan tersebut, ahli reumatologi mungkin akan menyarankan untuk melakukan terapi untuk mengurangi rasa nyeri, mengurangi pembengkakkan, serta memperlambat pertumbuhan penyakit ini agar tidak menjalar ke bagian sendi lainnya. Adapun penggunaan obat-obatan dalam menangani rematik juga harus berdasarkan rekomendasi atau resep dokter.

Efek untuk Kesehatan Tubuh

Rheumatoid arthritis yang dibiarkan tanpa adanya pengobatan, akan memberikan efek bagi kesehatan tubuh. Seperti: 

  • Mata mulai terasa kering, merasakan nyeri, dan muncul peradangan. Mata pun mulai kesulitan dalam melihat dan terlalu peka dengan cahaya. 
  • Mulut mengalami radang pada gusi, iritasi, atau bahkan infeksi. 
  • Muncul benjolan berukuran kecil di bagian bawah kulit yang mengalami rheumatoid arthritis.
  • Terjadi peradangan pada paru-paru yang mengakibatkan mengalami sesak napas. 
  • Terjadi peradangan pada bagian pembuluh darah yang mengakibatkan terjadinya kerusakan pada bagian saraf, kulit, maupun organ tubuh lainnya. 
  • Muncul peradangan di jantung yang dapat merusak bagian otot-ototnya. 

Nah, usai mengetahui tentang penyebab maupun gejala dari rematik, kini saatnya untuk menjaga diri agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit ini. Salah satu pencegahannya dengan rajin berolahraga. Namun, pastikan teknik yang dipakai selama olahraga juga tepat agar tidak menimbulkan peradangan lainnya. 

Jika Sahabat Kaef menunjukkan gejala rematik yang berpengaruh pada kesehatan sendi dan menimbulkan rasa nyeri, segera hubungi dokter. Jika mendapatkan resep obat dari dokter, Sahabat Kaef bisa download Kimia Farma Mobile untuk cek kebutuhan medis kamu dengan mudah.

Sumber

https://www.mayoclinichealthsystem.org/locations/mankato/services-and-treatments/rheumatology/rheumatic-diseases

https://www.webmd.com/rheumatoid-arthritis/an-overview-of-rheumatic-diseases

https://rsud.bulelengkab.go.id/informasi/detail/artikel/apa-sebenarnya-rematik-itu-91

https://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/penyakit-rematik-2

#DekatCepatSehat