Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Rematik (rheumatoid arthritis) dan asam urat (gout) adalah dua penyakit radang sendi yang terkadang membuat kebingungan diantara orang-orang karena dikira sama, padahal kenyataannya kedua penyakit ini jelas berbeda walaupun beberapa gejala kendati memiliki kesamaan. 

Rematik merupakan penyakit autoimun yang menyebabkan persendian mengalami peradangan, kaku, nyeri dan bengkak. Jika tidak ditangani, dapat mengakibatkan kerusakan permanen yang bisa mengganggu kualitas hidup seseorang.

Sedangkan asam urat adalah jenis radang sendi yang sangat menyakitkan, yang biasanya mempengaruhi sendi jempol kaki. Bisa juga menyerang bagian atas kaki dan pergelangan kaki, terkadang pula menyerang sendi lain tubuh. Penyakit ini terdeteksi ketika adanya kenaikan kadar asam urat dalam tubuh. Asam urat dapat diperoleh dari makanan, minuman dan mengonsumsi obat-obatan tertentu juga dapat meningkatkan jumlah asam urat dalam tubuh.

Dikutip dari laman Medical News Today rematik lebih sering menyerang wanita dibandingkan laki-laki, sekitar 1,5 juta masyarakat di Amerika Serikat menderita rematik dan kondisi tersebut mempengaruhi wanita hampir tiga kali lebih banyak daripada laki-laki.

Sedangkan, pada kasus asam urat terbukti laki-laki lebih sering terkena jika dibandingkan dengan wanita. Di Amerika Serikat 4% orang dewasanya mengidap asam urat, atau sekitar 6 juta laki-laki dan 2 juta wanita yang mengidap penyakit tersebut.

Di Indonesia sendiri menurut hasil Riskesdas 2018, angka kejadian rematik di Indonesia mencapai 7,30%.

Lalu bagaimana caranya kita membedakan antara asam urat dan rematik?

Secara umum, berikut tanda-tanda khusus untuk mengenali beda asam urat dan rematik:

1. Gejala

    a. Rematik

      • Nyeri ringan, sedang atau berat dan biasanya kaku
      • Dapat mempengaruhi sendi mana saja dan biasanya simetris di kedua sisi tubuh
      • Paling sering terjadi pada persendian kecil tangan, pergelangan tangan, dan kaki
      • Persendian bisa menjadi nyeri, merah dan bengkak

   b. Asam Urat

      • Biasanya terjadi pada kaki, paling sering di pangkal jempol kaki
      • Kemerahan, bengkak dan mengalami nyeri hebat

2. Penyebab

     a. Rematik

Secara umum penyebab pasti rematik belum diketahui, para ilmuwan berpendapat bahwa sebagian kasus berhubungan dengan susunan genetik seseorang dan kondisi itu kemudian dipicu oleh lingkungan sekitar, seperti virus.

     b. Asam Urat

Makanan dan minuman yang tak sehat secara tak langsung dapat menyebabkan asam urat. Tapi akar masalahnya adalah purin, senyawa kimia ini ditemukan pada makanan tertentu.
Makanan yang sarat akan purin termasuk diantaranya daging, terutama jeroan sebagian besar ikan, kerang dan beberapa sayuran. Selain itu roti dan sereal gandum utuh juga mengandung purin. Tubuh mengubah purin menjadi asam urat, kondisi ini dapat terjadi setiap kali ada terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat biasanya dikeluarkan melalui urin, tapi kadarnya yang tinggi dapat membentuk kristal tajam di persendian dan menyebabkan peradangan serta nyeri hebat.

3. Pengobatan

Baik asam urat maupun rematik sebenarnya tidak dapat disembuhkan, namun jika datang ke dokter biasanya akan fokus untuk mengobati penyebabnya selain itu perawatan untuk membantu mengelola gejala, baik untuk kondisi nyeri ataupun saat mengalami peradangan. Pada rematik pengobatannya biasanya ditekankan pada sistem kekebalan tubuh, sedangkan perawatan asam urat akan mencakup obat-obatan yang mencegah penumpukan kristal asam urat



 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »