Panduan Jadwal Minum Obat Saat Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

Panduan Jadwal Minum Obat Saat Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis

Saat Ramadhan seperti sekarang banyak orang yang memilih tetap berpuasa walaupun kondisi tubuh mereka tidak sepenuhnya baik, termasuk orang-orang dengan penyakit kronis menahun seperti hipertensi, diabetes, dan lain-lain. Sebenarnya hal tersebut tidak bermasalah jika sudah melakukan konsultasi dengan dokter sebelumnya. Namun terkadang hal ini mempengaruhi waktu minum obat mereka dan mengakibatkan kondisi menjadi tidak stabil selama berpuasa. Dikutip dari laman Detik, di Indonesia pada setiap pertengahan bulan puasa dan awal lebaran banyak pasien yang dirawat di rumah sakit hal ini dikarenakan tidak terkontrolnya jadwal minum obat rutin mereka. Banyak dari pasien-pasien dengan penyakit tersebut masih tidak memahami bagaimana cara mengubah waktu minum obat yang biasanya dilakukan rutin di siang atau sore hari. Hal lain yang menjadi perhatian para dokter adalah seringnya pasien merubah jadwal minum obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu.

Sebenarnya terdapat beberapa obat yang menurut keputusan bersama para ahli agama dan kesehatan, dimana jalur pemberiannya tidak membatalkan puasa yaitu obat tetes untuk mata, telinga, hidung, obat semprot hidung dan inhaler. Semua macam obat yang diserap melalui kulit (salep, krim, dll), penyuntikan melalui kulit, otot, sendi, atau vena (kecuali infus), oksigen dan gas-gas anestesi (obat bius), obat penyakit jantung angina (tablet nitrogliserin yang diletakkan di bawah lidah), penyegar mulut (spray ataupun cairan yang tidak ditelan), pemasangan spiral pencegah kehamilan, pembersih vagina, obat supositoria (ke dalam vagina atau anus), dan pembedahan dengan anestesi umum jika pasien memutuskan untuk berpuasa.

Sehingga apabila memungkinkan jalur pemberian obat diubah seperti diatas atau ada obat yang memang diberikan dengan cara tersebut dan sesuai dengan diagnosis penyakit kita, sebenarnya masih bisa digunakan sesuai jadwal sebelum berpuasa.
Namun bagaimana jika hanya ada jenis obat oral atau yang diminum saja?

Berikut panduan jadwal minum obat bagi pasien penyakit kronis saat puasa:

1. Obat 1 kali sehari

Jika obat yang diminum memiliki dosis penggunaan 1 kali sehari sebelumnya dan diminum saat pagi hari, maka dapat diubah menjadi ketika setelah makan sahur terutama obat-obat darah tinggi.

2. Obat 2 kali sehari

Obat yang penggunaannya diminum dua kali sehari, diminum saat sahur dan saat berbuka puasa. Hal ini sebenarnya tidak jauh beda dengan aturan minum obat dua kali sehari pada biasanya, dimana interval waktu yang tepat adalah 12 jam. Hanya merubah jam minum obatnya saja.

3. Obat 3 kali sehari

Untuk obat yang diminum tiga kali sehari memang menjadi lebih sulit, karena yang awalnya bisa leluasa meminum obat selama 24 jam dengan interval 8 jam sekali harus disesuaikan karena kita hanya memiliki waktu minum obat selama 10,5 jam dari berbuka puasa sampai sahur. Akan lebih baik untuk konsultasi kepada dokter terlebih dahulu, tetapi apabila aturannya tetap tiga kali sehari maka dapat diminum saat sahur, kemudian berbuka puasa dan malam sebelum tidur sekitar jam 10-11 malam.

4. Obat 4 kali sehari

Sama halnya dengan minum obat tiga kali sehari, anjuran minum obat 4 kali sehari pada saat puasa menjadi sedikit berbeda dengan hari biasa. Jika di hari biasa interval nya 6 jam sekali maka saat puasa tidak demikian karena tak boleh makan dan minum pada siang hari.  Obat yang diminum empat kali sehari pada saat puasa dapat diminum dengan interval 4 jam sekali, yaitu jam 04.00 (saat sahur). 18.00 (sore saat berbuka puasa), 22.00 malam dan 01.00 dini hari.

5. Obat sebelum dan sesudah makan

Obat yang diharuskan diminum sebelum makan dapat diminum 30 menit sebelum makan sahur dan 30 menit sebelum makan saat berbuka puasa. Begitu juga untuk obat yang diminum setelah makan dapat dilakukan 10 sampai 15 menit setelah makan sahur atau berbuka puasa. Jika waktu minum obatnya adalah tengah ,alam maka dapat mengisi perut terlebih dahulu dengan cemilan seperti roti.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

Kegiatan padat yang dilakukan sehari-hari terkadang tanpa sadar menguras banyak energi dalam tubuh dan tidak jarang membuat kita kelelahan hingga mengalami gejala penurunan kesehatan. Banyak

Read More »