Mengenal dan Memahami Inner Child Dalam Diri yang Berdampak Pada Kehidupan Dewasa

Mengenal dan Memahami Inner Child Dalam Diri yang Berdampak Pada Kehidupan Dewasa

Tanpa kita sadari perubahan suasana hati dan kondisi mental saat dewasa yang terjadi setiap harinya bukan hanya semata-mata karena masalah saat ini, tetapi ternyata ada pengaruh kenangan masa lalu yang juga berperan besar. Kenangan masa lalu yang baik maupun buruk ini lebih dikenal dengan istilah Inner Child. Banyak yang tidak mengetahui bahwa peristiwa di masa anak-anak terutama pada usia 6-7 tahun adalah masa dimana mereka menyerap segala kejadian dan dapat membuat kenangan atau memori yang akan terus ikut tumbuh hingga dewasa, memori ini lah yang akan membentuk Inner Child bagi setiap orang.

Lalu apa itu Inner Child?

Mengutip dari laman Psychology Today, inner child adalah akumulasi peristiwa-peristiwa baik maupun buruk yang dialami anak dan membentuk pribadi mereka hingga dewasa.

Sedangkan menurut kamus Cambridge, inner child adalah bagian dari kepribadian seseorang yang masih bereaksi dan terasa seperti anak kecil.

Ketika seorang anak kecil mengalami trauma atau luka, seharusnya segera disembuhkan sebab apabila tidak dilakukan dengan asuhan yang baik hal ini dapat menyebabkan masalah di masa dewasa seperti sikap mudah marah hingga menarik diri dari lingkungan sekitarnya.

Bagaimana Inner Child bisa terluka?

Ada banyak hal yang mempengaruhi kondisi batin anak hingga menyebabkan trauma, beberapa diantaranya disebabkan oleh cedera emosional seperti berikut:

1. Kehilangan orang tua atau wali

2. Menjadi korban kekerasan/pelecehan baik fisik maupun seksual

3. Penyalahgunaan atau pengabaian emosional

4. Penyakit serius

5. Intimidasi yang parah (bullying)

6. Perpisahan keluarga

Lantas bagaimana ciri-ciri seseorang dengan Inner Child yang terluka?

Seseorang dengan kondisi inner child yang terluka memang tidak bisa dilihat dari segi fisik, tetapi tanda-tanda psikologisnya dapat diketahui diantaranya:

1. Menunjukkan rasa harga diri yang rendah
2. Citra tubuh yang buruk
3. Suasana hati yang tidak stabil dan cenderung emosional
4. Tidak membedakan serius dan bercanda
5. Menjadi seseorang yang bukan dirinya
6. Krisis identitas
7. Menjadi pemberontak/penindas
8. Masalah komitmen
9. Kurangnya kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain
10. Kebohongan berlebihan hingga perilaku criminal

Pada kasus berat inner child yang terluka dan tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu kesehatan mental hingga berujung melukai diri sendiri

Adakah cara untuk mengatasi Inner Child yang terluka?

Ketika menyadari bahwa inner child kita terluka ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya, diantaranya:

1. Mengkoneksikan kembali dengan masa kecil

Salah satu yang dapat dilakukan untuk mendukung cara ini adalah dengan melakukan perjalan waktu melalui khayalan. Bayangkan kembali dan ingat-ingat apa yang membuat luka itu ada dan rangkul sosok kecil kita untuk berani menghadapi trauma-trauma yang menjadi bayangan selama ini.

2. Identifikasi inner child dengan spesifik

Mengidentifikasi inner child dengan spesifik dapat membantu kita menyembuhkan trauma yang terjadi dan berdamai dengan keadaan, beberapa pola yang terjadi pada kebanyakan orang diantaranya:

a. Perasaan disia-siakan: Biasanya muncul akibat tidak mendapat perhatian yang cukup dari orang tuanya akibat kesibukan, hingga kekerasan dalam rumah tangga

b. Merasa penakut: Terlalu banyak kritikan dan sering merasa cemas ketika tidak mendapat dukungan

3. Lebih memperhatikan perasaan 

Ketika memiliki inner child yang cenderung sensitif dan rentan, penting untuk memperhatikan ketakutan dan rasa tidak aman serta kegembiraan dan perasaan takjub yang sering muncul. Tanyakan kembali pada diri sendiri tentang perasaan yang dialami, sehingga akan lebih memperhatikan kebutuhan pribadi.

 

4. Berhati-hati mendengar kritik yang muncul dari dalam diri

Tidak jarang terjadi, ada banyak kritikan kepada kita yang justru muncul dari dalam diri kita sendiri. Pada saat hal ini terjadi, penting untuk mendengarkan suara tersebut karena secara tidak kita sadari itu adalah suara dari inner child kita. Semua suara ini layak didengar untuk memberi mereka ruang dalam membentuk perasaan kita sekarang.



 

 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »