Low-Carbs Diet. Ketahui Efektivitas, Keamanan, dan Cara Menjalani !

Low-Carbs Diet. Ketahui Efektivitas, Keamanan, dan Cara Menjalani !

Low-Carbs Diet atau diet rendah karbohidrat saat ini menjadi salah satu diet yang sering dibahas dan diminati banyak kalangan. Prinsip utama dalam diet ini adalah mengurangi konsumsi karbohidrat terutama dalam makanan manis, pasta, dan roti yang kemudian digantikan dengan lebih banyak mengkonsumsi protein, lemak sehat dan sayur.

Penelitian yang dilakukan oleh Robert Oh, dkk (2021) membagi diet rendah karbohidrat menjadi 4, yaitu:

      • Very low-carbohydrate (Karbohidrat sangat rendah, < 10% karbohidrat atau 20-50 gram/hari)
      • Low-carbohydrate (Karbohidrat rendah, < 26% karbohidrat atau < 130 gram/hari)
      • Moderate-carbohydrate (Karbohidrat serang, 26% – 44%)
      • High-carbohydrate (Karbohidrat tinggi, 45% atau lebih).

Lalu apakah low-carb diet ini efektif untuk menurunkan berat badan?

Berdasarkan penelitian yang Deirdre K.Tobias, dkk (2015), menyebutkan bahwa diet dengan rendah karbohidrat lebih unggul daripada diet dengan metode lainnya dan menghasilkan penurunan berat badan yang cepat selama 6-12 bulan pertama.

Selain itu hasil penelitian Volek, JS dkk (2009), menemukan bahwa pada kelompok orang yang mengikuti diet rendah karbohidrat mengalami penurunan kadar trigliserida dalam darah 107 mg/dL dan peningkatan kadar kolesterol baik (HDL) sebanyak 4 mg/dL. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa diet ini lebih efektif menurunkan berat badan serta mampu membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah jika dilakukan dengan cara yang dianjurkan oleh para ahli.

Bagaimana tingkat keamanan low-carb diet bagi kesehatan?

Tingkat keamanan diet tentunya menjadi satu dari banyaknya hal yang selalu diperhatikan oleh pakar gizi atau kesehatan, karena tidak jarang diet yang dilakukan oleh orang-orang justru berdampak buruk bagi kesehatan mereka. 

Menurut beberapa pendapat ahli dan dokter penyakit dalam, diet rendah karbohidrat diibaratkan seperti pisau bermata dua. Hal ini dikarenakan, tidak sedikit orang mengganti makanan mereka dengan menu lain yang memiliki kadar lemak tinggi, sehingga para dokter mengkhawatirkan hal tersebut justru dapat mempengaruhi kerja jantung dan memicu penyakit kardiovaskular.

Bahkan Profesor Maciej Banach, perwakilan dari Medical University of Lodz dan kepala Institut “Pusat Kesehatan Ibu Polandia” mempresentasikan hasil penelitiannya di Kongres ESC (European Society of Cardiology) 2018 di Munich mengenai bahaya diet rendah karbohidrat yang dilakukan dalam jangka panjang. Hasil dari meta-analisis yang dilakukan oleh Prof Banach dan rekan-rekannya terhadap tujuh penelitian lain di berbagai negara mencakup hampir 450 ribu orang menunjukkan bahwa diet rendah karbohidrat jangka panjang meningkatkan risiko kematian secara keseluruhan sebesar 15%, akibat penyakit kardiovaskular 13% lebih tinggi dan kanker 8% lebih tinggi. Hal ini pun diperkuat dengan analisis data yang dilakukan oleh spesialis di Polandia menunjukkan bahwa diet rendah dan sangat rendah karbohidrat (di bawah 215 g/hari) yang dilakukan dalam jangka panjang (lebih dari 6 tahun) meningkatkan kematian total sebesar 32% (untuk berbagai alasan). Dalam kasus kanker, risiko kematian 36% lebih tinggi, dan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular termasuk stroke dan kanker meningkat 50%.

Namun berdasarkan penelitian Halton, TL dkk (2010) peningkatan risiko penyakit jantung koroner dan kardiovaskular lainnya pada diet rendah karbohidrat dikarenakan tidak sedikit orang-orang mengkombinasikan diet ini dengan diet tinggi lemak. Halton menambahkan diet rendah karbohidrat akan berdampak baik apabila tetap dilakukan dengan seimbang dan tetap memenuhi kebutuhan asupan pengganti karbohidrat mereka dengan sumber serat dan protein dari buah dan sayur serta makanan rendah lemak lain. Karena pada dasarnya diet ini akan sangat baik dilakukan terutama bagi mereka yang memiliki masalah kesehatan seperti diabetes.

Dapat disimpulkan, diet rendah karbohidrat akan berdampak buruk apabila dilakukan tanpa pengawasan ahli gizi atau dokter dan dilakukan dengan sangat ekstrim tanpa mempertimbangkan kondisi tubuh masing-masing individu. Namun, diet tersebut juga dapat membantu beberapa orang dengan kondisi pra-diabetes, diabetes tipe 1 & 2  ataupun orang-orang dengan resiko tinggi diabetes.

Dikutip dari beberapa sumber berikut adalah cara aman untuk menjalani diet rendah karbohidrat bagi orang-orang yang membutuhkan diet ini untuk kesehatan mereka:

    • Memilih makanan yang mengandung sedikit karbohidrat

Makanan yang memiliki sedikit kandungan karbohidrat diantaranya:
Daging tanpa lemak (sirloin, dada ayam)
Ikan
Telur
Sayuran hijau
Kembang kol dan brokoli
Kacang-kacangan dan biji-bijian
Apel, blueberry dan stroberi
Susu murni dan yogurt tanpa pemanis buatan

    • Persiapkan menu makanan

Hal terpenting dari diet adalah konsisten, terkadang karena sibuknya aktivitas banyak orang menjadi tidak sempat untuk menyiapkan menu sehat mereka saat diet hal ini lah yang memicu orang-orang untuk asal memilih makanan terutama saat mereka menjalani diet rendah karbohidrat. Melakukan diet rendah karbohidrat bukan berarti kita dapat menggantinya dengan makanan tidak sehat seperti junk food asal menghindari nasi atau roti. Persiapan menu makanan selama satu minggu sangat dianjurkan bagi mereka yang ingin tetap melakukan diet rendah karbohidrat yang sehat.

    • Ketahui jumlah asupan karbohidrat setiap harinya

Diet rendah karbohidrat banyak diartikan sebagai pengubahan pola makan lebih rendah karbohidrat dan lebih tinggi protein dan tidak sedikit orang yang melakukannya tanpa melihat dan mengukur seberapa banyak mereka harus menekan konsumsi karbohidrat per harinya. Asupan karbohidrat yang direkomendasikan per hari umumnya tergantung pada tujuan masing-masing orang, seperti:

        1. 100-150 gram : Dimaksudkan untuk pemeliharaan berat badan atau latihan intensitas tinggi yang sering. Konsumsi buah dan bahkan beberapa makanan bertepung seperti kentang goreng masih boleh dilakukan.
        2. 50-100 gram : Ditujukan untuk penurunan berat badan yang lambat dan stabil atau pemeliharaan berat badan. Sangat disarankan hanya konsumsi banyak sayur dan buah.
        3. Di bawah 50 gram : Ini ditujukan untuk penurunan berat badan yang cepat. Makan banyak sayur tetapi batasi asupan buah menjadi anjuran paling populer untuk dilakukan.

Jadi sebaiknya jika akan mencoba diet rendah karbohidrat, pilihlah rencana yang sesuai dengan gaya hidup, preferensi makanan, dan tujuan kesehatan pribadi. Selain itu tetap konsultasikan terlebih dahulu kepada ahli apakah kondisi tubuh kita boleh melakukan diet rendah karbohidrat atau tidak.

 

 



 

 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait