Lidocaine

Indikasi Umum:

      1. Sangat umum, sebagai anestesi lokal pilihan pertama, misalnya, kateterisasi urin dan prosedur minor (misalnya penjahitan).
      2. Jarang, sebagai obat antiaritmia pada ventricular tachycardia (VT) dan ventricular fibrillation (VF) refractory to electrical cardioversion (meskipun amiodaron lebih disukai untuk indikasi terakhir).

Cara Kerja:

Lidokain (sebelumnya dikenal sebagai lignokain) memasuki sel dalam bentuknya yang tidak bermuatan, kemudian menerima proton untuk menjadi bermuatan positif. Dari dalam sel, ia masuk dan kemudian memblokir saluran natrium dengan gerbang tegangan pada membran permukaan. Hal ini mencegah inisiasi dan propagasi potensial aksi di saraf dan otot, menyebabkan anestesi lokal di area yang disuplai oleh serabut saraf yang tersumbat. Di jantung, ini mengurangi durasi potensial aksi, memperlambat kecepatan konduksi dan meningkatkan periode refraktori. Efek ini dapat menghentikan VT dan meningkatkan kemungkinan berhasil dalam pengobatan VF.

Efek Samping:

Efek samping yang paling umum adalah sensasi perih awal selama pemberian lokal. Efek samping sistemik, diperkirakan, lebih mungkin terjadi setelah pemberian sistemik, baik disengaja (seperti bila digunakan sebagai antiaritmia) atau tidak disengaja (karena injeksi intravaskular yang tidak disengaja selama pemberian lokal). Efeknya pada sistem saraf termasuk mengantuk, gelisah, gemetar, dan kejang. Umumnya menyebabkan toksisitas kardiovaskular yang relatif kecil, tetapi jika overdosis dapat menyebabkan hipotensi dan aritmia.

Peringatan:

Jika digunakan secara tepat sebagai anestesi lokal, lidokain umumnya sangat aman. Itu sangat tergantung pada aliran darah hati untuk eliminasi. Oleh karena itu, dosis harus dikurangi jika curah jantung berkurang.

Interaksi:

Karena durasi kerja anestesi lokal bergantung pada berapa lama mereka tetap berhubungan dengan neuron, pemberian bersama dengan vasokonstriktor (misalnya adrenalin [epinefrin]) menghasilkan interaksi yang diinginkan yang dapat memperpanjang efek anestesi lokal.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Angiotensin receptor blockers

Obat Golongan Ini: losartan, candesartan, irbesartan Indikasi Umum: Angiotensin receptor blockers (ARB) umumnya digunakan ketika ACE inhibitor tidak dapat ditoleransi karena batuk. Indikasinya sama: Hipertensi:

Read More »

Diuretics, potassium-sparing

Obat Golongan Ini: amiloride (sebagai co-amilofruse, co-amilozide) Indikasi Umum: Sebagai bagian dari terapi kombinasi, untuk pengobatan hipokalemia yang timbul dari terapi loop- atau thiazide-diuretik. Antagonis

Read More »

Diuretics, loop

Obat Golongan Ini: Furosemide, bumetanide Indikasi Umum: Untuk menghilangkan sesak pada edema paru akut (acute pulmonary oedema) dalam konjugasi dengan oksigen dan nitrat.  Untuk pengobatan

Read More »

Nitrates

Obat Golongan Ini: Isosorbide mononitrate, glyceryl trinitrate Indikasi Umum: Nitrat kerja pendek/ short-acting (gliseril trinitrat) digunakan dalam pengobatan angina akut dan nyeri dada yang berhubungan

Read More »

Clopidogrel

Indikasi Umum: Clopidogrel umumnya diresepkan dengan aspirin, meskipun clopidogrel dapat digunakan sendiri di mana aspirin dikontraindikasikan atau tidak ditoleransi. Untuk pengobatan acute coronary syndrome (ACS),

Read More »