Kolesterol Tinggi? Kenali dan Ketahui Cara Pencegahannya

Kolesterol Tinggi? Kenali dan Ketahui Cara Pencegahannya

Keluhan kolesterol tinggi belakangan ini sering dirasakan oleh banyak orang, bahkan jika dulunya hal ini lebih sering menimpa lansia namun sekarang tidak jarang juga dirasakan oleh orang-orang dengan usia produktif. Sementara itu berdasarkan penelitian yang di publikasi kan pada NCBI (National Center for Biotechnology Information)-USA  kadar kolesterol yang tinggi dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular meningkat.

Apa itu kolesterol?

Kolesterol sendiri sebenarnya adalah zat lemak dalam tubuh yang memiliki beberapa peran penting, seperti berperan untuk berbagai hormon dan asam empedu, dan memainkan peran utama dalam menstabilkan membran sel. 

Kolesterol diangkut dalam darah oleh lipoprotein, ada 3 jenis lipoprotein yaitu Very Low Density Lipoprotein (VLDL), Low Density Lipoprotein (LDL), dan High Density Lipoprotein (HDL). Ketiganya memiliki peran masing-masing, dimana VLDL dan LDL bertanggung jawab untuk mengangkut lemak (terutama trigliserida dan kolesterol) dari hati ke sel-sel tubuh maka dari itu peningkatan kadar VLDL atau LDL akan dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung atau stroke. Sedangkan HDL bertanggung jawab untuk mengembalikan lemak ke hati, dan kenaikan kadar HDL yang tinggi akan dikaitkan dengan risiko serangan jantung yang rendah.

Berapa kadar kolesterol yang aman?

Kadar kolesterol yang meningkat biasanya tidak menimbulkan gejala, namun dapat dikaitkan dengan kondisi seperti tekanan darah tinggi, angina dan penyakit jantung.

Saat ini kadar kolesterol yang dinyatakan aman oleh para dokter yaitu < 200 mg/dl. Selain itu dianjurkan agar kadar kolesterol LDL < 130 mg/dl, HDL > 35 mg/dl dan kadar trigliserida < 150 mg/dl.

Apakah yang menjadi penyebab kolesterol tinggi?

Peningkatan kadar kolesterol biasanya dipicu akibat pola makan dan gaya hidup, seperti asupan lemak jenuh yang tinggi dan kurangnya latihan fisik. Namun ada beberapa kasus dimana hal ini disebabkan oleh faktor genetik. 

Bagaimana cara mencegah kolesterol tinggi?

    1. Makan makanan yang menyehatkan jantung

Cara terbaik untuk menurunkan kolesterol adalah mengurangi asupan lemak jenuh dan lemak trans. Hal ini bisa dilakukan dengan membatasi asupan daging merah dan produk susu serta membatasi makanan yang digoreng dan memasak dengan minyak sehat. Diet jantung sehat ini lebih menekankan buah-buahan, sayuran, biji-bijian, unggas, ikan, kacang-kacangan dan minyak nabati non tropis juga membatasi makanan dan minuman yang terlalu manis.

  2. Rutin melakukan aktivitas fisik 

Tidak banyak bergerak dapat menurunkan kadar HDL, dimana hal tersebut akan berdampak pada lebih sedikitnya kolesterol baik yang terbentuk untuk menghilangkan kolesterol jahat pada arteri.

Lakukan aktivitas fisik minimal 150 menit untuk latihan aerobik dalam satu minggu rutin cukup untuk menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi. Adapun aktivitas lain yang dapat dilakukan seperti: jalan cepat, berenang, bersepeda, atau melakukan aktivitas berkebun.

  3. Berhenti merokok

Merokok dan vaping ternyata dapat menurunkan kadar HDL dalam darah, selain itu merokok juga dapat menambah risiko dari faktor lain untuk penyakit jantung, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Dengan berhenti merokok dapat menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan kadar HDL.

  4. Menurunkan berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas cenderung meningkatkan kolesterol jahat dan menurunkan kolesterol baik. Untuk itu sangat dianjurkan bagi seseorang yang mengalami kelebihan berat badan untuk melakukan diet sehat agar tidak terjadi kenaikan kadar kolesterol.

  5. Konsumsi suplemen pencegah kolesterol

Banyak kandungan suplemen yang ternyata membantu untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh, berikut adalah beberapa kandungan dalam suplemen yang bisa dimanfaatkan untuk penurunan kadar kolesterol:

a. Alfalfa

Alfalfa juga dikenal dengan nama lain Medicago Sativa adalah tanaman yang telah ditanam sebagai pakan ternak selama ratusan tahun hal ini dikarenakan kandungan vitamin, mineral dan proteinnya yang unggul, dibandingkan dengan sumber pakan lainnya. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa alfalfa memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar kolesterol. Beberapa penelitian kecil juga telah mengkonfirmasi efek ini pada manusia. Satu studi terhadap 15 orang menemukan bahwa rata-rata, makan 40 gram biji alfalfa 3 kali sehari menurunkan kolesterol total sebesar 17% dan kolesterol LDL sebesar 18% setelah 8 minggu.

b. Chitosan

Chitosan telah terbukti menurunkan kolesterol serum pada penelitian hewan dan manusia. Saat tertelan, chitosan mengembangkan lapisan HCl di perut kemudian membentuk gumpalan dengan asam lemak dan kolesterol. Sehingga mengurangi penyerapan lipid dari saluran pencernaan. Hasil yang didapatkan dari penelitian tersebut adalah Chitosan secara signifikan mengurangi kolesterol dibandingkan dengan plasebo. Dalam subjek dengan usia diatas 60 tahun, chitosan mampu menurunkan kolesterol total dan LDL

c. Garlic

Dalam studi terbaru yang dilakukan secara acak menunjukkan bahwa suplemen ekstrak bawang putih efektif dalam menurunkan konsentrasi plasma kolesterol LDL sebesar 10% pada pria hiperkolesterolemia. Selain itu ekstrak bawang putih juga membantu mengurangi tekanan darah tinggi.

d. Niacin

Niasin menunjukkan efek yang baik untuk meningkatkan kadar HDL dan menurunkan trigliserida. Selain itu niasin juga menurunkan kadar kolesterol jahat atau LDL. Namun niasin tidak boleh digunakan oleh pasien dengan penyakit hati yang sudah ada sebelumnya atau peningkatan kadar enzim hati. Biasanya, niasin akan menghasilkan penurunan kolesterol total 50 hingga 75 mg/dl pada pasien dengan kadar kolesterol total awal di atas 250 mg/dl dalam dua bulan pertama. Setelah kadar kolesterol berkurang di bawah 200 mg/dl, kurangi dosis niasin menjadi 500 mg tiga kali sehari selama dua bulan. Jika kadar kolesterol naik di atas 200 mg/dl, maka tingkatkan dosis niasin kembali ke 1000 mg tiga kali sehari. Jika kadar kolesterol tetap di bawah 200 mg/dl, maka hentikan niasin sepenuhnya dan periksa kadar kolesterol dalam dua bulan. Pasang kembali terapi niasin jika kadarnya telah naik lebih dari 200 mg/dl.

e. Red yeast rice

Berdasarkan hasil penelitian read yeast rice (ekstrak beras ragi merah) adalah penurun kolesterol paling efektif. Mengkonsumsi ekstrak beras ragi merah setiap hari mengurangi kadar plasma kolesterol LDL antara 15% dan 25% dalam waktu 6 hingga 8 minggu. Namun konsumsi ekstrak beras ragi merah juga tidak disarankan bagi pasien dengan penyakit hati yang sudah ada sebelumnya atau peningkatan kadar enzim hati.

f. Royal jelly

Royal jelly adalah zat yang diproduksi oleh lebah madu untuk memberi makan ratu lebah dan anak-anaknya. Royal jelly sudah lama digunakan sebagai suplemen tambahan untuk mengobati berbagai penyakit fisik dan penyakit kronis. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan royal jelly secara signifikan mengurangi kadar kolesterol total dan kadar LDL. 

 



 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait