Ketahui Tentang Ulkus Dekubitus. Faktor Risiko, Gejala, Cara Merawat dan Pencegahannya!

Ketahui Tentang Ulkus Dekubitus. Faktor Risiko, Gejala, Cara Merawat dan Pencegahannya!

Saat ini ulkus dekubitus menjadi ramai dibicarakan publik, banyak dari mereka yang belum mengenal penyakit ini dengan baik. Ulkus dekubitus yang juga dikenal sebagai luka tekan atau luka baring merupakan cedera kulit atau jaringan yang terbentuk karena tekanan berkepanjangan pada area tertentu dari tubuh. Sehingga biasanya ulkus dekubitus terjadi pada pasien penderita stroke, lumpuh atau lansia yang sudah mengalami penurunan mobilitas dan lebih banyak menghabiskan waktu berbaring atau duduk. Berdasarkan penelitian Mahmuda (2019), ulkus dekubitus menjadi komorbid serius pada pasien geriatri dan insidensi tertingginya adalah usia 80-84 tahun yang sudah mengalami kesulitan mobilitas.

Penurunan aliran darah ke area tubuh yang sering tertekan inilah yang menyebabkan kerusakan jaringan sehingga memicu ulkus dekubitus muncul. Selain itu faktor kelembaban yang berlebihan, serta iritasi kulit karena urin dan feses juga adanya gesekan benda kasar pada tubuh dapat menjadi faktor penyebab lain untuk ulkus dekubitus.

Ulkus dekubitus sering terjadi pada area kulit yang menutupi daerah tulang, seperti panggul, punggung, pergelangan kaki dan pantat.

Ulkus dekubitus sendiri terjadi secara bertahap, seperti:

Tahap 1

        • Kulitnya tidak pecah, tetapi berubah warna, terlihat kemerahan pada pemilik warna kulit putih atau terlihat biru keunguan untuk yang memiliki kulit lebih gelap
        • terasa hangat saat disentuh
        • terlihat bengkak
        • terasa sakit
        • gatal
        • menimbulkan rasa terbakar

Tahap 2

        • luka pada kulit dapat mengeluarkan nanah
        • terlihat melepuh dan berisi cairan
        • terasa sakit
        • area sekitar luka berubah warna

Tahap 3

        • luka berada jauh di dalam kulit, dan mempengaruhi lapisan lemak
        • terlihat seperti kawah
        • mungkin berbau busuk

Tahap 4

        • luka sangat dalam, dan mempengaruhi banyak lapisan jaringan
        • terdapat nanah
        • terjadi infeksi 
        • beberapa jaringan tubuh dapat terlihat seperti, otot, tulang, tendon atau sendi

Pada tahap 1 dan 2 biasanya tidak memerlukan pembedahan, namun tahap 3 dan 4 mungkin memerlukan tindakan operasi.

Adakah faktor risiko lain yang memicu munculnya ulkus dekubitus?Seseorang mungkin dapat terkena ulkus dekubitus, jika:

    • berbaring lama di tempat tidur karena suatu penyakit atau pasca operasi
    • tidak dapat bergerak atau mengubah posisi sendiri saat berbaring atau duduk
    • lansia, hal ini dikarenakan lansia cenderung memiliki kulit yang rapuh dan kesulitan mobilitas
    • merokok
    • obesitas
    • memiliki kondisi kronis yang dapat membatasi sirkulasi darah dan mobilitas, seperti: diabetes, aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah), gagal jantung, gagal ginjal, penyakit parkinson).

Apa sajakah gejala yang sering timbul akibat ulkus dekubitus?
sebenarnya setiap stadium ulkus dekubitus memiliki gejala yang berbeda-beda, namun pada umumnya gejala-gejala berikut terjadi:

    • perubahan warna kulit menjadi kemerahan atau biru keunguan
    • rasa sakit, gatal, atau terbakar di area luka
    • kulit terbuka
    • tekstur kulit berubah, menjadi lebih lembut atau kencang
    • nekrosis, atau tampak hitam pada jaringan yang mati
    • jika terjadi infeksi, gejala yang muncul biasanya: muncul nanah atau cairan hijau, bau busuk dan demam.

Lalu bagaimana cara merawat luka ulkus dekubitus yang benar?
Tindakan perawatan dapat disesuaikan dengan tingkat stadium ulkus dekubitus, namun yang umum dilakukan untuk mencegah terjadinya infeksi yang lebih luas yaitu:

    • penggunaan antibiotika termasuk krim, obat oral ataupun suntik dengan saran dokter
    • perawatan luka lokal menggunakan cairan pembersih luka
    • menggunakan perban khusus yang membantu mengangkat jaringan mati
    • debridement atau pengangkatan jaringan kulit mati yang terinfeksi
    • sering melakukan reposisi
    • mengurangi gesekan dan kelembaban pada kulit
    • menggunakan bantalan khusus untuk mengurangi tekanan pada luka

Ulkus dekubitus akan sangat mungkin terjadi dan sulit dihindari terutama pada kondisi pasien yang sudah tidak dapat bangun dari tempat tidur atau pengguna kursi roda.

Namun beberapa tindakan pencegahan berikut dapat membantu untuk mengurangi keparahan kondisi ulkus dekubitus:

    • reposisi di tempat tidur setidaknya setiap 2 jam jika memungkinkan
    • bagi pengguna kursi roda, reposisi duduk setiap 15 menit, usahakan duduk tegak dan gunakan bantal jika memungkinkan
    • periksa kulit secara teratur terutama pada bagian, punggung, pinggul dan bokong
    • menggunakan bantal atau kasur penurun tekanan untuk mencegah luka baru terbentuk di area rentan
    • menggunakan pakaian yang tidak terlalu ketat atau longgar
    • menggunakan bantalan khusus di area tekanan termasuk siku dan tumit

Proses penyembuhan pada luka ulkus dekubitus sangat bervariasi tergantung masing-masing kondisi pasien, perawatan dini sangat direkomendasikan untuk mengurangi komplikasi yang mungkin dapat mengancam jiwa termasuk infeksi.

 

 



 

 

 

 

 

Sumber :

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait