You are currently viewing Ketahui Penyebab Infeksi Salmonella & Cara Menghindarinya

Ketahui Penyebab Infeksi Salmonella & Cara Menghindarinya

Salah mengkonsumsi makanan dapat menyebabkan tubuh keracunan, baik dari bahan-bahannya atau dari bakteri yang mengendap di dalam makanan tersebut. Umumnya, keracunan makanan yang disebabkan oleh bakteri disebut dengan infeksi salmonella atau salmonellosis. Meskipun tidak mengancam jiwa, tetapi tetap harus berhati-hati. 

Gejala dari infeksi ini biasanya dapat dideteksi dari perut yang terasa kram serta diare yang tidak kunjung berhenti hingga 7 hari lamanya. Maka dari itu, kenali dulu apa itu salmonella, infeksi, apa yang jadi penyebabnya, gejala, hingga cara menghindarinya agar tidak terinfeksi. 

Apa itu Pengertian Infeksi Salmonella? 

Salmonella merupakan salah satu dari jenis bakteri yang menyebabkan keracunan pada makanan. Penyakit akibat bakteri ini, paling banyak dilaporkan kasusnya di dunia. Sebab, tidak mudah mendeteksinya lantaran tidak dapat melihat, mencium, atau merasakannya.

Penyakit akibat bakteri ini secara resmi disebut salmonellosis. Ini dapat menyebabkan sakit pada perut kemudian pasien akan mengalami gejala-gejala lainnya seperti diare, demam, nyeri serta kram. 

Salmonellosis umumnya akan menyerang orang tua yang sudah berusia di atas 65 tahun, bayi, orang yang memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh, atau orang-orang yang mempunyai penyakit radang usus. 

Gejala dari Salmonella

Umumnya, penderita yang terkena bakteri salmonella akan merasakan gejala: 

  1. Diare yang disertai demam selama lebih dari 12 jam. Bahkan, ada yang berlangsung antara 4 hingga 7 hari tanpa henti. 
  2. Perut mengalami kram. 
  3. Kepala terasa sakit yang terus menyerang selama berhari-hari. 
  4. Mual dan muntah disertai berkurangnya nafsu makan. 

Penyebab Salmonella

Salmonella adalah jenis bakteri yang dapat hidup dalam saluran pencernaan manusia. Tepatnya, bakteri ini tumbuh di dalam usus dan biasanya akan keluar dalam bentuk feses. Seseorang dapat terinfeksi melalui:

  • Mengkonsumsi makanan setengah matang yang terkontaminasi kotoran hewan.
  • Mengkonsumsi makanan mentah atau yang dimasak setengah matang seperti daging sapi, ayam, bebek, kalkun, babi, dan sapi muda. 
  • Mengkonsumsi sayuran mentah, atau buah yang tidak dicuci dengan bersih.
  • Mengkonsumsi susu yang tidak dipasteurisasi dan produk susu lainnya, termasuk keju lunak, es krim, dan yogurt.
  • Mengkonsumsi telur mentah atau setengah matang.
  • Makan makanan yang disiapkan di permukaan yang bersentuhan dengan daging mentah seperti talenan, atau meja.
  • Memegang, mencium atau membelai kura-kura, ular, kadal, anak ayam, dan bayi burung.
  • Hewan-hewan ini kemungkinan besar membawa Salmonella. Orang dapat terinfeksi jika tidak mencuci tangan setelah memegang hewan tersebut atau menyentuh kotoran atau lingkungannya (kandang, kandang, tanah, dll.).

Infeksi salmonella juga bisa didapat secara langsung melalui:

  • Kebiasaan mencuci tangan yang buruk. Seperti, tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah dari kamar mandi. 
  • Berinteraksi dengan hewan peliharaan secara intens bahkan tidak segera mencuci tangan setelah memegang atau membersihkan kandangnya. Hewan-hewan yang bisa membawa bakteri salmonella seperti jenis-jenis reptil, kucing, anjing, dan burung.

Cara Pengobatan Salmonella

Banyak orang yang sudah terkena salmonella dapat sembuh dengan sendirinya setelah menjalani pengobatan mandiri atau istirahat yang cukup antara empat hingga tujuh hari. Selama sakit tersebut, pasien harus selalu minum air mineral yang banyak agar tidak mengalami dehidrasi dan dapat menggantikan cairan yang sudah hilang akibat diare tanpa henti selama berhari-hari. 

Namun, tiap orang memiliki kondisi yang berbeda ketika terinfeksi bakteri ini. Berikut cara pengobatan yang tepat sesuai golongan usia: 

  • Untuk Golongan Usia Dewasa Yang Produktif

Ketika diare, mual, dan muntah mulai terasa, minumlah sebanyak mungkin air mineral atau minuman pengganti cairan lainnya. Bisa juga meminum obat yang diresepkan dokter jika kondisinya sudah parah. 

Namun, konsumsi obat hanya akan dilakukan setelah dokter melakukan diagnosis. Jika dinyatakan mengalami infeksi salmonella, dokter mungkin saja akan meresepkan antibiotik. 

  • Untuk Pasien yang Masih Berusia Anak-Anak

Hal pertama yang perlu dipastikan ketika si kecil mengalami gejala salmonellosis adalah amati dan tunggu. 

Jika sistem kekebalannya sehat dan kuat, anak akan bisa sembuh dengan sendiri dengan perawatan intensif seperti memberi air mineral atau cairan yang banyak agar dapat mencegah terjadinya dehidrasi. 

Namun, jika anak sudah mengalami demam tinggi, cobalah untuk memberikan asetaminofen atau obat penurun panas. Bila semakin parah, segera bawa ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. 

  • Dalam Kasus Khusus

Dalam hal ini, infeksi terjadi pada bayi, orang tua yang sudah lanjut usia (di atas 65 tahun), atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah. Mereka mungkin akan memerlukan antibiotik atau penanganan intensif dari dokter. 

Cara Menghindari Salmonella

Salmonella paling banyak terdapat dalam makanan yang kita konsumsi sehari-hari seperti daging, buah, atau sayuran. Akan tetapi, bisa mencegah terkena infeksi ini bila mengikuti anjuran ini. 

  1. Ketika memasak, pastikan untuk: 
    1. Membersihkan semua peralatan seperti talenan, meja dapur, atau pisau. 
    2. Mencuci tangan hingga bersih sebelum mulai memasak atau di sela-sela menangani berbagai jenis makanan seperti sayuran, daging, atau adonan kue. 
    3. Setelah bersentuhan dengan unggas atau daging mentah, segera cuci bersih peralatannya. 
  2. Cuci sayuran dan buah segar secara menyeluruh sebelum mengkonsumsinya.
  3. Masak daging hingga matang. Jaga lemari es di bawah 4 – 5 ┬░C.
    1. Cara menghindari salmonella adalah dengan memasukkan makanan siap saji ke dalam lemari es dalam waktu 30 menit setelah diolah.
    2. Simpan makanan yang mudah busuk atau rusak di lemari pendingin.
    3. Segera masukkan bahan makanan yang masih segar ke dalam kulkas setelah berbelanja.
  4. Jaga supaya makanan yang panas tetap dalam kondisi panas. Begitu juga dengan makanan dingin, biarkan agar tetap dingin.
  5. Hindari untuk mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung telur mentah atau susu yang belum dipasteurisasi. 
  6. Cuci tangan dengan sabun setelah memegang hewan reptil, burung, atau ayam. Sebisa mungkin jauhkan hewan-hewan tersebut dari anak-anak kecil. 

Kini, Sahabat Kaef telah mengetahui secara detail mengenai infeksi salmonella beserta penyebab, tata cara pengobatan yang tepat, serta tips untuk terhindar dari infeksi tersebut. Perhatikan dan lakukan di rumah agar keluarga tersayang tidak terkena penyakit tersebut. Selalu jaga kebersihan lingkungan memasak dan beri makanan yang bernutrisi serta mengkonsumsi multivitamin agar sistem kekebalan tubuh tetap terjaga. Yuk, download Kimia Farma Mobile di Google Play atau Apps Store sekarang juga untuk mendapatkan multivitamin yang bisa meningkatkan imunitas tubuh !

Sumber 

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/salmonella/symptoms-causes/syc-20355329

https://health.kompas.com/read/2021/04/28/200200468/infeksi-salmonella–gejala-penyebab-cara-mengobati-dan-cara-mencegah?page=allhttps://www.mitrakeluarga.com/artikel/artikel-kesehatan/infeksi-salmonella