Kenali Perbedaan Kulit Kering dengan Kulit Dehidrasi

Kenali Perbedaan Kulit Kering dengan Kulit Dehidrasi

Memasuki musim kemarau masalah umum yang sering dihadapi banyak orang adalah masalah kulit seperti berubah terasa kencang, sensitif hingga terkelupas dimana kondisi ini dapat bermula dari ringan hingga berat. Banyak yang mengira kondisi tersebut adalah tanda dari kulit kering, padahal dalam dunia kesehatan gejala-gejala seperti yang disebutkan bisa menandakan dua hal yakni kondisi kulit kering dan kulit dehidrasi. Kedua kondisi kulit tersebut memang memiliki gejala yang mirip, tetapi ternyata keduanya merupakan kondisi yang berbeda dan memiliki perawatan yang berbeda pula.

Mengetahui perbedaan dari kedua kondisi tersebut sangat dianjurkan, karena dengan demikian kita bisa mengatasi dan melakukan perawatan yang tepat sehingga masalah kulit tersebut tidak menjadi parah.
Lalu bagaimana caranya kita membedakan kedua jenis kondisi kulit tersebut?

Untuk lebih jelasnya, dikutip dari berbagai sumber. Berikut merupakan cara mudah mengenali perbedaan kulit kering dan kulit dehidrasi:

1. Penyebab

    • Kulit Kering

Pada dasarnya kulit kering merupakan kondisi dimana kulit tidak menghasilkan sebum yang cukup. Sebum merupakan minyak alami pada kulit yang berfungsi menjaga kelembaban kulit. Sebenarnya kulit kering merupakan klasifikasi jenis kulit manusia sama seperti kulit berminyak dan kombinasi. Faktor yang menyebabkan hal ini adalah genetik, usia, musim, hormon, konsumsi obat-obatan tertentu hingga kondisi kesehatan. Sedangkan,

    • Kulit Dehidrasi

Biasanya disebabkan karena kurangnya air dalam tubuh, selain itu biasanya dikaitkan dengan peningkatan buang air kecil dari konsumsi kafein atau diuretik. Dehidrasi juga bisa terjadi karena aktivitas fisik yang berat. Kondisi ini dapat terjadi pada semua jenis kulit baik kering, berminyak maupun kombinasi.

2. Tanda dan Gejala

    • Kulit Kering

Pada kulit kering gejala atau tanda yang biasanya paling umum terlihat adalah kulit menjadi tampak lebih bersisik. Jika semakin parah biasanya akan muncul tanda lain seperti serpihan putih pada kulit, kemerahan atau iritasi, hingga munculnya psoriasis, eksim dan dermatitis. Sedangkan

    • Kulit Dehidrasi

Cara yang paling mudah untuk mengetahui apakah kulit mengalami dehidrasi atau tidak adalah dengan melakukan tes cubit. Caranya adalah: Jepit sedikit kulit pipi, perut, dada atau punggung tangan lalu tahan selama beberapa detik. Jika kulit kembali normal dengan cepat artinya anda tidak mengalami dehidrasi, begitupun sebaliknya jika kulit lambat untuk kembali normal atau bahkan tidak kembali hal tersebut dapat disinyalir bahwa kulit mengalami dehidrasi. Tanda atau gejala lain yang dapat dicurigai sebagai kulit dehidrasi adalah munculnya lingkaran gelap pada bagian bawah mata, mata terlihat lelah, rasa gatal pada kulit, warna kulit menjadi kusam dan garis halus atau kerutan yang lebih sensitif.

3. Cara Perawatan

    • Kulit Kering

Pastikan selalu menggunakan produk perawatan khusus kulit kering yang mengandung bahan berbasis minyak atau krim setiap harinya yang dapat melembabkan kulit tanpa membuat kulit terlalu berminyak. Selain itu menghindari mandi air panas dalam waktu yang lama juga dapat membantu kulit dari kondisi terlalu kering.

    • Kulit Dehidrasi

Untuk kulit dehidrasi, coba kenali apa yang membuat hal tersebut terjadi. Salah satu faktor penyebab dehidrasi kulit ialah gaya hidup. Perubahan pada gaya hidup seperti memenuhi kecukupan kebutuhan cairan dalam sehari dengan teratur minum kurang lebih delapan gelas sehari dapat membantu menghindari dehidrasi. Selain itu penggunaan produk perawatan kulit seperti Hydrating Booster dan Skin Hydrating Masque yang mengandung Asam Hyaluronic dapat membantu menyeimbangkan kebutuhan air dalam kulit. Selain itu penggunaan toner berbasis air dapat membantu melembabkan kulit sepanjang hari.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait