You are currently viewing Kenali Gejala dan Pemicu Hypoactive Sexual Desire Disorder

Kenali Gejala dan Pemicu Hypoactive Sexual Desire Disorder

HSDD atau hypoactive sexual desire disorder merupakan kondisi seseorang tidak mempunyai gairah seks. Kondisi yang mengganggu kenyamanan ini merupakan kendala seksual terumum yang diidap manusia, terlepas dari usia, jenis kelamin, hingga seksualitas.

Walau demikian, masalah ini kerap menghampiri perempuan dibanding laki-laki. Namun tidak perlu khawatir karena kondisi ini dapat teratasi jika ditangani dengan baik.

Gejala HSDD

Berikut merupakan sejumlah gejala yang dapat meliputi penderita masalah gairah seks: 

  • Libido Rendah 

Gejala pertama ini merupakan kondisi di mana gairah seks rendah sampai tidak ada. Penurunan libido pun bisa berarti sewaktu seseorang mempunyai keinginan namun tidak mampu bercinta.

  • Tidak Memiliki Fantasi Maupun Pikiran Seksual

Pikiran atau fantasi seksual merupakan gambaran mental, yang biasa disebut sebagai pemikiran seksualitas guna mendorong kenaikan hasrat seksual. Apabila seseorang tidak mempunyai hal ini, maka sudah pasti menjadi gejala HSDD.

  • Menghindari Kontak Genital atau Seks Bersama Pasangan 

Kontak genital adalah pertemuan kelamin yang biasanya dilakukan rutin oleh suami istri. Apabila salah satu menghindari hal ini, maka dapat dipastikan bahwa ia rendah atau tidak mempunyai gairah seksual.

  • Distress atau Ketidaknyamanan Saat Berimajinasi Hubungan Seks

Kondisi ini merupakan respon fisiologis dan emosional pada kejadian yang membuat tertekan, terancam, maupun memberikan efek buruk pada seseorang yang diikuti dengan gejala kecemasan dan depresi.

Biasanya, gejala ini mengikuti seseorang yang pernah mendapatkan trauma seksual seperti pernah dilecehkan atau diperkosa.

Diagnosis HSDD

Berbeda dengan kondisi medis yang lain, tidak ada tes tertentu untuk mendiagnosis masalah seksual ini. Akan tetapi, terdapat sejumlah cara yang digunakan profesional atau dokter untuk melakukan diagnosa pada kondisi ini.

Jadi, dokter biasanya akan melakukan pengidentifikasian pemicu yang menjadi dasar hypoactive sexual desire disorder. Pemicunya bisa jadi emosional, fisik maupun kombinasi keduanya. Nah, mengenai pemicu fisik adalah sebagai berikut: 

  • Peradangan Sendi 

Dalam bahasa medis, pemicu HSDD yang pertama ini kerap dijuluki sebagai arthritis. Kondisi ini berupa peradangan yang memicu rasa kaku dan nyeri pada persendian.

  • Penyakit Arteri Koroner 

Kerap dijuluki sebagai penyakit jantung iskemik atau koronek, kondisi ini berhubungan dengan pembuluh darah atau kardiovaskular dan jantung. Selain menjadi penyebab kematian utama di Indonesia, penyakit ini menyebabkan rendah gairah seks.

  • Diabetes

Ini merupakan penyakit kronis yang diikuti dengan gejala kadar gula darah yang tinggi. Jika dibiarkan, maka penyakit ini dapat menghambat gairah seksual.

  • Penurunan Kadar Testosteron atau Estrogen 

Testosteron adalah hormon terpenting bagi laki-laki, khususnya untuk menstabilkan gairah seksual dan vitalitas. Tapi, kadar hormon tersebut di dalam tubuh bisa berubah-ubah, dikarenakan bermacam-macam faktor. 

Sedangkan, estrogen adalah hormon yang berkaitan dengan perempuan. Sebenarnya laki-laki pun memproduksi hormon ini, walaupun perempuan lebih banyak menghasilkannya.

Nah, apabila seseorang sedang mengidap HSDD, maka bisa saja ia sedang kekurangan hormon testosteron atau estrogen.

  • Perubahan Hormonal Selama atau Setelah Kehamilan 

Seseorang yang tengah hamil biasanya mudah cemas, moody, dan pemarah. Namun bisa saja menjadi riang dan ceria. Semua itu dapat terjadi karena hormon mengalami perubahan ketika kehamilan berlangsung.

Perubahan ini pun bisa menjadi pemicu HSDD, namun sebelumnya periksakan terlebih dahulu pada dokter kandungan.

  • Kelelahan

Terlalu lelah tidak boleh disepelekan karena dapat menjadi salah satu pemicu rendah atau hilangnya gairah seks.

  • Mengonsumsi Obat yang Memberi Efek Pada Gairah Seksual 

Terdapat sejumlah obat yang mampu memberi pengaruh pada gairah seksual. Berikut adalah diantaranya.

  1. Pil keluarga berencana atau KB
  2. Obat tekanan darah tinggi atau hipertensi
  3. Obat pencegah kerontokan rambut
  4. Obat alergi dan flu
  5. Obat antidepresan

Nah, Setelah mengetahui pemicu fisik dari hypoactive sexual desire disorder, saatnya memahami mengenai pemicu emosionalnya. Sebagai berikut: 

  • Riwayat Depresi, Kecemasan, atau Rendah Kepercayaan Diri

Depresi merupakan gangguan mood atau suasana hati. Perasaan sedih mendalam serta kehilangan selera pada hal yang digemari. Biasanya diikuti oleh rasa tidak berharga dan putus harapan.

Sedangkan, kecemasan sendiri merupakan rasa takut, kekhawatiran pada masa depan, rasa cemas berkepanjangan, serta gugup.

Adapun rendahnya rasa percaya diri merupakan perasaan negatif mengenai diri, serta keyakinan lemah pada kompetensi diri serta prasangka kurang akurat pada kapasitas diri.

Ketiga hal tersebut dapat menurunkan gairah seks atau HSDD. Maka dari itu seseorang sebaiknya peka terhadap kesehatan mental mereka.

  • Riwayat Pelecehan Seksual 

Ini meliputi seluruh tindakan seksual tanpa konsen, termasuk permintaan untuk beraktivitas seksual, baik lisan maupun fisik, atau dengan isyarat yang memiliki sifat seksual yang dapat membuat seseorang dipermalukan atau terintimidasi.

  • Kurangnya Kepercayaan Pada Pasangan Seksual

Kepercayaan berarti mengakui kejujuran serta kemampuan seseorang dalam benar-benar mampu memenuhi harapan. Apabila seseorang tidak percaya pada pasangan seksualnya, maka penurunan gairah seks bisa saja terjadi.

Perawatan Mengatasi Rendah Gairah Seksual

Hal ini bergantung pada penyebab HSDD. Jadi, dokter bisa membantu menemukan perawatan manakah yang paling cocok bagi pasiennya. Varian perawatan guna mendorong peningkatan gairah seks di antaranya adalah: 

  1. Senam kegel, agar aliran darah menjadi lancar hingga alat kelamin. 
  2. Berkomunikasi dengan pasangan mengenai preferensi dan ketidaksukaan dalam beraktivitas seksual. 
  3. Mengeksplorasi pornografi, baik situs web, majalah, film, sampai hiburan lainnya yang dapat mendorong kenikmatan seksual. 
  4. Melakukan masturbasi. 
  5. Meminimalisir stress guna mendorong peningkatan suasana hati. Contohnya tidur lebih panjang, latihan pernapasan, dan meditasi. 
  6. Menekan jumlah konsumsi alkohol dan rokok. 
  7. Rutin berolahraga guna memperbaiki mood serta meningkatkan energi.
  8. Berkonsultasi dengan konselor spesialis masalah hubungan dan seks.

Jadi itulah perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi HSDD

Komplikasi

Laki-laki yang mempunyai masalah hasrat berpotensi mengidap disfungsi ereksi. Kondisi ini dapat diperiksa oleh dokter apabila terdapat jumlah testosteron yang relatif rendah.

Pencegahan

Sebab pada sejumlah kasus pemicunya tidak terdeteksi, tiada cara yang pasti demi mencegah kehilangan atau rendahnya gairah seksual. Maka dari itu, terapkan komitmen hubungan baik bersama pasangan serta gaya hidup positif demi menekan risiko gangguan ini.

Nah, jadi itulah pembahasan mengenai HSDD atau hypoactive sexual desire disorder. Semua informasi pada artikel ini adalah untuk menambah wawasan saja. Apabila merasakan satu atau dua gejala gangguan ini, maka segeralah berkonsultasi pada dokter atau profesional.

Sumber

https://www.everydayhealth.com/sexual-health/hypoactive-sexual-desire-disorder.aspx

Julia Jill K Warnock. CNS Drugs. 2002