You are currently viewing Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Depresi Mayor

Kenali Gejala dan Cara Mengatasi Gangguan Depresi Mayor

Depresi mayor adalah suatu gangguan kesehatan mental yang kerap terdengar dan bisa saja diidap oleh orang-orang sekitar. Gangguan mental satu ini memberi dampak bagi penderitanya seperti hilangnya ketertarikan pada hobi yang disukai.

Dengan demikian, depresi ini sudah pasti membahayakan sebab mampu berkontribusi memberikan masalah pada fisik dan emosional. Selain itu, pengidapnya dapat mengalami penurunan kemampuan untuk berfungsi optimal ketika di lingkungan rumah maupun kerja.

Nah, memang apa sih penyebab, gejala, dan cara mengatasi gangguan mental yang satu ini? Untuk mengetahuinya, sebaiknya tidak melewatkan informasi berikut.

Penyebab Depresi Mayor

Gangguan mental yang satu ini sebenarnya memiliki berbagai pemicu. Namun, yang paling sering dialami oleh para pengidapnya adalah beberapa di bawah ini.

  • Perubahan Biologis

Penderita gangguan mental ini sepertinya mengalami perubahan fisik dalam otak mereka. Signifikansi perubahan tersebut masih belumlah pasti, namun pada akhirnya mampu membantu penentuan pemicunya.

  • Perubahan Bahan Kimia dalam Otak

Neurotransmitter merupakan bahan kimia dalam otak yang tersedia secara alami, serta memiliki probabilitas peran pada gangguan depresi mayor

Studi terbaru berkesimpulan bahwa adanya perubahan fungsi serta efek neurotransmitter memiliki tugas sebagai penjaga kestabilan suasana hati. Dengan demikian, ini mampu memerankan hal penting pada depresi serta perawatannya.

  • Perubahan Hormon

Adanya ketidakseimbangan hormon pada tubuh pun mampu memicu serta menyebabkan depresi ini.

Hormon yang berubah bisa terjadi ketika hamil serta beberapa minggu maupun bulan sesudah melahirkan atau postpartum. Selain itu, perubahan ini pun dapat terjadi karena menopause, masalah tiroid, hingga kondisi kesehatan lainnya.

  • Sifat Bawaan

Penyebab depresi mayor yang kerap kali terdapat pada penderitanya yaitu karena relasi darah atau gen. Kini, penelitian mengenai hal ini masih diteliti oleh sejumlah ilmuwan.

Gejala Depresi 

Sejumlah gejala depresi ini memanglah sepintas sama, atau paling tidak sangatlah mirip. Melalui gejala-gejala ini, dapat dengan  mudah  untuk membantu penderita  agar dapat lekas mengatasinya. Di bawah ini merupakan gejala yang kerap terjadi.

  • Gangguan Waktu Tidur

Jam tidur yang berubah merupakan tanda-tanda pertama yang bisa saja dapat diperhatikan saat berhadapan dengan pengidap depresi jenis mayor. Sejumlah penderita mendapati kesulitan tidur atau bisa terbangun sewaktu pagi buta.

Begitupun dengan gejala lainnya, dapat tertidur pulas, namun terbangun sepanjang malam, serta tidak merasa memeroleh istirahat cukup di waktu pagi.

  • Tidak Memiliki Motivasi

Satu gejala terjelas dari depresi mayor adalah tidak lagi merasa senang ketika melakukan hobi atau kegiatan favorit. Contohnya jika dulu hobi melukis, namun sekarang tidak berselera melakukannya, walau tersedia banyak kanvas kosong.

Hal yang serupa adalah tidak adanya keinginan untuk bertemu teman, walaupun mereka menawarkan aktivitas seru.

  • Kehilangan Kenyamanan Atas Hal-Hal Kecil

Kejadian tidak mengenakkan di sekolah maupun tempat kerja, kemacetan jalanan, kehilangan kunci, sampai lupa meletakkan sesuatu merupakan sejumlah hal kecil yang dapat terasa mengganggu, namun tidaklah sampai menciptakan keputusasaan.

Tapi, hal tersebut tidak berlaku untuk pengidap depresi mayor. Apabila hal itu terjadi, maka mereka akan memercayai jika tidak akan ada hari esok yang positif untuk kelangsungan hidup mereka. 

  • Segalanya Terasa Sukar Dilakukan

Pengidap depresi memiliki perasaan yang mampu membuat semuanya terasa menyulitkan. Mulai bangun, menyikat gigi, mandi, pergi sekolah atau bekerja, mengirim pesan pada teman, sampai memasak makanan. Semua terasa berat dan sulit.

  • Kehilangan Selera Makan

Walaupun bisa saja seperti tidak berhubungan dengan depresi tipe mayor, sebaiknya deteksi sedikit perubahan diri. Contohnya yakni menurunnya selera makan, walau tengah berhadapan dengan hidangan kesukaan.

Ketika mengidap depresi ini, maka pengidap bisa tidak memperdulikan apa yang mereka makan, meskipun memiliki hobi makan.

  • Tidak Sabaran

Depresi mayor ini dapat menguras emosi pengidap. Serta sejak awal, pengidap mungkin telah menunjukkan gejala-gejala turunnya cadangan emosional, sampai kehilangan rasa sabar.

Dengan demikian, penderita dapat membentak teman sekolah atau kerja, dan merasa hilang kesabaran pada anggota keluarga. Bisa jadi pula frekuensi perdebatan dengan pasangan dapat meningkat.

Gejala lainnya yakni perasaan panik yang tinggi, khawatir, acuh pada sekitar, serta lebih sering mengurung diri.

Faktor-Faktor yang Berkontribusi pada Risiko Depresi

Gangguan mental yang satu ini bisa memberi pengaruh pada siapapun, termasuk mereka yang menampakkan hidup yang cukup baik dan ideal. Berikut adalah sejumlah faktor yang berkontribusi pada depresi:

  • Biokimia 

Ragam senyawa kimia tertentu dalam otak mampu memberi kontribusi pada tanda-tanda depresi mayor.

  • Genetika 

Depresi mampu terjadi dalam lingkup keluarga. Contohnya, apabila salah satu dari kembar identik mengidap depresi, maka yang lain mempunyai 70% kemungkinan untuk mengidap gangguan tersebut.

  • Kepribadian

Mereka yang kurang mempunyai kepercayaan diri, kerap kali gampang diikuti rasa stres, atau lazimnya rasa pesimis yang menjurus ke arah depresi.

  • Faktor Lingkungan

Penerimaan yang konstan terhadap pengabaian, kekerasan, kemiskinan, atau pelecehan mampu menyebabkan sejumlah orang menjadi lebih rentan mengidap depresi.

Cara Mengatasi Depresi Mayor

Mengutip National Institute of Mental Health, terdapat sejumlah metode untuk mengatasi depresi ini. Diantara lainnya :

  • Obat

Antidepresan merupakan obat yang mampu untuk mengatasi depresi tipe mayor. Obat ini bisa mendorong peningkatan cara otak mengaplikasikan senyawa kimia tertentu, kemudian menstabilkan stres atau suasana hati.

Untuk bekerja optimal, antidepresan lazimnya membutuhkan durasi dari 2 sampai 4 minggu lamanya. Kerap kali, sejumlah gejala contohnya kendala tidur, selera makan, serta peningkatan konsentrasi sebelum kondisi perasaan menjadi baik.

  • Psikoterapi

Sejumlah tipe psikoterapi atau kerap dijuluki sebagai terapi bicara, maupun dalam format kurang spesifik seperti konseling, mampu membantu pengidap depresi satu ini.

Contoh program pendekatan dengan basis bukti khusus sebagai pengobatan depresi yakni CBT atau kognitif-perilaku, IPT atau terapi interpersonal, serta terapi pemecahan masalah.

  • Terapi Untuk Stimulasi Otak

Apabila obat tidak menekan tanda depresi ini, maka ECT atau terapi electroconvulsive bisa menjadi opsi untuk dilakukan. Menurut penelitian terkini, ECT mampu membuat pengidap depresi berat menjadi lebih baik dan lega.

Dari sini dapat dimengerti bahwa terapi electroconvulsive bisa menjadi pengobatan efektif dalam memerangi depresi.

  • Alternatif Lainnya

Di bawah ini merupakan sejumlah tips lainnya yang mampu membantu penderita memerangi depresi mayor.

  1. Mencoba aktif dalam gerak badan atau berolahraga.
  2. Menetapkan gol realistis bagi diri sendiri.
  3. Mencoba menghabiskan waktu bersama teman, keluarga, ataupun seseorang yang spesial.
  4. Mencoba tidak mengurung diri, serta membiarkan orang lain untuk membantu.
  5. Mensugesti suasana hati agar mengalami peningkatan bertahap.
  6. Menunda keputusan krusial, contohnya bercerai atau menikah, maupun berganti karir hingga merasa lebih lega atau baik.
  7. Mendiskusikan keputusan bersama orang lain yang mengenal diri dengan baik serta mempunyai perspektif objektif mengenai situasi yang sedang terjadi.
  8. Konsisten dalam mendidik diri sendiri mengenai depresi.
  9. Terus mendidik diri sendiri tentang depresi.

Nah, jadi itulah pembahasan mengenai depresi mayor, mulai dari penyebab sampai cara mengatasi penyakit mental tersebut. Apabila mendapati tanda-tanda atau gejalanya, sebaiknya tidak mendiagnosis diri sendiri dan segera berkonsultasi pada profesional.

Sumber

https://www.healthline.com/health/depression/atypical-depression

https://www.webmd.com/depression/guide/major-depression

https://www.cdc.gov/nchs/fastats/depression.htm