You are currently viewing Kenali Ciri-Ciri Toxic People yang Dapat Mengganggu Keseharian Anda

Kenali Ciri-Ciri Toxic People yang Dapat Mengganggu Keseharian Anda

Kenali Ciri-Ciri Toxic People yang Dapat Mengganggu Keseharian Anda

Bersosialisasi merupakan kebutuhan bagi semua orang, baik di tempat kerja, lingkungan sekolah maupun tempat tinggal. Bersosialisasi juga sangat penting dilakukan untuk membangun komunikasi yang baik, karena pada dasarnya manusia tidak mungkin hidup sendiri. Namun bagaimana jadinya jika dalam lingkup pertemanan, keluarga atau pekerjaan terdapat satu atau dua orang yang membuat situasi menjadi tidak nyaman atau lebih sering merugikan dibandingkan menguntungkan dan mengganggu keseharian kita? Orang tersebut mungkin bisa diberi julukan dengan toxic people.

Dikutip dari beberapa sumber, toxic people disebut juga sebagai “master of manipulator. Mereka sering kali membuat drama dalam hidupnya, memanipulasi atau mengontrol orang lain, merasa tak berharga, memanfaatkan orang lain, cemburu secara berlebihan, hingga yang paling parah adalah mengonsumsi zat yang berbahaya bagi diri sendiri.

Laman Forbes mengelompokkan toxic people berdasarkan perilaku menjadi beberapa tipe, meliputi: penggosip, tempramental, playing victim, egois, arogan, mendengki, judgemntal, pengadu domba, manipulator dan dementor atau orang yang suka mengeruhkan suasana.

Lalu bagaimana caranya kita dapat mengenali ciri-ciri dari toxic people itu sendiri? Nah berikut adalah ulasannya:

  1. Menguras Energi

Setiap kali selesai bertemu atau berinteraksi dengan toxic people, kita mungkin akan merasa lelah dan capek tidak secara fisik namun dirasakan secara emosional. Hal ini terjadi karena hubungan yang toxic dapat menyerap energi positif dalam diri sehingga kita akan merasa tidak memiliki kekuatan maupun kontrol atas diri sendiri dan perasaan.

  1. Menggunakan Intimidasi dan Manipulasi

Toxic People umumnya menggunakan intimidasi dan ancaman untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan. Ancaman ini juga bisa berupa ultimatum atau pilihan yang sangat sulit untuk ditolak, misalnya dipaksa memilih antara bekerja atau pemotongan gaji jika mengambil cuti sakit atau membujuk untuk melakukan sesuatu dengan dalih hubungan pertemanan/saudara. Kita mungkin tidak mau melakukan hal itu karena bertentangan dengan prinsip atau mendatangkan kerugian, namun seseorang yang berperilaku toxic akan mengancam, memanipulasi atau menimbulkan perasaan bersalah untuk mendorong kita melakukan yang mereka inginkan demi keuntungan pribadi mereka sendiri.

  1. Playing Victim

Toxic People umumnya tidak menyadari bahwa perilaku mereka terhadap orang lain sesungguhnya ‘beracun’, sehingga seringkali merasa (atau meyakini) bahwa dirinya adalah korban dan kemudian menyalahkan orang lain ketika terjadi sesuatu akibat perbuatannya sendiri.

  1. Tidak Senang dengan Keberhasilan Orang Lain

Toxic People biasanya tidak senang melihat orang lain bahagia dan merasa perlu menjatuhkan atau merendahkan kepercayaan diri orang lain, tidak peduli mereka adalah pasangan, keluarga, teman, atau rekan kerja. Toxic People akan mendapatkan kepercayaan diri dengan menjatuhkan orang lain agar dirinya merasa lebih baik, serta menunjukkan dirinya lebih baik daripada orang lain.

  1. Emosinya Sulit Ditebak

Toxic People juga terkadang memiliki masalah dengan pengelolaan emosi, dapat menjadi sangat sulit ditebak. Terkadang mereka senang, tetapi juga dapat menjadi dingin, mudah marah, dan meledak tanpa diduga. Mereka menyadari bahwa orang-orang yang peduli atau membutuhkannya akan berusaha tidak membuatnya kesal atau sedih, sehingga memanfaatkan situasi ini untuk memanipulasi orang lain lewat emosi, kemudian mengontrol orang lain menurut keinginannya.

https://www.orami.co.id/magazine/toxic-people/

https://tirto.id/apa-itu-negative-people-dan-toxic-people-apa-perbedaannya-fWXu

https://www.forbes.com/sites/travisbradberry/2015/11/10/10-toxic-people-you-should-avoid-at-all-costs/?sh=3487ecfb61db