Kenali Beda Lokasi Sakit Perut dan Kemungkinan Penyakitnya

Kenali Beda Lokasi Sakit Perut dan Kemungkinan Penyakitnya

Setiap orang pasti pernah merasakan sakit perut, banyak yang mungkin terjadi pada kondisi tersebut. Karena seperti yang kita ketahui bersama di dalam perut terdapat banyak organ seperti lambung, pankreas, usus dan lainnya. Secara umum orang akan menganggap bahwa sakit perut yang mereka alami berasal dari pencernaan yang terganggu, namun banyak yang belum sadar bahwa beda lokasi sakit perut ternyata berbeda juga kemungkinan penyakit yang terjadi.

Seperti yang disebutkan di awal bahwa bagian tengah tubuh atau yang sering disebut perut adalah tempat banyaknya organ tubuh, jadi sakit pada bagian tersebut bukan hanya dapat dihubungkan dengan saluran pencernaan saja.Dikutip dari laman Gastrodoxs ciri-ciri sakit perut yang umumnya dirasakan adalah rasa ketidaknyamanan, nyeri, kram, kembung dan mual. Gejala ini biasanya dimulai secara bertahap dan mungkin disertai dengan buang gas hingga diare bahkan pada kasus berat yang cukup signifikan akan membuat seseorang merasa ingin berbaring dan sesekali menggosok perut untuk menimbulkan rasa nyaman. Untuk itu kita harus lebih memperhatikan lokasi sakit perut sehingga akan mengetahui kemungkinan penyakit atau penyebab sakit perut dan dapat memberikan pengobatan hingga pencegahan yang tepat.

Berikut ini adalah ulasan lokasi sakit perut dan kemungkinan penyakit atau penyebabnya:

1. Perut bagian atas

Jika kita mengalami nyeri dan kembung yang tumpul di perut bagian atas mungkin dapat berarti bahwa terdapat kelebihan gas disana. Gejala yang mungkin dirasakan antara lain: nyeri yang datang secara bergelombang, bersendawa dan buang angin. Hal ini bisa diakibatkan oleh makan yang terlalu cepat, atau mengonsumsi minuman bersoda, bir, produk susu, dan kacang-kacangan menyebabkan pembentukan gas berlebih di perut. Tetapi jika nyeri yang terasa berat kita harus lebih waspada karena hal ini mungkin bisa menjadi tanda dari penyakit-penyakit serius seperti angina (aliran darah ke jantung berkurang), kolangitis (radang saluran empedu), duodenitis (peradangan usus kecil bagian atas), batu empedu, GERD, serangan jantung hingga hepatitis. Jika nyeri semakin hebat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar memastikan yang sebenarnya terjadi.

2. Dada bagian bawah atau atas daerah perut

Nyeri yang terjadi di bagian bawah atau atas daerah perut bisa jadi sebagai tanda dari refluks asam (tukak lambung). Gejala lain yang mungkin dirasakan adalah: rasa sakit yang membakar di area dada bagian bawah, dan atas perut selain itu rasa terbakar bisa menjalar hingga tenggorokan dan terkadang menimbulkan rasa asam aneh. Hal ini bisa disebabkan oleh makanan yang kita konsumsi seperti terlalu pedas, berminyak, alkohol (terutama anggur merah), bawang mentah, coklat, kopi dan rokok.

3. Perut kanan atas dan di bawah bahu

Jika mengalami nyeri pada area perut bagian ini bisa jadi ada hubungannya dengan batu empedu. Secara sadar kita tidak akan mengetahui secara pasti letak batu empedu tersebut, tetapi baru akan terdeteksi ketika sudah meradang. Gejala yang mungkin dirasa adalah sakit parah tiba-tiba di perut kanan atas, demam, menggigil, dan mual. Hal ini bisa disebabkan oleh kurang gerak, obesitas, konsumsi makanan tinggi lemak, tak cukup serat, diabetes hingga kehamilan dan lainnya.

4. Perut kanan bawah

Nyeri yang terjadi pada perut kanan bawah bisa jadi sebagai tanda dari penyakit usus buntu. Ini adalah kondisi berbahaya yang perlu perawatan medis segera, dengan gejala yang mungkin terjadi adalah rasa sakit tajam di dekat pusar atau perut bagian atas yang bergerak ke perut kanan bawah, demam tinggi, dan tak bisa kentut. Penyebabnya bisa karena lubang di usus buntu tersumbat, jaringan dinding usus buntu yang terinfeksi, parasit, atau kerusakan di usus buntu.

5. Kram di bagian bawah pusar

Jika sistem pencernaan sensitif, rasa kram dan kembung di daerah perut mungkin terjadi dan memicu sindrom iritasi usus. Dalam hal ini, dua hal yang mungkin terjadi: sistem pencernaan yang bekerja sangat cepat dan menyebabkan diare atau sistem pencernaan melambat hingga menyebabkan susah BAB. Sejauh ini belum diketahui penyebabnya, tapi dapat terjadi karena kombinasi tertentu dari pergerakan saluran pencernaan yang abnormal, peningkatan kesadaran akan fungsi tubuh, dan gangguan dalam komunikasi antara otak dan saluran pencernaan.



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

Kegiatan padat yang dilakukan sehari-hari terkadang tanpa sadar menguras banyak energi dalam tubuh dan tidak jarang membuat kita kelelahan hingga mengalami gejala penurunan kesehatan. Banyak

Read More »