Kanker Prostat. Ketahui Gejala, Faktor Risiko & Pencegahannya!

Belakangan ini kanker prostat menjadi pembicaraan hangat di kalangan pria. Prostat adalah kelenjar yang hanya ditemukan pada pria. Kanker prostat dimulai ketika sel-sel di kelenjar prostat mulai tumbuh di luar kendali. Dalam beberapa kasus, kanker prostat tumbuh lebih lambat daripada jenis kanker lainnya. Sebagian besar kanker prostat pertama kali ditemukan sebagai hasil skrining dan banyak dari penderita kanker prostat yang tidak merasakan gejala sebelumnya. Bahkan ketika kanker prostat sudah lanjut pada saat diagnosis, mungkin tidak ada gejala.

Namun adapun beberapa gejala umum yang mungkin biasa dirasakan oleh penderita kanker prostat stadium lanjut, antara lain:

      • penurunan berat badan yang tidak dapat dijelaskan
      • sering atau tiba-tiba ingin buang air kecil darah dalam urin atau air mani
      • nyeri tulang, terutama di punggung bawah, pinggul atau panggul

Lalu pertanyaan yang sering ditanyakan adalah siapa sajakah yang berpotensi besar menderita kanker prostat?
Nyatanya ada beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko terkena kanker prostat:

      • usia diatas 60 tahun, kanker prostat paling sering didiagnosis pada orang berusia 60-79 tahun
      • keluarga dengan riwayat kanker prostat, jika ayah atau saudara laki-laki menderita kanker prostat sebelum usia 60 tahun maka risiko menderita hal tersebut dapat meningkat hingga dua kali lipat dari orang lain.
      • pria dengan riwayat keluarga (ibu atau nenek) yang kuat dengan kanker payudara atau ovarium, terutama mutasi gen BRCA1 dan BRCA2.

Meskipun kanker prostat lebih jarang terjadi di bawah 50 tahun, orang berusia 40-55 tahun juga memiliki risiko terkena kanker prostat di kemudian hari jika hasil tes antigen spesifik prostat (PSA) di atas 95%.

Walaupun dinyatakan berbahaya dan cenderung baru diketahui saat sudah dalam stadium lanjut, kanker prostat masih dapat dicegah terutama dengan merubah pola hidup sehari-hari. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker prostat:

      • Menjaga berat badan dengan mengurangi konsumsi kalori dan berolahraga lebih banyak.
      • Menjaga jumlah asupan lemak harian dengan mengurangi konsumsi daging merah dan produk susu.
      • Memperhatikan asupan kalsium, hindari konsumsi kalsium lebih dari 1.200 mg per hari.
      • Hindari konsumsi rokok dan alkohol
      • Hindari suplementasi berlebihan multivitamin. Meskipun multivitamin tidak berbahaya, namun mungkin saja tubuh kita tidak membutuhkan lagi terutama untuk orang-orang yang mengikuti diet sehat dengan banyak buah, sayuran, biji-bijian, ikan dan minyak sehat.

 

 

 

 



 

 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait