Isolasi Mandiri di Rumah yang Aman Untuk Penderita Covid-19

Isolasi Mandiri di Rumah yang Aman Untuk Penderita Covid-19

Sejauh ini kasus Covid-19 di Indonesia kian hari semakin bertambah, akhirnya banyak dari mereka yang teridentifikasi positif memutuskan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah daripada harus melakukan perawatan di rumah sakit atau tempat yang memang ditunjuk Pemerintah sebagai tempat isolasi bagi pasien Covid-19.

Dikutip dari laman Government of Canada, isolasi memiliki makna yaitu tetap berada di rumah ketika seseorang memiliki gejala Covid-19, memiliki hasil positif setelah melakukan tes, atau setelah berkontak dengan seseorang yang terinfeksi dan tidak melakukan kontak langsung dengan orang lain agar tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.

Tetapi ternyata tidak semua pasien Covid-19 diperbolehkan untuk isolasi mandiri di rumah, selain itu perawatan dan pengawasan yang tepat juga diperlukan saat melakukan hal tersebut dikarenakan jika tidak dilakukan dengan baik kondisi pasien justru akan semakin memburuk.

Lalu siapa saja yang diperbolehkan untuk isolasi mandiri?

Isolasi mandiri boleh dilakukan oleh jika:

        1. Pasien Covid-19 tidak memiliki gejala dan tanpa komorbid
        2. Pasien dengan gejala ringan dan tanpa komorbid
        3. Orang yang suspek Covid-19 tanpa komorbid dan sedang menunggu hasil pemeriksaan PCR 
        4. Orang yang telah kontak erat dengan pasien Covid-19, tetapi tidak menunjukkan gejala hingga 14 hari

Apa yang harus dilakukan saat isolasi mandiri?

      1. Berada diruangan yang terpisah dari keluarga yang sehat
      2. Membatasi pergerakan di luar area yang sudah disiapkan
      3. Memisahkan barang yang digunakan oleh pasien Covid-19 dengan keluarga yang sehat (alat makan-minum, sikat gigi, handuk, pakaian)
      4. Tetap memakai masker jika harus ada disekitar keluarga yang sehat
      5. Tetap mengkonsumsi vitamin atau obat-obatan yang diresepkan oleh dokter
      6. Siapkan alat pulse oximetry untuk memantau kadar oksigen dalam darah (mencegah terjadinya happy hypoxia)
      7. Tetap berkonsultasi dengan dokter melalui telepon untuk memantau kondisi kita

Berapa lama waktu yang diperlukan untuk Isolasi Mandiri?

Pada dasarnya lama waktu isolasi tetap sama baik di rumah maupun di rumah sakit yaitu 14 hari setelah dinyatakan positif Covid-19 melalui hasil pemeriksaan PCR. Setelah itu pasien dianjurkan untuk melakukan PCR kembali untuk mengetahui apakah infeksi virus masih terjadi atau sudah dinyatakan sembuh.

Untuk mendukung terlaksananya isolasi mandiri yang aman untuk pasien Covid-19 di rumah Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin membuat anggaran mencapai Rp 479 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembelian obat-obatan dan vitamin bagi 273.662 orang pasien isolasi mandiri di rumah.



 

Sumber:

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »