Insulin

Obat Golongan Ini:

insulin aspart, insulin glargine, biphasic insulin, soluble insulin

Indikasi Umum:

      1. Untuk penggantian insulin pada penderita diabetes mellitus tipe 1 dan kontrol glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe 2 dimana pengobatan hipoglikemik oral tidak memadai atau tidak dapat ditoleransi dengan baik.
      2. Diberikan secara intravena, dalam pengobatan darurat diabetes seperti ketoasidosis diabetik dan sindrom hiperglikemik hiperosmolar, dan untuk kontrol glikemik perioperatif pada pasien diabetes tertentu.
      3. Bersamaan dengan glukosa untuk mengobati hiperkalemia, sementara tindakan lain (seperti pengobatan penyebab yang mendasari) mulai dilakukan.

Cara Kerja:

      1. Pada diabetes melitus, fungsi insulin eksogen mirip dengan insulin endogen, yaitu merangsang pengambilan glukosa dari sirkulasi ke jaringan, termasuk otot rangka dan lemak, dan meningkatkan penggunaan glukosa sebagai sumber energi. Insulin merangsang sintesis glikogen, lipid dan protein serta menghambat glukoneogenesis dan ketogenesis. Untuk pengobatan hiperkalemia, insulin menggerakkan K+ ke dalam sel, mengurangi konsentrasi K+ serum. Namun, begitu pengobatan insulin dihentikan, K+ bocor kembali dari sel ke dalam sirkulasi, jadi ini adalah tindakan jangka pendek sementara pengobatan lain dimulai.
      2. Berbagai macam pilihan sediaan insulin untuk pengobatan diabetes mellitus dapat diklasifikasikan sebagai: rapid acting (onset segera, durasi pendek): insulin aspart, mis. Novorapid ®; short acting (onset awal, durasi pendek): insulin soluble, mis. Actrapid ®; intermediate acting (onset menengah dan durasi menengah): insulin isofan (NPH), mis. Humulin I ®; dan long acting (profil datar dengan pemberian teratur): insulin glargine (Lantus ®), insulin detemir (Levemir ®). Sediaan insulin biphasic mengandung campuran insulin yang bekerja cepat dan menengah, misalnya Novomix ® 30 (insulin aspart / insulin aspart protamine).
      3. Jika diperlukan insulin IV (hiperkalemia, kedaruratan diabetes, kontrol glukosa perioperatif), biasanya digunakan insulin soluble (Actrapid ®).

Efek Samping:

Efek samping utama insulin adalah hipoglikemia, yang bisa cukup parah hingga menyebabkan koma dan kematian. Jika diberikan dengan injeksi subkutan (SC) berulang di tempat yang sama, insulin dapat menyebabkan pertumbuhan berlebih lemak (lipohipertrofi), yang mungkin tidak sedap dipandang atau tidak nyaman.

Peringatan:

Pada pasien dengan gangguan ginjal, klirens insulin berkurang, sehingga terjadi peningkatan risiko hipoglikemia.

Interaksi:

Meskipun seringkali diperlukan, kombinasi insulin dengan agen hipoglikemik lain meningkatkan risiko hipoglikemia. Terapi bersamaan dengan kortikosteroid sistemik meningkatkan kebutuhan insulin.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Angiotensin receptor blockers

Obat Golongan Ini: losartan, candesartan, irbesartan Indikasi Umum: Angiotensin receptor blockers (ARB) umumnya digunakan ketika ACE inhibitor tidak dapat ditoleransi karena batuk. Indikasinya sama: Hipertensi:

Read More »

Diuretics, potassium-sparing

Obat Golongan Ini: amiloride (sebagai co-amilofruse, co-amilozide) Indikasi Umum: Sebagai bagian dari terapi kombinasi, untuk pengobatan hipokalemia yang timbul dari terapi loop- atau thiazide-diuretik. Antagonis

Read More »

Diuretics, loop

Obat Golongan Ini: Furosemide, bumetanide Indikasi Umum: Untuk menghilangkan sesak pada edema paru akut (acute pulmonary oedema) dalam konjugasi dengan oksigen dan nitrat.  Untuk pengobatan

Read More »

Nitrates

Obat Golongan Ini: Isosorbide mononitrate, glyceryl trinitrate Indikasi Umum: Nitrat kerja pendek/ short-acting (gliseril trinitrat) digunakan dalam pengobatan angina akut dan nyeri dada yang berhubungan

Read More »

Lidocaine

Indikasi Umum: Sangat umum, sebagai anestesi lokal pilihan pertama, misalnya, kateterisasi urin dan prosedur minor (misalnya penjahitan). Jarang, sebagai obat antiaritmia pada ventricular tachycardia (VT)

Read More »