Insecure: Penyebab, Gejala, Dampak Bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Insecure: Penyebab, Gejala, Dampak Bagi Kesehatan dan Cara Mengatasinya

Dalam keseharian, kita mungkin sering mendengar kata insecure atau orang lebih sering mengartikan dengan keraguan, tidak percaya diri, dan ketakutan. Hal ini sangat dirasa wajar oleh banyak orang, bahkan orang yang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi sekalipun pasti pernah merasakannya.

Lalu sebenarnya apa itu insecure?

Menurut Cambridge Dictionary, Insecure adalah perasaan tidak aman atau dapat dikatakan seseorang dengan sedikit kepercayaan diri dan tidak yakin tentang kemampuan mereka. Bahkan ketika orang lain benar-benar menyukai atau mengakui pekerjaannya, mereka akan cenderung bertanya-tanya tentang apa yang membuat hal itu terjadi dan meragukan kemampuannya sendiri dalam menyelesaikan pekerjaan.

Apa penyebab orang menjadi insecure?

Dikutip dari laman Psychology Today ada tiga penyebab umum insecurity yang biasa terjadi pada seseorang, yaitu:

1. Perasaan takut gagal dan mengalami penolakan

Peristiwa yang baru terjadi dalam hidup akan sangat mempengaruhi suasana hati dan perasaan seseorang. Penelitian tentang kebahagian menunjukkan hingga 40% dari “kebahagian sejati” kita didasarkan pada peristiwa kehidupan yang terjadi baru-baru ini. Sedangkan penyumbang terbesar dari ketidakbahagiaan adalah berakhirnya suatu hubungan, kematian pasangan, kehilangan pekerjaan, dan kondisi buruk kesehatan. Karena ketidakbahagiaan inilah yang mempengaruhi harga diri seseorang, kegagalan dan penolakan juga dapat memberikan pukulan ganda pada rasa kepercayaan diri dan akhirnya mengakibatkan insecurity.

2. Rasa tidak percaya diri akibat penilaian buruk orang lain

Banyak dari kita mengalami kurang percaya diri dalam situasi sosial seperti saat pesta, pertemuan keluarga, wawancara, dan kencan. Hal ini biasanya muncul karena  takut dinilai kurang orang lain dan akhirnya membuat kita cemas dan sadar diri. Akibatnya, kita akan lebih cenderung menghindar dari situasi sosial, mengalami kecemasan saat menghadiri acara, dan merasa tidak nyaman selama acara berlangsung. Pengalaman masa lalu juga ternyata sangat berpengaruh untuk seseorang, kejadian seperti pembullyan atau dikucilkan semasa sekolah juga akan terus berdampak negatif pada kepercayaan diri mereka saat dewasa.

3. Keinginan untuk selalu tampil sempurna (perfeksionis)

Beberapa dari kita memiliki standar yang sangat tinggi untuk semua yang kita lakukan. Banyak orang yang menginginkan nilai tertinggi, pekerjaan terbaik, sosok yang sempurna, rumah yang bagus, anak-anak yang sopan, atau pasangan yang ideal. Sayangnya, hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita inginkan meskipun sudah bekerja keras. Jika pada akhirnya kita terus merasa kecewa dan menyalahkan diri sendiri karena menjadi sesuatu yang kurang sempurna, hal ini justru akan memicu rasa tidak aman dan tidak berharga. Walaupun bekerja sebaik mungkin bisa memberi keuntungan tetapi terus menerus berusaha mengalahkan diri sendiri dan mengkhawatirkan ketidakmampuan diri dapat menyebabkan depresi, kecemasan hingga gangguan makan dan kelelahan kronis.

Bagaimana gejala orang yang insecure?

Ternyata ada beberapa gejala yang bisa menandakan orang memiliki perasaan insecure, antara lain:

1. Memamerkan diri secara tidak langsung

Salah satu ciri seseorang yang insecure adalah sering pamer atau menyombongkan diri, tetapi cara ini tidak dilakukan secara terang-terangan melainkan dengan mengeluh atau merendahkan diri. Contohnya, mereka akan mengeluh lelah setelah melakukan liburan atau perjalan ke berbagai tempat wisata atau karena pekerjaannya.

2. Menyalahkan diri sendiri bila sesuatu tidak berjalan dengan baik

Seseorang yang insecure selalu memiliki keinginan yang tinggi dalam pencapaian hidup seperti pendidikan tinggi, pekerjaan yang terbaik, dan segala sesuatu yang sempurna. Tetapi ketika tidak memperoleh sesuatu yang diinginkan mereka akan cenderung kecewa dan menyalahkan diri sendiri.

3. Memiliki tingkat kepercayaan yang rendah terhadap orang lain

Orang yang memiliki insecurity dalam dirinya akan cenderung lebih tidak mudah percaya dan menjadi pencemburu dalam hubungan dengan pasangannya. Dan karena memiliki tingkat kepercayaan diri yang rendah terhadap orang lain mereka sering kali memastikan kebenaran informasi yang didapat hingga mudah curiga. Hal ini membuat mereka kesulitan memiliki hubungan baik dengan orang lain.

Apakah insecure berdampak buruk bagi kesehatan?

Hasil penelitian yang dilakukan oleh National Institutes of Health menyatakan ada hubungan yang pasti antara sikap insecure dengan gejala depresi hingga kecemasan pada remaja di Chicago, Amerika Serikat. Dengan kata lain insecure yang terus menerus dibiarkan dapat mengganggu kesehatan mental hingga gangguan kepribadian batas ambang, gangguan makan dan masalah body image, jika tidak ditangani dengan baik akan berimbas pada psikosomatik hingga menimbulkan keluhan fisik tertentu seperti nyeri.

Lantas adakah cara untuk mengatasinya?

Dikutip dari lama Healthline ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi insecurity, yaitu:

1. Tegaskan nilai diri sendiri

Selalu mengingat kembali semua hal yang telah dilakukan dengan benar dan jangan terlalu fokus pada kekurangan yang dimiliki. Ada kalanya kita tidak memperhitungkan hal-hal positif yang telah dilakukan jika sedang merasa insecure dan lupa akan pencapaian yang sudah diraih.

2. Utamakan kebutuhan pribadi terlebih dahulu

Jangan menomorduakan kebutuhan diri sendiri atas orang lain. Kita perlu menambahkan lebih banyak perawatan diri sendiri untuk membantu melawan pikiran negatif. Caranya adalah dengan, merawat tubuh di salon, melakukan olahraga minimal 30 menit setiap hari, detoksifikasi dari media sosial, makan makanan sehat, dan berbicara baik dengan diri sendiri.

3. Menghadapi rasa canggung dan tantang pikiran negatif

Akan ada saatnya kita melakukan kesalahan, pahamilah bahwa hal tersebut adalah bagian dari kehidupan. Dari kesalahan tersebut kita akan belajar untuk melakukan hal dengan lebih baik lagi sehingga kita mampu menghadapi rasa canggung akibat kesalahan yang diperbuat. Selain itu hindari bersikap terlalu keras pada diri sendiri ketika melakukan kesalahan. Cobalah untuk memaafkan diri sendiri dan mempertimbangkan apa yang telah dipelajari dari pengalaman dan fokus pada hal yang positif.

4. Menghabiskan waktu bersama orang terdekat

Tidak ada yang lebih baik dibandingkan dengan dikelilingi orang-orang terdekat yang mencintai kita. Mereka akan selalu mendukung, menerima apa adanya dan membantu mengatasi rasa insecure dan tidak aman yang kita rasakan. Buatlah rencana untuk menghabiskan waktu bersama mereka dan bertukarlah cerita untuk melihat perspektif dari kacamata orang lain.



 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »