You are currently viewing Ejakulasi Dini: Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Ejakulasi Dini: Penyebab, Gejala & Cara Mengobatinya

Ejakulasi dini yaitu suatu kondisi dimana seorang pria mengeluarkan sperma dalam waktu yang terlalu cepat ketika berhubungan seksual dengan pasangannya. 

Masalah ini bisa menimbulkan tidak tercapainya kepuasan seksual pada pasangan yang dapat mengganggu keharmonisan hubungan rumah tangga.  

Pada dasarnya tidak ada patokan durasi yang pasti dalam melakukan hubungan seksual karena hal tersebut tergantung pada masing-masing pasangan. Tapi, berdasarkan penelitian rata-rata hubungan seksual dilakukan sekitar  4 hingga 5 menit sebelum pria mengeluarkan sperma.

Gangguan ini biasanya ditandai dengan ketidakmampuan seorang pria dalam mengontrol pengeluaran spermanya. Seorang pria akan dianggap mengalami gangguan ini jika 75 persen dari hubungan seksualnya, ia mengeluarkan sperma kurang dari 1 menit selama 6 bulan berturut-turut. 

Apa Saja Penyebab Ejakulasi Dini?

Faktor psikologis merupakan penyebab paling mendasar yang terjadi pada gangguan ejakulasi. Ejakulasi yang terlalu cepat juga bisa terjadi karena adanya konflik atau ketegangan dalam hubungan. 

Jadi, faktor psikologis dapat mempengaruhi ejakulasi dini pada pria yang memiliki ejakulasi normal. Gangguan ejakulasi biasanya jarang disebabkan oleh kondisi medis, meskipun ada beberapa orang yang mengalaminya karena penyakit tertentu. 

Sebenarnya cukup sulit menentukan penyebab gangguan ejakulasi tapi ada beberapa kemungkinan yang bisa menjadi pemicu. Berikut ini faktor-faktor psikologis yang bisa menyebabkan gangguan ejakulasi pada pria:

  • Memiliki pengalaman dan trauma akan kekerasan seksual
  • Kurang percaya diri
  • Menganggap dirinya memiliki tubuh yang buruk
  • Keinginan yang tidak realistis terhadap performa seksualnya
  • Mengalami depresi, gangguan kecemasan, atau stres yang berkepanjangan
  • Adanya rasa bersalah yang membuatnya cenderung terburu-buru saat berhubungan seksual dengan pasangan
  • Memiliki masalah pribadi dengan pasangan
  • Mendapat rangsangan seksual yang terlalu berlebihan

Sedangkan untuk faktor biologisnya biasanya dipicu oleh beberapa gangguan berikut:

  • Tingkat hormon di dalam tubuh yang tidak normal, termasuk hormon serotonin yang rendah
  • Tingkat neurotransmiter di otak tidak normal
  • Terjadi aktivitas refleks yang tidak normal pada sistem ejakulasi
  • Mengalami gangguan tiroid
  • Terdapat peradangan dan infeksi di bagian prostat dan uretra
  • Terjadi kerusakan saraf karena operasi atau cedera 
  • Mengidap diabetes
  • Mengalami impotensi
  • Memiliki riwayat penyakit jantung
  • Mengalami hipertensi
  • Menyalahgunakan alkohol, zat, dan obat-obatan tertentu

Gejala Ejakulasi Dini yang Paling Umum Terjadi

Ciri-ciri atau gejala utama gangguan ejakulasi adalah tidak mampunya seorang pria dalam mengontrol atau menunda keluarnya sperma lebih dari satu menit setelah melakukan penetrasi.

Hal tersebut tidak hanya terjadi saat berhubungan seksual dengan pasangan tapi bisa juga terjadi saat orang tersebut melakukan masturbasi. 

Seperti yang telah disinggung sebelumnya bahwa waktu rata-rata ejakulasi pria normal setidaknya membutuhkan waktu 4 hingga 5 menit.

Gangguan ejakulasi juga ditandai dengan munculnya orgasme meskipun mendapatkan rangsangan seksual yang minim dari pasangan. 

Seorang pria yang mengalami gangguan ejakulasi biasanya akan mengalami penurunan gairah seksual karena rasa malu dan bersalah pada pasangannya.

Tidak semua pria yang mengeluarkan sperma dalam waktu kurang dari satu menit merupakan penderita gangguan ejakulasi. Jika, hal tersebut hanya terjadi sesekali maka pria tersebut tidak mengalami gangguan tersebut.

Namun, jika terjadi secara berulang dan terus-menerus selama enam bulan maka bisa dikatakan bahwa pria tersebut mengalami gangguan ejakulasi.

Bagaimana Cara Mengobati Ejakulasi Dini?

Sebagian besar kasus gangguan ejakulasi umumnya disebabkan oleh faktor psikologis dan dapat ditangani dengan baik jika memilih cara pengobatan yang tepat. Ada dua pilihan penanganan yang digunakan, yaitu pengobatan medis atau terapi psikologi.

Berikut ini beberapa metode pengobatan gangguan ejakulasi yang bisa dipilih.

  1. Penggunaan Anestesi Topikal

Krim atau semprotan anestesi dapat menimbulkan sensasi kebas seperti lidocaine dan prilocaine. Krim atau semprotan anestesi tersebut biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan ejakulasi dengan cara yang mudah.

Produk krim atau semprotan anestesi tersebut digunakan pada penis sebelum berhubungan seksual dengan pasangan. Untuk mengurangi sensasi rangsangan yang diterima dan membantu menunda keluarnya sperma. 

Walaupun terbilang efektif, cara ini dapat memicu sejumlah efek samping bagi penggunanya. Contohnya kehilangan sensitivitas sementara terhadap rangsangan sehingga menurunkan gairah seksualnya. 

  1. Mengonsumsi Obat-obatan

Ada berbagai jenis obat-obatan yang dikhususkan untuk mengatasi gangguan ejakulasi. Obat yang digunakan untuk mengatasi masalah ejakulasi dini adalah jenis obat antidepresan, analgesik, dan inhibitor phosphodiesterase-5.

Jenis obat serotonin reuptake inhibitors (SSRI) juga bisa digunakan untuk mengatasinya namun harus dengan resep dokter.

Penggunaan obat-obatan tersebut akan dilakukan dokter ketika pasien mengalami kondisi berikut:

  • Sperma keluar kurang dari dua menit setelah melakukan penetrasi
  • Pasien tidak dapat mengendalikan ejakulasinya
  • Muncul tanda-tanda frustasi dan stres akibat gangguan ejakulasi
  • Ejakulasi bisa terjadi dengan mudah ketika pasien menerima rangsangan yang minim sebelum atau selama setelah penetrasi dengan pasangan
  • Pasien mengalami gangguan ejakulasi setiap kali berhubungan seksual dalam kurun waktu 6 bulan terakhir

Cara ini berpotensi menimbulkan efek samping karena menggunakan obat-obatan sehingga harus diawasi dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. 

Beberapa efek samping yang bisa dialami pasien di antaranya adalah mual, pusing, diare, sakit kepala, mulut kering, gangguan penglihatan sementara, hingga penurunan libido.

  1. Melakukan Terapi Psikologis dan Perilaku

Ada beberapa teknik terapi psikologi dan perilaku untuk mengatasi gangguan ejakulasi. Berikut ini beberapa teknik psikologi dan perilaku yang bisa membantu mengatasi ejakulasi dini.

  • Teknik Perilaku

Teknik perilaku terdiri dari cara-cara sederhana, contoh seperti melakukan masturbasi selama satu atau dua jam sebelum berhubungan seksual dengan pasangan.

Dokter biasanya akan menyarankan pasien berhenti berhubungan seksual selama beberapa waktu dan menyarankan pasien untuk menggunakan sex toys sebagai alternatifnya.

Teknik ini dipercaya cukup efektif untuk mengatasi 60 hingga 90 persen kasus gangguan ejakulasi pada pria.

  • Teknik Penguatan Otot Dasar Panggul

Berikut ini cara menguatkan otot dasar panggul untuk mengatasi gangguan ejakulasi:

  1. Coba cari otot tertentu di bagian panggul yang dapat dikendalikan pada saat buang air kecil
  2. Coba cek dengan berhenti mengeluarkan air kencing selama beberapa saat
  3. Ketika berbaring buatlah otot dasar panggul berkontraksi selama tiga detik kemudian biarkan otot tersebut berelaksasi selama tiga detik
  4. Lakukan langkah nomor 3 sebanyak 10 kali dan minimal di ulang tiga kali dalam sehari
  • Teknik Berhenti-remas

Cara melakukan teknik satu ini terbilang cukup mudah, berikut cara selengkapnya:

  1. Lakukan hubungan seksual seperti biasanya, termasuk melakukan stimulasi penis hingga merasa akan ejakulasi
  2. Coba mintalah pasangan meremas bagian pangkal penis selama beberapa detik lalu lanjutkan foreplay kembali
  3. Meremas bagian penis akan mencegah ereksi tapi ketika stimulasi seksual dilanjutkan maka ereksi akan kembali

Cara ini akan membantu penderita gangguan ejakulasi menjadi lebih baik jika dilakukan secara bertahap selama beberapa waktu.

  1. Mengubah Gaya Hidup

Ejakulasi dini bisa diminimalisir dengan melakukan gaya hidup yang sehat. Berikut ini gaya hidup yang bisa membantu mengurangi gejala gangguan ejakulasi yang perlu dilakukan:

  • Menjalankan gaya hidup sehat
  • Rutin berolahraga 
  • Mengurangi merokok 
  • Tidak mengonsumsi alkohol
  • Kelola stres dengan cara yang tepat
  • Perbaiki hubungan dengan pasangan agar semakin harmonis

Mengubah gaya hidup menjadi salah satu metode pendukung yang perlu dilakukan untuk mengatasi gangguan ejakulasi.

Dari penjelasan mengenai gejala, penyebab, dan cara mengatasi ejakulasi dini di atas. Sekarang tidak perlu bingung lagi mengenai masalah ini, Sahabat Kaef bisa langsung berkonsultasi dengan dokter untuk menentukan metode penanganan yang tepat.  Segera jadwalkan konsultasi reservasi klinik melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Yuk, download aplikasinya sekarang juga !

Sumber

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/premature-ejaculation/symptoms-causes/syc-20354900#:~:text=Overview,it%20doesn’t%20happen%20often.

https://www.webmd.com/men/what-is-premature-ejaculation

https://www.emc.id/id/care-plus/apa-itu-ejakulasi-dini-dan-bagaimana-cara-mengatasinya

#DekatCepatSehat