You are currently viewing Amandel : Penyebab , Gejala & Cara Mengatasinya

Amandel : Penyebab , Gejala & Cara Mengatasinya

Tidak memandang usia, baik dewasa maupun anak-anak, bisa saja terkena radang amandel atau tonsilitis. Gejalanya pun hampir serupa dengan penyakit lain yaitu demam dan bagian tenggorokan sakit. Ingin tahu lebih detail tentang gejala, penyebab, dan cara pengobatannya? Simak ulasan ini. 

Kenalan Dulu dengan Amandel 

Tonsilitis atau radang amandel adalah dua bantalan jaringan berbentuk oval di bagian belakang tenggorokan. Tanda dan gejalanya bisa dilihat ketika terjadi pembengkakan dan sakit pada tenggorokan serta kesulitan dalam menelan.

Sebagian besar kasus amandel disebabkan oleh infeksi virus biasa, tetapi ada juga yang terkena infeksi bakteri. Agar dapat memberikan pengobatan yang tepat pada penderita amandel, maka penting untuk bisa memperoleh diagnosis yang tepat, cepat, dan akurat mengenai penyebabnya. Sebab, pengobatan bergantung dari penyebab infeksinya. 

Ada tiga jenis amandel:

  • amandel akut: Gejala-gejala ini biasanya berlangsung 3 atau 4 hari tetapi bisa bertahan hingga 2 minggu.
  • amandel berulang: amandel yang kembali kambuh beberapa kali dalam setahun.
  • amandel kronis: ketika infeksi terjadi dalam jangka panjang. 

Ketahui Penyebab Penyakit Bisa Muncul

Infeksi virus atau infeksi bakteri bisa menjadi penyebab amandel. Bakteri yang paling sering menginfeksi adalah Streptococcus pyogenes, sejenis bakteri yang menyebabkan radang pada tenggorokan. 

Selain itu, amandel bisa juga terjadi karena: 

  • Adenovirus
  • virus influenza
  • Virus Epstein-Barr
  • Virus parainfluenza
  • Enterovirus
  • Virus herpes simpleks

Waspadai Gejalanya Sejak Dini

Amandel rata-rata menyerang anak-anak yang berada di antara usia prasekolah atau di usia pertengahan remaja. Adapun tanda dan gejalanya meliputi:

  • Terdapat lapisan putih atau kuning atau bercak.
  • Mengalami sakit tenggorokan.
  • Kesulitan dalam menelan makanan atau minuman. 
  • Mengalami demam. 
  • Terjadi pembesaran pada bagian kelenjar lunak (kelenjar getah bening) di leher
  • Suara mulai terdengar serak atau teredam. 
  • Mulut menimbulkan bau yang tidak sedap. 
  • Perut terasa sakit. 
  • Leher terasa kaku atau sakit.
  • Mengalami sakit kepala. 

Pada anak-anak, tanda-tanda amandel bisa termasuk: 

  • Muncul air liur karena kesulitan menelan. 
  • Menolak untuk makan karena sakit di bagian tenggorokan. 
  • Terus rewel karena kesakitan. 

Berapa lama amandel berlangsung?

Gejala pada amandel biasanya akan hilang setelah 3 sampai 4 hari. amandel tidak menular, tetapi sebagian besar infeksi yang menyebabkannya, misalnya, pilek dan flu.

Untuk menghentikan penyebaran infeksi ini:

  • Jangan bekerja atau membiarkan anak tetap berada di rumah sampai  Sahabat Kaef merasa lebih baik. 
  • Selalu gunakan tisu ketika mengalami bersin atau batuk dan langsung membuangnya di tempat sampah begitu selesai. 
  • Jangan lupa untuk segera cuci tangan setelah bersin atau batuk. 

Diagnosis amandel

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk melihat kondisi pembengkakannya dan mengecek apakah ada nanah di dalam amandel. Dokter juga akan memeriksa demam, serta mengecek di bagian telinga maupun hidung untuk memastikan tanda-tanda infeksinya. 

Agar dapat menemukan diagnosis yang tepat, diperlukan pula tes tambahan seperti: 

  • Swab tenggorokan 

Dokter akan menguji air liur dan sel-sel dari tenggorokan untuk bakteri strep. Sampel akan diambil menggunakan kapas yang dimasukkan ke bagian belakang tenggorokan. Apabila hasilnya negatif, penyebabnya adalah virus. 

  • Tes darah 

Dokter akan melakukan pengujian lab untuk menemukan penyebabnya apakah virus atau bakteri melalui jumlah sel darah yang tinggi dan rendah.

Cara Mengobati Amandel

Untuk tahu cara mengobati amandel, perlu mengetahui lebih dulu apa yang menyebabkannya. Apakah virus atau bakteri, baru dokter akan dapat menentukan perawatan apa yang tepat. Untuk itu, dibutuhkan diagnosis di awal yang tepat, cepat, dan akurat agar pengobatan dapat segera dijalankan dan amandel tidak semakin akut. 

Berikut beberapa cara untuk mengobati yang biasa dilakukan: 

Pengobatan

Ketika hasil tes menunjukkan penyebab amandel adalah bakteri, antibiotik akan diberikan. Dokter pun akan memberikan obat-obatan tersebut melalui suntikan satu kali atau dalam bentuk pil yang akan di konsumsi dalam beberapa hari. 

Setelah 2 atau 3 hari, kondisi akan mulai membaik. Tetapi, sangat penting untuk menghabiskan semua obat yang diberikan oleh dokter. 

  1. Pengobatan rumahan

Jika penyebabnya adalah virus, antibiotik tidak akan membantu, sebab tubuh akan melawan infeksi tersebut dengan sendirinya. Untuk membantu dalam penyembuhan bisa mencoba beberapa teknik pengobatan rumahan ini:

  • Perbanyak istirahat. 
  • Minumlah cairan hangat atau sangat dingin untuk membantu mengatasi sakit tenggorokan. 
  • Makan makanan yang lembut, seperti gelatin rasa, es krim, dan saus apel. 
  • Gunakan alat penguap atau pelembab kabut dingin di kamar.
  • Berkumur dengan air garam hangat. 
  • Menghisap pelega tenggorokan dengan benzokain atau obat lain untuk membuat tenggorokan yang mati rasa. 
  1. Operasi tonsilektomi

Amandel adalah bagian penting dari sistem kekebalan, jadi dokter akan mencoba membantu untuk menjaganya. Tetapi jika amandel terus kambuh hingga menyebabkan bengkak dan membuat kesulitan bernapas atau makan, operasi tonsilektomi bisa dilakukan. 

Proses operasi tonsilektomi akan dilakukan menggunakan pisau bedah untuk mengeluarkan bagian yang bengkak. Namun, kini sudah ada banyak pilihan yang tersedia. Seperti laser, energi ultrasonik, gelombang radio, atau elektrokauter. 

Operasi tonsilektomi hanya akan dilakukan oleh dokter jika Sahabat Kaef atau anak mengalami kondisi: 

  • amandel terjadi lebih dari 7x dalam satu tahun. 
  • Lebih dari 4x atau 5x dalam setahun selama 2 tahun terakhir. 
  • Lebih dari 3x setahun selama 3 tahun terakhir. 
  1. Pemulihan tonsilektomi

Tonsilektomi adalah prosedur rawat jalan, artinya tidak perlu tinggal di rumah sakit. Biasanya operasi akan berlangsung kurang dari satu jam. Beberapa jam setelah operasi mungkin bisa pulang.

Pemulihan biasanya memakan waktu 7 hingga 10 hari & mungkin merasakan sakit di tenggorokan, telinga, rahang, atau leher setelah operasi. Dokter akan memberitahu obat apa yang harus diminum untuk membantu mengatasi rasa sakit yang muncul pasca operasi.

Kuncinya, selama pemulihan harus banyak istirahat serta banyak minum. Akan tetapi, tahan diri untuk mengkonsumsi produk yang mengandung susu selama 24 jam pertama, setelah selesai menjalani operasi tonsilektomi. 

Tips Pencegahannya

Tips untuk mencegah terjadinya amandel atau agar tidak kembali kambuh adalah: 

  • Sering cuci tangan dengan benar, terutama sebelum makan atau usai dari toilet. 
  • Hindari berbagi makanan, botol air, gelas minum, atau peralatan makan. 
  • Ganti sikat giginya setelah didiagnosis menderita amandel.

Agar infeksi bakteri atau virus penyebab amandel tidak menular ke orang lain, perlu melakukan: 

  • Jaga diri maupun anak agar tetap berada di rumah saat sakit. 
  • Konsultasikan kepada dokter kapan bisa keluar rumah untuk kembali beraktivitas. 
  • Gunakan selalu tisu atau siku untuk menutup mulut ketika batuk atau bersin. Jangan lupa untuk selalu membuang tisu yang digunakan ke tempat sampah. 
  • Cuci tangan setelah bersin atau batuk selesai. 

Dari ulasan ini, Sahabat Kaef sudah mengetahui secara garis besar apa itu amandel, penyebab, gejala, serta cara pengobatan yang tepat agar tidak kembali kambuh. Bila sudah mengalami gejalanya, segera periksakan ke dokter agar memperoleh penanganan yang tepat dan segera mendapatkan pengobatan. Untuk melakukan pembelian atau menebus obat amandel yang telah diresepkan oleh dokter, Sahabat Kaef bisa melakukannya melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Download sekarang juga melalui Google Play atau Apps Store untuk membeli obatnya !

Sumber 

https://www.healthline.com/health/tonsillitis#:~:text=When%20an%20infection%20develops%20on,%2C%20swollen%20tonsils%2C%20and%20fever.

https://rspermatapamulang.co.id/2018/02/02/radang-amandel-tonsilitis/

https://health.kompas.com/penyakit/read/2021/12/23/160000868/radang-amandel-tonsilitis-