Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Penyintas Covid-19

Hal yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan Penyintas Covid-19

Sembuh dari Covid-19 merupakan sebuah anugerah yang dirasakan para penyintas, namun tidak sedikit dari mereka seakan lupa dan merasa ‘terbebas’ dari segala aturan protokol kesehatan. Kenyataannya banyak dari penyintas yang sampai saat ini masih merasakan keluhan seperti sesak nafas dan batuk yang tidak sembuh atau biasa disebut dengan Long Covid Syndrome. 

Padahal seorang penyintas seharusnya mulai sadar serta paham terhadap kondisi tubuh dan literasi kesehatan karena sembuh dari Covid-19 bukan berarti sudah benar-benar terbebas dengan pandemi saat ini.

Untuk itu, berikut adalah ulasan apa saja hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh para Penyintas Covid-19:

1. Hal yang Tidak Boleh Dilakukan:

a. Tidak menjalankan protokol kesehatan dengan benar

 – Berkumpul di ruang tertutup dan padat orang tanpa masker
 – Merasa sudah aman bepergian kesana kemari karena sudah kembali sehat dan memiliki antibodi
– Tidak menerapkan social distancing dengan orang lain

b. Gaya hidup berantakan dan asal-asalan

– Setelah selesai isolasi membeli berbagai macam makanan tidak sehat dan cepat saji
– Lanjut merokok karena sudah merasa tidak sesak
– Begadang hingga larut malam
– Malas berolahraga dan hanya sedikit minum air putih
– Menjalani sedentary lifestyle
– Mengonsumsi makanan/minuman tinggi gula dan garam

c. Konsumsi obat/vitamin/suplemen sembarangan

– Melakukan pembelian vitamin/suplemen secara besar-besaran di apotek
– Minum obat yang direkomendasikan oleh teman
– Membeli multivitamin yang paling mahal tanpa tau khasiatnya

d. Berolahraga tanpa rekomendasi dari dokter

– Selesai isolasi langsung mengunjungi fitness centre
– Melakukan lari pagi berkilo-kilo meter tanpa rekomendasi dokter
– Merekomendasikan penyintas lain untuk berolahraga tanpa menanyakan kondisinya terlebih dahulu
– Tidak mengindahkan kondisi tubuh sebelum berolahraga

e. Menstigma sesama penyintas Covid-19

– Menyepelekan kondisi penyintas lain yang sedang mengalami banyak keluhan
– Menganggap pengalaman diri sendiri layak dicontoh
– Menyamakan pengalaman diri sendiri dengan orang lain

f. Menstigma diri sendiri

– Merasa tidak berguna dan menjadi sumber penyakit di keluarga
– Merasa menjadi beban dan merepotkan banyak orang
– Menganggap negatif tubuh sendiri

g. Tidak mau ikut vaksinasi

– Takut jika di vaksin akan mengalami efek samping yang sama seperti yang dulu dirasakan
– Beranggapan akan dijadikan kelinci percobaan untuk vaksin

2. Hal yang Boleh dan Harus Dilakukan:

a. Tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjalankannya

– Tetap memakai masker saat berkumpul dan bertemu orang lain
– Hindari berkumpul di ruang yang tertutup dan pada
– Jika tidak mendesak, minimalisir bepergian
– Tetap menerapkan social distancing saat di keramaian

b. Mulai jalani pola hidup sehat dan teratur

– Batasi konsumsi makanan tidak sehat dan cepat saji
– Mulai melakukan olahraga ringan dan banyak gerak
– Konsumsi cukup air putih
– Batasi konsumsi makanan/minuman yang tinggi kadar gula/garam

c. Bijak dalam mengkonsumsi obat/vitamin/suplemen

– Selalu konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu saat akan mengkonsumsi obat/vitamin
– Tidak mengulang pembelian resep jika bukan atas saran dokter
– Tidak merekomendasikan obat/vitamin yang diberikan oleh dokter kepada kita untuk orang lain walaupun gejala sama
– Cukup konsumsi vitamin/suplemen yang sesuai dengan kebutuhan

d. Konsultasikan kondisi tubuh sebelum berolahraga

Walaupun olahraga sangat baik bagi tubuh tetapi Penyintas Covid-19 perlu adanya rekomendasi dari dokter terlebih dahulu. Dikarenakan fenomena Long Covid saat ini membuat kalangan medis berhati-hati dalam merekomendasikan olahraga yang tepat. Banyak penyintas yang mengalami kenaikan tekanan darah, debar jantung cepat, dan rasa lelah yang ekstrim.

e. Memahami bahwa kondisi setiap orang berbeda-beda

– Tidak menyepelekan kondisi penyintas lain
– Jangan menggunakan ukuran diri sendiri kepada penyintas lain

f. Niatkan diri untuk dapat menjadi lebih baik

– Jangan menyalahkan diri sendiri terhadap apa yang terjadi
– Bercerita dengan orang terdekat untuk berbagi keluh kesah
– Selalu berpikir positif dengan diri sendiri

g. Daftarkan diri dalam program vaksinasi

Penyintas Covid-19 yang dinyatakan sembuh selama 3 bulan dari masa isolasi sudah boleh mendapatkan vaksinasi. Walaupun menurut studi terakhir yang dilakukan oleh La Jolla Institute, California, Amerika Serikat secara alami penyintas sudah mendapatkan respon kekebalan tubuh hingga 8 bulan tetapi tetap diwajibkan untuk mengikuti vaksinasi guna memaksimalkan proteksi terhadap virus.



 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »