FAKTA DAN MITOS YANG KINI BEREDAR TERKAIT VIRUS COVID-19

Informasi saat ini terkait fakta virus corona menjadi sebuah peran penting yang dapat mempengaruhi penanganan pandemi Covid-19 di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Fakta ini kerap tertutupi oleh mitos di berbagai media dimana menjadikan masyarakat di suatu wilayah rentan terpapar virus corona dan akhirnya terjangkit Covid-19.

Masyarakat kini perlu memahami fakta virus corona dan memisahkannya dari mitos yang justru menyesatkan. Tidak hanya masyarakat awam yang harus mengetahui informasi ini, tetapi juga para tenaga medis. Terutama tenaga medis yang berkaitan langsung dengan penanganan virus COVID-19.

WHO memiliki laman khusus di situsnya yang merangkum mitos dan fakta virus corona bagi masyarakat. Berikut mitos dan fakta virus COVID-19 yang dihimpun dari situs WHO dan informasi yang berkembang di masyarakat:

1. Cuaca dingin dan salju membunuh virus corona?

WHO mengatakan bahwa mitos ini tidak perlu dipercaya. Cuaca dingin tidak dapat membunuh virus corona baru atau penyakit lainnya. Suhu tubuh manusia normal tetap sekitar 36,5 derajat Celsius hingga 37 derajat Celsius, terlepas dari suhu eksternal atau cuaca. Cara paling efektif untuk melindungi diri dari virus adalah dengan sering mencuci tangan dengan sabun dan air.

2. Indonesia satu-satunya Negara didunia yang pemerintahnya merelakan rakyatnya menjadi  kelinci percobaan dari cina

Faktanya bukan hanya Indonesia. Sejumlah Negara juga melakukan uji coba Vaksin Sinovac, seperti Brasil, Turki, Bangladesh, dan Cile dan juga diuji cobakan kepada relawan dari wuhan bernama Xiong Zhengxing pada 13 April 2020 lalu. Tim Satgas Pemulihan Ekonomi (PEN) Budi Gunadi Sadikin juga mengungkapkan, Sinovac tidak hanya diuji klinis di Indonesia. Setiap kandidat vaksin yang masuk juga mendapat pantauan dari BPOM.

3. Mitos beberapa dampak negatif dari penggunaan masker

Klaim yang salah bila dampak penggunaan masker dapat menurangi oxygen hingga 60%, meningkatkan resiko keracunan CO2 dan virus serta bakteri yang memenuhi masker dapat terhirup kembali kedalam tubuh. faktanya WHO dan para ahli menyatakan tidak ada dampak negatif dari penggunaan masker. WHO menegaskan bahwa penggunaan masker medis yang berkepanjangan ketika digunakan secara tepat tidak akan menyebabkan keracunan CO2 maupun pengurangan oksigen. WHO juga menyarankan untuk tidak menggunakan kembali masker sekali pakai dan selalu menggantinya ketika basah.

4. Konsumsi bawang putih dapat mencegah infeksi virus corona?

Bawang putih adalah makanan sehat yang mungkin memiliki beberapa sifat antimikroba. Namun, tidak ada bukti nyata ataupun jurnal ilmiah saat ini, bahwa mengkonsumsi bawang putih telah melindungi masyarakat dari virus corona.

5. Mengkonsumsi alkohol dapat mencegah penularan virus corona ?

Tidak ada bukti bahwa konsumsi alkohol dapat mencegah korona. Alkohol hanya disarankan sebagai bahan dasar hand sanitizer untuk mencuci tangan ketika tidak tersedia air mengalir dan sabun. Justru konsumsi alkohol dapat membahayakan tubuh.

6. . Menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh membunuh virus corona ?

WHO menjelaskan, menyemprotkan alkohol atau klorin ke seluruh tubuh tidak akan membunuh virus yang telah memasuki tubuh. Menyemprotkan zat-zat semacam itu bisa berbahaya bagi pakaian atau selaput lendir (yaitu mata, mulut)

7.   Rutin membilas hidung dengan garam mencegah infeksi virus corona ?

Tidak ada bukti bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur telah melindungi orang dari infeksi virus corona baru. Ada beberapa bukti terbatas bahwa mencuci hidung dengan garam secara teratur dapat membantu orang pulih lebih cepat dari flu biasa. Tapi tidak untuk infeksi pernapasan.

8.  Antibiotik cegah virus corona?

Tidak, antibiotik tidak bekerja melawan virus, hanya bakteri. Covid-19 adalah virus dan, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan . Coronavirus baru (2019-nCoV) adalah virus dan, oleh karena itu, antibiotik tidak boleh digunakan sebagai sarana pencegahan atau pengobatan.

Namun, jika Anda dirawat di rumah sakit untuk 2019-nCoV, Anda mungkin menerima antibiotik karena koinfeksi bakteri mungkin terjadi.

9. Ada obat khusus mencegah atau mengobati virus corona?

Sampai saat ini, tidak ada obat khusus yang disarankan untuk mencegah atau mengobati virus corona baru (Covid-19). Mereka yang terinfeksi virus harus menerima perawatan yang tepat untuk meredakan dan mengobati gejala. Beberapa perawatan spesifik sedang diselidiki, dan akan diuji melalui uji klinis yang didukung penuh oleh WHO.

10. Pemindai termal efektif mendeteksi orang yang terinfeksi virus?

Pemindai termal efektif dalam mendeteksi orang yang mengalami demam (suhu tubuhnya di atas normal) karena infeksi dengan virus corona baru. Namun, alat itu tidak dapat mendeteksi orang yang terinfeksi virus. Ini karena dibutuhkan antara 2 dan 10 hari sebelum orang yang terinfeksi menjadi sakit dan mengalami demam.

11. Lampu desinfeksi ultraviolet membunuh virus corona?

Jangan percaya. Lampu UV tidak digunakan untuk mensterilkan tangan atau area kulit karena radiasi UV dapat menyebabkan iritasi kulit.

12. Virus corona menyebar dari barang produksi Tiongkok?

Meskipun virus corona dapat bertahan di permukaan selama beberapa jam atau hingga beberapa hari (tergantung pada jenis permukaan), sangat kecil kemungkinan virus akan bertahan di permukaan setelah barang itu dipindahkan, diekspor dan terkena kondisi dan suhu yang berbeda. Jika kamu berpikir suatu permukaan mungkin terkontaminasi, gunakan desinfektan untuk membersihkannya. Setelah menyentuhnya, cuci tangan dengan sabun dan air.

13. Hewan peliharaan dapat menularkan virus corona ?

Saat ini, tidak ada bukti bahwa hewan peliharaan seperti anjing atau kucing dapat terinfeksi virus corona. Cuci tangan pakai sabun setelah kontak dengan hewan peliharaan dapat melindungi dari berbagai bakteri umum seperti E coli dan Salmonella yang dapat berpindah di antara hewan peliharaan dan manusia.

Setelah penjabaran tentang MITOS mengenai virus corona, berikut beberapa FAKTA yang harus kita semua ketahui, yaitu sebagai berikut ;

  1. Virus Corona dapat menular antar manusia dengan manusia

Ya, virus corona menyebabkan penyakit pernafasan dan dapat ditularkan dari orang ke orang, biasanya setelah kontak erat dengan pasien yang terinfeksi, misalnya di tempat kerja, di rumah tangga atau fasilitas pelayanan kesehatan, tetapi penularan melalui kontak langsung (melalui droplet atau melalui batuk dan bersin)

  • Daya tahan tubuh yang baik bisa mencegah kita dari Virus Corona

Pada dasarnya, tubuh manusia memiliki sistem imun untuk melawan virus dan bakteri penyebab penyakit. Oleh karena itu, fungsi sistem imun perl senantiasa diaga agar daya tahan tubuh kuat.

  • Masa inkubasi virus corona diperkirakan 14 Hari,

Waktu yang diperlukan sejak/terinfeksi hingga muncul gejala disebut masa inkubasi. Saat ini masa inkubasi diperkirakan antara 2-11 hari, dan pekiraan ini dapat berubah sewaktu-waktu sesuai perkembangan kasus. bisa saja gejala klinik virus muncul kemudian walau lolos thermal scanner.

  • Gejala awal tidak spesifik

Orang yang terinfeksi virus corona menunjukan gejala awal yang tidak spesifik, bahkan banyak orang yang sudah terinfeksi virus corona tetapi tidak menunjukan gejala sama sekali namun berpotensi dapat menularkan ke orang lain. Pada umumnya mengalami gejala infeksi saluran pernafasan yang sama dengan influenza, seperti demam,  batuk dan pilek. Walaupun gejalanya sama, tapi penyebab virus berbeda. Namun kesamaan gejala tersebut membuat kita sulit mengidentifikasi masing-masing penyakit tersebut, sehingga pemeriksaan laboratorium sangat diperlukan untuk mengkonfirmasi apakah orang tersebut sudah terjangkit vrus corona.

  • Pasien yang terinfeksi virus corona bisa sembuh

WHO menegaskan meskipun terinfeksi Covid-19, tidak berarti membuat pasien akan memiliki virus corona seumur hidup, kebanyakan orang yang sudah terjangkit bisa sembuh dan virusnya hilang dari tubuh mereka

  • Infeksi virus corona bisa mengenai semua umur
  • Pada udara terbuka, virus dapat mati dengan alkohol
  • Tidak semua pasien dengan infeksi ini mengalami gagal napas dan meninggal

Sumber : www.infeksiemerging.kemkes.go.id

www.sehatnegriku.kemkes.go.id

http://www.straitstime.com/asia/seasia/indonesias-bio-farma-and-chinas-sinovac-to-begin-final-clinical -trials-for-covid-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Mental Kuat Selama Pandemi Covid-19

Masih berlangsungnya pandemi virus corona (COVID-19) membuat masyarakat cemas dan takut. Kegiatan-kegiatan seperti sekolah dan perkantoran harus dihentikan untuk sementara waktu. Banyak orang saat ini

Read More »

VITAMIN… perlu gak sih?

Vitamin memiliki berbagai fungsi yang membantu mengatur metabolisme, mencegah penyakit kronis, memelihara nafsu makan, kesehatan mental dan kekebalan tubuh. Tapi apakah perlu kita mengkonsumsi vitamin?

Read More »