Depresi. Ketahui gejala dan cara mengatasinya!

Depresi. Ketahui gejala dan cara mengatasinya!

Belakangan ini kata depresi sangat akrab kita dengar, baik di kalangan dewasa maupun remaja. Banyak hal yang dapat memicu terjadinya depresi, faktor pemicunya pun bisa dari lingkungan sekitar bahkan diri sendiri. Menurut American Psychiatric Association, Depresi adalah penyakit medis yang umum dan serius yang secara negatif dapat mempengaruhi perasaan, cara berpikir, dan perilaku seseorang. 

Bahkan WHO memperkirakan 3,8% dari populasi di dunia mengalami hal ini, termasuk 5,0% di antara orang dewasa dan 5,7% menyerang orang dewasa yang > 60 tahun. 

Depresi berbeda dari perubahan suasana hati atau respons emosional yang dialami sehari-hari, terutama jika gejalanya berulang dan dengan intensitas yang sedang atau berat depresi dapat menjadi kondisi kesehatan yang serius. Kondisi seperti ini dapat menyebabkan seseorang yang menderita depresi tidak dapat melakukan aktivitasnya sehari-hari dilingkungan sosial baik sekolah maupun tempat kerja. Bahkan kondisi yang paling buruk, depresi dapat mendorong penderitanya untuk bunuh diri. Berdasarkan data WHO setiap tahunnya >700.000 orang meninggal karena bunuh diri, dan menjadi penyebab kematian keempat pada usia 15-29 tahun.

Namun sayangnya masih banyak orang yang kurang peka akan keadaan ini, bahkan tidak sedikit orang tua yang tidak terlalu memusingkan ketika anaknya mengatakan bahwa mereka depresi. Para orang tua bahkan menganggap anak-anaknya hanya kelelahan beraktifitas dan sekolah.

Gejala depresi antara satu orang dengan orang yang lain belum tentu sama, hal ini juga dipengaruhi oleh tingkat keparahan kasusnya. Namun secara umum berikut adalah gejala yang biasa dirasakan seseorang yang mengidap depresi:

      1. Nafsu makan yang buruk, disertai penurunan berat badan yang signifikan atau sebaliknya.
      2. Insomnia atau bahkan lebih sering tidur.
      3. Kehilangan minat atau kesenangan dalam aktivitas sehari-hari.
      4. Merasa tidak berharga, menyalahkan diri sendiri, dan mencela diri sendiri.
      5. Selalu berpikir tentang kematian atau bunuh diri.

Namun bukan berarti setiap gejala yang muncul selalu mengarah pada depresi, akan lebih baik jika gejala-gejala tersebut muncul pergi ke dokter atau ahli akan lebih membantu daripada melakukan diagnosa sendiri karena kesalahan diagnosis juga akan berbahaya.

Lalu bagaimana cara mengatasinya?

    1. Tetap menjalin hubungan

Jangan menarik diri dari lingkungan sosial, bersosialisasi dapat meningkatkan mood sehingga dengan menjaga komunikasi dan hubungan antara keluarga serta teman juga akan membuat kita memiliki seseorang untuk diajak bicara ketika merasa sedih.

 2. Lebih bergerak aktif

Mulai melakukan olahraga atau aktivitas yang melibatkan fisik, karena ternyata olahraga dapat membantu menaikkan suasana hati.

3. Hindari minum alkohol terlalu banyak

Bagi sebagian orang, alkohol bisa membantu melupakan masalah. Banyak yang memilih untuk minum lebih banyak dari biasanya untuk menyembunyikan emosi atau menghabiskan waktu. Tetapi mengkonsumsi alkohol lebih banyak justru dapat membuat seseorang merasa lebih tertekan.

4. Mengkonsumsi suplemen untuk mengatasi depresi

Beberapa suplemen memiliki kandungan yang baik untuk otak dalam mengatasi stress yang berlebihan, diantaranya:

        • DHEA

Secara alami tubuh dapat memproduksi DHEA dengan maksimal sampai usia 20 tahun dan menurun produksinya sampai usia 70 tahun. DHEA atau Dehydroepiandrosterone adalah sejenis hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal pada laki-laki dan perempuan. Beberapa studi menunjukkan DHEA dapat membantu penanganan depresi atau stress, secara signifikan DHEA dapat membantu kualitas tidur dan memulihkan sistem kekebalan tubuh.

        • Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba adalah tanaman yang banyak tumbuh di Tiongkok, Jepang dan Korea. Sejak lama tanaman ini dikenal secara tradisional manfaatnya untuk meningkatkan fungsi otak salah satunya ialah untuk memiliki daya ingat lebih baik serta kemampuan fokus lebih lama. Selain itu beberapa studi juga menunjukkan manfaat ginkgo biloba untuk mengatasi depresi yang dipicu karena stress emosional.

        • Vitamin B6 dan B12

Berdasarkan hasil studi menunjukkan kekurangan vitamin B6 dan vitamin B12 keterkaitannya dengan depresi dan fungsi neurologis yang merugikan. Vitamin B6 dan B12 dapat membantu kesehatan otak sehingga mengurangi efek stress terkait emosional 

5. Mencari bantuan

Jika perasaan tertekan atau depresi semakin buruk setelah beberapa lama, segeralah cari bantuan. Menghubungi psikolog atau menemui dokter sangat amat dianjurkan dibandingkan mendiagnosa diri sendiri.

 



Sumber:

 

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait