Bahaya Tidur Tengkurap yang Wajib Diketahui

Bahaya Tidur Tengkurap yang Wajib Diketahui

Tidur dengan posisi tengkurap mungkin selama ini disukai banyak orang, sekedar hanya untuk bersantai, menonton tv, membaca, bermain game/gadget hingga benar-benar tidur siang atau saat malam. Bahkan tidak sedikit dari mereka yang mengatakan dengan posisi tengkurap membuat tidur malam mereka menjadi lebih nyenyak. Namun meski tidur tengkurap dapat mengurangi mendengkur dan mengurangi sleep apnea ternyata posisi ini sangat tidak disarankan oleh para dokter karena memiliki bahaya lain bagi kesehatan.

Pada posisi ini akan membebani punggung dan leher lebih banyak hal itu dapat menyebabkan ketidaknyamanan sepanjang hari, selain itu tubuh akan meregangkan leher, menaikkan bahu hingga menyentuh telinga dan meletakkan tangan dalam posisi yang kurang nyaman yang akan memberi banyak tekanan pada persendian sehingga menimbulkan rasa nyeri. 

Dikutip dari laman Healthline rasa sakit yang dirasakan karena posisi tengkurap juga akan mempengaruhi waktu tidur, lebih banyak rasa sakit yang dirasakan artinya akan menyebabkan kemungkinan sering bangun di malam hari dan merasa kurang istirahat saat pagi.

Selain itu, masih ada beberapa bahaya lain yang akan timbul jika kita tetap tidur dengan posisi tengkurap. Nah berikut ulasannya:

1. Kekurangan oksigen

Saat tidur dengan posisi tengkurap, dada akan lebih banyak tertekan dan menyebabkan lubang hidung tidak terbuka secara bebas. Hal itu dapat membuat kesulitan bernafas sehingga tubuh kekurangan oksigen dan akibatnya kita akan tetap merasa lelah ketika bangun di pagi hari

2. Menyebabkan nyeri leher

Posisi tengkurap mengharuskan kita memiringkan kepala agar tetap dapat bernafas. Jika hal ini dilakukan dalam waktu yang lama, maka akan membuat leher menjadi kaku dan nyeri.

3. Mengganggu kesehatan usus

Ketika tengkurap, bagian punggung bawah akan menahan banyak tekanan dan hal ini dapat meningkatkan risiko sciatica atau kondisi nyeri yang disebabkan oleh saraf rusak atau terjepit. Bahkan sebuah studi juga menemukan, masalah pada punggung bagian bawah dapat menyebabkan sembelit dan masalah usus.

4. Nyeri hingga mati rasa pada saraf dan tulang belakang

Tidur tengkurap dapat mengubah kurva alami tulang belakang sehingga terasa tegang dan kaku. Selain itu, berat badan juga akan terpusat pada tulang belakang tekanan yang tidak seimbang itulah yang menyebabkan nyeri.

Sedangkan tulang belakang adalah saluran utama yang berisi banyak syaraf tubuh. Jika pada bagian tersebut terasa nyeri maka secara otomatis saraf-saraf tubuh di dalam tulang belakang juga akan terganggu. Hal itu lah yang menjadi alasan mengapa setelah tidur tengkurap kita akan mengalami kesemutan, bahkan mati rasa pada bagian tubuh setelah bangun tidur.

Lalu bagaimana jika tidur dengan posisi tengkurap sudah menjadi kebiasaan sehari-hari dan sulit dihilangkan bahkan tidak bisa tidur dengan posisi lain?

Berikut beberapa tips yang dikutip dari laman Healthline untuk membantu menghindari komplikasi akibat tidur tengkurap:

1. Gunakan bantal tipis atau tanpa bantal sama sekali.

Semakin rata bantal maka semakin rendah sudut kepala dan leher sehingga akan mengurangi kemungkinan nyeri pada leher.

2. Letakkan bantal di bawah panggul.

Ini akan membantu menjaga punggung dalam posisi yang lebih netral dan mengurangi tekanan dari tulang belakang.

3. Lakukan peregangan di pagi hari.

Beberapa menit peregangan akan membantu tubuh kembali sejajar dan secara perlahan memperkuat otot-otot pendukung. Pastikan untuk melakukan pemanasan dengan sedikit gerakan sebelum melakukan peregangan, dan lakukan dengan perlahan.



 

 

 

 

Sumber:

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »