9 Bahan Alami Atasi Premenstrual Syndrome (PMS) Bagi Wanita!

Bahan Alami Atasi Premenstrual Syndrome (PMS) Bagi Wanita!

Selama ini banyak yang salah mengartikan bahwa Premenstrual Syndrome (PMS) terjadi pada saat menstruasi terjadi dan merupakan sindrom penyerta menstruasi tersebut. Menurut Michael T. Murray, N.D. dalam The Pill Book Guide to Natural Medicines, PMS adalah kondisi berulang pada wanita usia subur, ditandai dengan gejala yang mengganggu tujuh hingga empat belas hari sebelum menstruasi. Sehingga dapat dikatakan bahwa PMS merupakan tanda atau gejala dari seorang wanita yang akan menghadapi siklus bulanan.

Gejala khas dari PMS ini sendiri biasanya berupa penurunan tingkat energi, lekas marah, depresi, sakit kepala, gairah seks berubah, nyeri payudara, sakit punggung, perut kembung, dan beberapa kondisi seperti edema atau pembengkakan pada jari dan pergelangan kaki. Penelitian yang dilakukan Dickerson, dkk. (2002), menyebutkan bahwa belum diketahui secara pasti penyebab dari PMS ini sendiri namun perubahan kadar hormon kemungkinan berperan cukup besar bahkan antara wanita satu dengan yang lainnya dapat menimbulkan gejala yang berbeda pula.

Walaupun terasa normal dan pasti menyertai siklus bulanan, tetapi sindrom satu ini juga sering mengganggu aktivitas bagi kebanyakan wanita. Namun ternyata ada beberapa bahan alami yang bisa kita gunakan untuk membantu mengatasi PMS tersebut. 

Dikutip dari beberapa sumber berikut adalah 9 bahan alami tersebut:

    • Jahe

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Parvin Rahnama, dkk (2012), jahe memiliki efek yang dapat menghilangkan nyeri dan kram perut bahkan kembung pada kondisi PMS bahkan saat haid. Penelitian ini diperkuat dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Hajar Adib Rad, dkk (2018), penelitian ini menyatakan jahe dapat menghambat produksi prostaglandin, dimana prostaglandin sendiri merupakan bahan kimia yang berperan dalam sistem reproduksi wanita yang menyebabkan otot dan pembuluh darah rahim berkontraksi. 

    • Kunyit

Kurkumin yang dihasilkan oleh kunyit ternyata dapat membantu meredakan gejala PMS seperti kelelahan fisik, sakit perut hingga memperbaiki suasana hati. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Jaclyn Chasse-Smeaton (2016), dimana hasil penelitiannya menunjukkan bahwa 70 peserta yang diberikan dua kapsul ekstrak kunyit selama 7 hari sebelum dan 3 hari setelah menstruasi mengalami penurunan gejala PMS yang signifikan. Kandungan kurkumin dalam kunyit dikatakan bisa menghambat produksi prostaglandin berlebih yang ada dalam rahim. Namun konsumsi kunyit atau olahan kunyit juga harus dibatasi karena dapat menimbulkan efek samping berupa sakit maag.

    • Evening Primrose Oil (EPO)

Bagi banyak wanita dewasa pasti sudah tidak asing dengan manfaat dari evening primrose oil (EPO) ini sendiri, sedari dulu EPO dikatakan dapat membantu pengobatan penyakit wanita karena EPO sendiri memiliki dua jenis asam lemak omega-6 yang sangat penting bagi kesehatan tubuh di kalangan wanita. EPO juga dikenal baik untuk membantu menyeimbangkan hormon wanita. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Mahboubi Mandana Saki, dkk (2015) dalam Journal of Nursing and Midwifery Sciences menyebutkan bahwa terjadi penurunan keparahan efek PMS yang signifikan setelah pemberian EPO. Namun efek yang diinginkan memerlukan waktu tunggu yang lama yaitu 3 bulan dengan pemberian rutin.

    • Kayu Manis

Kayu manis yang sering digunakan untuk penyedap atau penguat rasa pada beberapa masakan hingga dessert ternyata memiliki efek yang baik untuk mengurangi mual pada kondisi PMS hingga nyeri atau kram perut. Hal ini dibuktikan dengan penelitian yang dilakukan oleh Molouk Jaafarpour, dkk (2015) dalam Iranian Red Crescent Medical Journal. Ekstrak kayu manis memiliki aktivitas anti inflamasi dan mengurangi tingkat prostaglandin.

    • Kalsium

Penggunaan kalsium untuk mengatasi PMS sudah banyak diteliti dan menunjukkan berbagai macam hasil. Salah satu penelitian yang dilakukan oleh Fatemeh Shobeiri, dkk (2017) kalsium secara keseluruhan menunjukkan dapat mengurangi gangguan mood selama PMS. Dikutip dari The Pill Book Guide to Natural Medicines tingkat keefektifan penggunaan kalsium pada PMS memiliki skor B+ yang artinya memiliki efektifitas yang sangat baik berdasarkan hasil dari studi acak. Sedangkan untuk tingkat keamanan memiliki skor A yang berarti sangat aman untuk digunakan.

    • Ginkgo Biloba

Ginkgo biloba sudah dikenal lama sebagai bahan alami yang baik digunakan untuk memperbaiki daya ingat. Namun ternyata beberapa penelitian menyebutkan bahwa ginkgo biloba juga dapat digunakan sebagai bahan alami untuk mengatasi PMS. Penelitian yang dilakukan oleh Tori Hudson (2010), terbukti bahwa penggunaan ginkgo biloba dengan dosis 40 mg tiga kali sehari terhadap sampel menunjukkan angka penurunan keparahan gejala yang signifikan terutama pada suasana hati, depresi hingga nyeri. Flavonoid dalam ginkgo menghambat produksi prostaglandin inflamasi sehingga menghasilkan efek anti-inflamasi sehingga mengurangi gejala seperti perut kembung, dan edema. Dikutip dari The Pill Book Guide to Natural Medicines tingkat keefektifan penggunaan ginkgo biloba pada PMS memiliki skor B yang artinya memiliki efektifitas yang baik berdasarkan beberapa hasil dari studi klinis. Sedangkan untuk tingkat keamanan memiliki skor A yang berarti sangat aman untuk digunakan.

    • Licorice

Licorice atau lebih dikenal dengan nama lain akar manis memiliki segudang manfaat yang sudah digunakan turun temurun untuk mengatasi berbagai macam penyakit terutama yang berhubungan dengan hormon. Dalam Textbook of Natural Medicine dijelaskan bahwa kandungan isoflavon dan glycyrrhiza dalam licorice menunjukkan kemampuan untuk menghambat reuptake serotonin, dan karena itu menunjukkan beberapa efek antidepresan pada PMS. Dikutip dari The Pill Book Guide to Natural Medicines tingkat keefektifan penggunaan licorice pada PMS memiliki skor C yang artinya memiliki efektifitas yang baik berdasarkan uji empiris namun secara uji klinis tidak memberikan efektifitas yang baik bagi manusia. Sedangkan untuk tingkat keamanan memiliki skor C yang berarti aman digunakan dalam dosis yang direkomendasikan.

    • Magnesium dan Vitamin B6

Penggunaan suplemen yang mengandung magnesium dan vitamin b6 secara rutin ternyata memberikan efek yang baik bagi PMS. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh  Nahid Fathizadeh, dkk (2010), menyebutkan penggunaan magnesium dan vitamin b6 memberikan efek yang baik untuk mengatasi gejala PMS seperti depresi, kecemasan, mual, sakit kepala hingga jerawat. Dikutip dari The Pill Book Guide to Natural Medicines tingkat keefektifan penggunaan magnesium dan vitamin b6 pada PMS memiliki skor B+ yang artinya memiliki efektifitas yang sangat baik berdasarkan hasil dari studi acak. Sedangkan untuk tingkat keamanan keduanya memiliki skor A yang berarti sangat aman untuk digunakan.

    • Vitamin E

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Hajar Dadkhah, dkk. (2016), mengatakan bahwa vitamin e paling efisien mengurangi gejala PMS terkait depresi. VItamin E menunjukkan perbaikan yang signifikan dalam gejala mood PMS. Dikutip dari The Pill Book Guide to Natural Medicines tingkat keefektifan penggunaan vitamin e pada PMS memiliki skor B yang artinya memiliki efektifitas yang baik berdasarkan beberapa hasil dari studi klinis. Sedangkan untuk tingkat keamanan memiliki skor A yang berarti sangat aman untuk digunakan.

 

 



 

 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait