Asupan Suplemen Imun Booster di Masa Pandemi

Asupan Suplemen Imun Booster di Masa Pandemi

Di tengah kesibukan dan masa pandemi seperti saat ini, kondisi kesehatan tubuh yang prima menjadi investasi utama untuk semua orang. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk meningkatkan imun tubuh, seperti olahraga teratur dan makan-makanan kaya gizi serta tambahan vitamin atau suplemen. Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa imun tubuh dipengaruhi oleh kondisi emosional, tingkat stress, lifestyle, pola diet dan nutrisi tertentu. Kekurangan nutrisi tertentu adalah penyebab yang paling sering terjadi untuk menurunkan sistem imun. Sejumlah besar studi klinis dan eksperimen menunjukkan bahwa kekurangan nutrisi tertentu dapat sangat merusak sistem kekebalan tubuh.

Nah berikut adalah ulasan lengkap yang bisa kita lakukan untuk tetap menjaga imun saat pandemi:

    1. Diet

Diet tidak selalu mengacu untuk menurunkan berat badan, hal ini juga bisa kita lakukan untuk menjaga fungsi imun tetap optimal. beberapa diet sehat yang bisa kita lakukan antara lain:

        • Diet kaya makanan alami yang utuh, seperti buah-buahan, sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan 
        • Diet rendah lemak dan gula
        • Konsumsi makanan yang mengandung protein yang cukup dan menghindari makanan yang memicu reaksi alergi pada tubuh.

2. Tidur yang cukup

Dikutip dari laman Franciscan Missionaries of Our Ladien Health System, tidur merupakan cara paling ampuh dalam menyembuhkan penyakit. Orang dengan tidur 6-8 jam sehari terbukti dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan melawan infeksi dibanding dengan orang yang mengalami gangguan sulit tidur. Selain itu berdasarkan studi juga menunjukkan orang yang tidak mendapatkan tidur berkualitas lebih berisiko terkena virus.

3. Olahraga yang cukup

Sama seperti diet sehat, olahraga dapat berkontribusi pada kesehatan termasuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu olahraga yang cukup juga dapat membantu mengontrol berat badan serta melindungi tubuh dari berbagai penyakit berbahaya lainnya.

4. Konsumsi suplemen makanan 

Dalam kondisi tertentu tubuh kita memerlukan suplemen tambahan guna membantu menjaga daya tahan tubuh agar terhindar dari masalah kesehatan yang serius. Hal ini pun berlaku untuk menaikkan sistem imun kita. Beberapa kandungan dalam suplemen yang bisa membantu mengoptimalkan imun tubuh, antara lain:

        • Echinacea

Tumbuhan obat asli Amerika ini telah teruji oleh lebih dari 350 penelitian berfungsi untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan melawan infeksi. Dari 9 spesies Echinacea yang ada, tiga jenis yang paling sering digunakan adalah E. angustifolia, E. purpurea, dan E. pallida, Sebagian besar studi klinis menunjukkan khasiat dalam peningkatan imunitas tubuh di berbagai kondisi infeksi, terutama pada flu dan infeksi saluran napas atas. Selain itu Echinacea juga membantu meningkatkan penyembuhan luka yang signifikan dan mayoritas mengurangi durasi atau keparahan infeksi.

        • Bawang putih (Garlic)

Bawang putih memberikan aktivitas antimikroba spektrum luas terhadap banyak spesies bakteri, virus, cacing, dan jamur. Beberapa studi juga menunjukkan efek peningkatan kekebalan yang mendukung sejarah penggunaan bawang putih dalam pengobatan infeksi.

        • Ginseng (Panax ginseng & P. quinquefolium)

Efektivitas ginseng dalam meningkatkan fungsi imun telah diamati, hasil studi menunjukkan bahwa konsumsi ginseng pada orang dengan gangguan imun yang sedang (orang terkena flu) dapat menurunkan risiko infeksi.

        • Kyolic

Kyolic merupakan bawang putih yang diproses secara unik dengan proses penuaan hingga dua puluh bulan. Berdasarkan hasil beberapa studi menunjukkan kyolic mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi sel darah putih dan meningkatkan efek preventif vaksin influenza.

        • Noni (Mengkudu)

Buah ini telah banyak digunakan secara tradisional untuk menyembuhkan berbagai penyakit. Sediaan jus telah banyak dipasarkan pada awal tahun 1990an di Amerika Serikat. Hasil studi menunjukkan efek anti kanker, peningkatan sistem imun, dan sedikit efek sedatif.

        • Propolis

          Propolis adalah zat resin yang dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun dan kulit pohon.Propolis memiliki aktivitas antibiotik yang membantu sarang agar terjaga dari serangan virus, bakteri, dan organisme lainnya. Propolis juga digunakan secara oral untuk membantu merangsang sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan kemampuan penyembuhan luka.
        • Selenium

          Selenium berfungsi sebagai komponen enzim antioksidan glutathione peroksidase, yang bekerja dengan vitamin E dalam mencegah kerusakan membran sel akibat serangan radikal bebas. Mineral ini memengaruhi semua komponen sistem kekebalan tubuh, termasuk perkembangan semua sel darah putih. Kekurangan selenium telah terbukti menghambat perlindungan tubuh terhadap infeksi akibat gangguan sel darah putih dan fungsi kelenjar timus. Dalam satu studi, suplementasi selenium (200 mcg/hari) pada individu dengan konsentrasi selenium normal menunjukkan peningkatan 118 persen kemampuan sel darah putih dalam membunuh sel tumor dan peningkatan 82,3 persen aktivitas sel darah putih jenis natural killer cell (NK cell).
        • Shiitake (Lentinus edodes)

          Jamur shiitake adalah menu diet andalan di Jepang yang dianggap sebagai pelindung tubuh dari  kanker. Penelitian ilmiah memfokuskan pada efek peningkatan kekebalan dan anti kanker dari polisakarida shiitake (gula kompleks). Salah satu senyawa yang diekstrak, yaitu Letinan, digunakan di Jepang untuk pengobatan kanker.
        • Ginseng Siberia (Eleutherococcus senticocus)

          Salah satu kegunaan ginseng siberia yang populer adalah pengobatan kelelahan (fatigue), termasuk sindrom kelelahan kronis (CFS). Pusat dari CFS adalah sistem imun yang terganggu. Ginseng siberia tampak mengatasi kelelahan dan gangguan sistem imun pada penderita CFS. Dalam hal imunitas berdasarkan hasil studi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan signifikan dalam berbagai parameter sistem imun terhadap subjek sehat yang diberikan 10 ml ekstrak cairan ginseng siberia selama empat minggu.
        • Ekstrak Thymus

          Studi double-blind pada anak-anak dan orang dewasa yang memiliki riwayat infeksi saluran napas berulang menunjukkan bahwa ekstrak thymus mampu meningkatkan fungsi kekebalan tubuh dan menurunkan kejadian infeksi berulang. Sedangkan studi double-blind yang lain menunjukkan kemampuan peningkatan fungsi kekebalan tubuh pada kondisi penekanan imun dengan olahraga (exercise-induced immune suppression), dan dalam studi pendahuluan untuk meningkatkan fungsi kekebalan pada penderita diabetes dan pada lansia.

 

 



 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait