Aspirin

Indikasi Umum:

      1. Untuk pengobatan sindrom koroner akut dan stroke iskemik akut, di mana penghambatan agregasi trombosit yang cepat dapat mencegah atau membatasi trombosis arteri dan mengurangi kematian.
      2. Untuk pencegahan sekunder jangka panjang dari kejadian arteri trombotik pada pasien dengan penyakit arteri kardiovaskular, serebrovaskular dan perifer.
      3. Untuk mengurangi risiko trombus intrakardiak dan stroke emboli pada fibrilasi atrium di mana warfarin dan antikoagulan oral novel merupakan kontraindikasi.
      4. Untuk mengontrol nyeri ringan hingga sedang dan demam (lihat Obat antiinflamasi nonsteroid, walaupun obat lain biasanya lebih disukai, terutama pada pasien dengan kondisi inflamasi).

Cara Kerja:

Peristiwa trombotik terjadi ketika trombus yang kaya trombosit terbentuk di arteri ateromatosa dan menghalangi sirkulasi. Aspirin secara ireversibel menghambat siklooksigenase (COX) untuk mengurangi produksi faktor pro-agregatoris tromboksan dari asam arakidonat, mengurangi agregasi platelet dan risiko penyumbatan arteri. Efek antiplatelet aspirin terjadi pada dosis rendah dan berlangsung sepanjang siklus hidup platelet (yang tidak memiliki nukleus untuk memungkinkan sintesis COX baru) dan dengan demikian hanya hilang saat platelet baru terbentuk.

Efek Samping:

Efek merugikan yang paling umum dari aspirin adalah iritasi gastrointestinal. Efek yang lebih serius termasuk ulserasi gastrointestinal dan perdarahan serta reaksi hipersensitivitas termasuk bronkospasme. Dalam terapi dosis tinggi, aspirin menyebabkan tinnitus. Aspirin mengancam jiwa jika overdosis. Gambarannya termasuk hiperventilasi, perubahan pendengaran, asidosis metabolik dan kebingungan, diikuti oleh kejang, kolaps kardiovaskular, dan gagal napas.

Peringatan:

Aspirin tidak boleh diberikan kepada anak-anak berusia di bawah 16 tahun karena risiko sindrom Reye, penyakit langka namun mengancam nyawa yang pada prinsipnya memengaruhi hati dan otak. Obat ini tidak boleh dikonsumsi oleh orang dengan hipersensitivitas aspirin, yaitu yang memiliki bronkospasme atau gejala alergi lain yang dipicu oleh paparan aspirin atau NSAID lain. Namun, aspirin tidak secara rutin dikontraindikasikan pada asma. Aspirin harus dihindari pada trimester ketiga kehamilan ketika penghambatan prostaglandin dapat menyebabkan penutupan duktus arteriosus secara prematur. Aspirin harus digunakan dengan hati-hati pada orang dengan tukak lambung atau asam urat, karena dapat memicu serangan akut.

Interaksi:

Aspirin bekerja secara sinergis dengan agen antiplatelet lainnya, meskipun bermanfaat secara terapeutik juga dapat menyebabkan peningkatan risiko perdarahan. Jadi, meskipun dapat diberikan dengan obat antiplatelet (misalnya clopidogrel, dipyridamole) dan antikoagulan (misalnya heparin, warfarin) dalam beberapa situasi (misalnya sindrom koroner akut), diperlukan kehati-hatian.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Angiotensin receptor blockers

Obat Golongan Ini: losartan, candesartan, irbesartan Indikasi Umum: Angiotensin receptor blockers (ARB) umumnya digunakan ketika ACE inhibitor tidak dapat ditoleransi karena batuk. Indikasinya sama: Hipertensi:

Read More »

Diuretics, potassium-sparing

Obat Golongan Ini: amiloride (sebagai co-amilofruse, co-amilozide) Indikasi Umum: Sebagai bagian dari terapi kombinasi, untuk pengobatan hipokalemia yang timbul dari terapi loop- atau thiazide-diuretik. Antagonis

Read More »

Diuretics, loop

Obat Golongan Ini: Furosemide, bumetanide Indikasi Umum: Untuk menghilangkan sesak pada edema paru akut (acute pulmonary oedema) dalam konjugasi dengan oksigen dan nitrat.  Untuk pengobatan

Read More »

Nitrates

Obat Golongan Ini: Isosorbide mononitrate, glyceryl trinitrate Indikasi Umum: Nitrat kerja pendek/ short-acting (gliseril trinitrat) digunakan dalam pengobatan angina akut dan nyeri dada yang berhubungan

Read More »

Lidocaine

Indikasi Umum: Sangat umum, sebagai anestesi lokal pilihan pertama, misalnya, kateterisasi urin dan prosedur minor (misalnya penjahitan). Jarang, sebagai obat antiaritmia pada ventricular tachycardia (VT)

Read More »