Anemia dan Darah Rendah. Apakah Sama?

Anemia dan Darah Rendah. Apakah Sama?

Anemia dan darah rendah merupakan suatu bentuk kelainan pada darah yang paling sering terjadi, adapun fakta menarik ternyata kedua penyakit ini lebih rentan dialami oleh wanita dibandingkan laki-laki. Hal ini dikarenakan wanita mengalami siklus menstruasi yang berat atau kehamilan yang menyebabkan hilangnya zat besi pada darah. 

Banyak yang beranggapan bahwa anemia dan darah rendah merupakan hal yang sama, hal ini dikarenakan gejala klinis dari keduanya yang mirip seperti pucat dan tekanan darah menjadi rendah. Nyatanya kedua penyakit tersebut berbeda begitupun penanganannya yang seharusnya juga berbeda.

Lalu apa yang membedakan anemia dan darah rendah?

Dikutip dari beberapa sumber, berikut merupakan hal-hal yang membedakan anemia dan darah rendah: 

Gejala
Dari segi gejala, antara anemia dan darah rendah memiliki gejala dasar yang nyaris sama yaitu pusing. Namun jika diperhatikan lebih lanjut gejala tersebut memiliki perbedaan antara lain:

Anemia

        • sakit kepala
        • pusing
        • badan lemas
        • kulit tampak pucat
        • kaki dan tangan terasa dingin
        • sesak nafas
        • nyeri dada
        • detak jantung menjadi lebih cepat

Darah rendah

        • pusing
        • pandangan kabur
        • sulit berkonsentrasi
        • badan terasa lemah
        • kulit pucat dan dingin
        • nafas pendek dan cepat
        • nadi teraba cepat dan lemah
        • pingsan

Penyebab
Anemia dan darah rendah memiliki penyebab yang berbeda, yaitu:

Anemia

        • Pada anemia terjadi ketika tubuh kekurangan hemoglobin, dan umumnya disebabkan oleh kurangnya asupan zat besi atau vitamin B12 dan asam folat. Selain itu anemia juga bisa disebabkan oleh perdarahan, kehamilan, kegagalan sumsum tulang dalam memproduksi sel darah, sel darah merah banyak yang pecah, dan penyakit ginjal kronis.

Darah rendah

        • Tekanan darah rendah dapat disebabkan karena berbagai hal, seperti kekurangan cairan tubuh (dehidrasi), kehamilan, konsumsi obat-obatan tertentu, perdarahan, penyakit jantung, diabetes, atau gangguan hormon tiroid.

Diagnosa
Untuk lebih memastikan penderita mengalami anemia atau darah rendah kedua penyakit ini memiliki diagnosa yang berbeda, yaitu:

Anemia

        • Kisaran hematokrit normal adalah 34,9 hingga 44,5 persen untuk wanita dewasa dan 38,8 hingga 50 persen untuk pria dewasa. Kisaran hemoglobin normal adalah 12,0 hingga 15,5 gram per desiliter untuk wanita dewasa dan 13,5 hingga 17,5 gram per desiliter untuk pria dewasa. Pasien dikatakan menderita anemia jika kadar hematokrit dan hemoglobin dibawah kadar normal. 

Darah rendah

        • Tekanan darah terdiri dari dua pengukuran yaitu, tekanan sistolik (adalah pengukuran darah dipompa melalui arteri ketika ventrikel jantung meremas. sistolik juga dikatakan ketika jantuk memasok darah ke dalam tubuh). Tekanan diastolik (adalah pengukuran untuk periode istirahat, kondisi diastole adalah ketika jantuk memasok atau mengisi darah ke dalam arteri). Tekanan darah normal pada orang dewasa adalah 120/80, dan dikatakan memiliki tekanan darah rendah ketika tekanannya lebih rendah dari 90/60.

Penanganan
Karena dari segi penyebab dan gejala berbeda, tentu penanganan kedua penyakit ini harus berbeda. Namun seringnya beberapa orang menggunakan obat penambah darah saat tensi darahnya rendah. Berikut penanganan yang tepat untuk kedua penyakit tersebut:

Anemia

        • Beberapa penderita anemia akan disarankan untuk mengkonsumsi suplemen yang mengandung zat besi, vitamin B12 dan asam folat namun tentu dengan pengawasan dan konsultasi dengan dokter atau tenaga medis lainnya.

Darah rendah

        • Pada kasus darah rendah ringan dapat ditangani dengan lebih banyak mengkonsumsi air putih, konsumsi makan sehat, serta rutin berolahraga. Jika dibutuhkan pengidap penyakit ini mungkin harus mengonsumsi obat-obatan tertentu atau mendapat tindakan medis.

 

 

 



 

 

 

 

 

Sumber:

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait