Allopurinol

Indikasi Umum:

      1. Untuk mencegah serangan gout akut.
      2. Untuk mencegah asam urat dan batu ginjal kalsium oksalat.
      3. Untuk mencegah hiperurisemia dan sindrom lisis tumor yang berhubungan dengan kemoterapi.

Cara Kerja:

Allopurinol adalah inhibitor xantin oksidase. Xantin oksidase memetabolisme xantin (diproduksi dari purin) menjadi asam urat. Penghambatan xantin oksidase menurunkan konsentrasi asam urat plasma dan mengurangi pengendapan asam urat di sendi atau ginjal.

Efek Samping:

Allopurinol umumnya ditoleransi dengan baik. Efek samping yang paling umum adalah ruam kulit, yang mungkin ringan atau mungkin menunjukkan reaksi hipersensitivitas yang lebih serius seperti sindrom Stevens-Johnson atau nekrolisis epidermal toksik. Sindrom hipersensitivitas obat adalah reaksi langka yang mengancam jiwa terhadap allopurinol yang dapat mencakup demam, eosinofilia, limfadenopati, dan keterlibatan organ lain, seperti hati dan kulit. Memulai penggunaan allopurinol dapat memicu atau memperburuk serangan gout akut.

Peringatan:

Penggunaan allopurinol tidak boleh dimulai selama serangan akut gout, tetapi dapat dilanjutkan jika pasien sudah stabil, untuk menghindari fluktuasi kadar asam urat serum yang tiba-tiba. Ruam kulit berulang atau tanda-tanda hipersensitivitas yang lebih parah terhadap allopurinol merupakan kontraindikasi terhadap terapi. Allopurinol dimetabolisme di hati dan diekskresikan oleh ginjal. Oleh karena itu, dosis harus dikurangi pada pasien dengan gangguan ginjal berat atau gangguan hati.

Interaksi:

Obat sitotoksik, mercaptopurine, dan pro-drug-nya, azathioprine, membutuhkan xanthine oxidase untuk dimetabolisme. Ketika allopurinol diresepkan bersama obat ini, dapat menghambat metabolisme kedua obat tersebut dan meningkatkan risiko toksisitas. Resep bersama allopurinol dengan amoksisilin meningkatkan risiko ruam kulit, sedangkan dengan penghambat ACE atau tiazid meningkatkan risiko reaksi hipersensitivitas.

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Angiotensin receptor blockers

Obat Golongan Ini: losartan, candesartan, irbesartan Indikasi Umum: Angiotensin receptor blockers (ARB) umumnya digunakan ketika ACE inhibitor tidak dapat ditoleransi karena batuk. Indikasinya sama: Hipertensi:

Read More »

Diuretics, potassium-sparing

Obat Golongan Ini: amiloride (sebagai co-amilofruse, co-amilozide) Indikasi Umum: Sebagai bagian dari terapi kombinasi, untuk pengobatan hipokalemia yang timbul dari terapi loop- atau thiazide-diuretik. Antagonis

Read More »

Diuretics, loop

Obat Golongan Ini: Furosemide, bumetanide Indikasi Umum: Untuk menghilangkan sesak pada edema paru akut (acute pulmonary oedema) dalam konjugasi dengan oksigen dan nitrat.  Untuk pengobatan

Read More »

Nitrates

Obat Golongan Ini: Isosorbide mononitrate, glyceryl trinitrate Indikasi Umum: Nitrat kerja pendek/ short-acting (gliseril trinitrat) digunakan dalam pengobatan angina akut dan nyeri dada yang berhubungan

Read More »

Lidocaine

Indikasi Umum: Sangat umum, sebagai anestesi lokal pilihan pertama, misalnya, kateterisasi urin dan prosedur minor (misalnya penjahitan). Jarang, sebagai obat antiaritmia pada ventricular tachycardia (VT)

Read More »