7 Kesalahan Diet yang Justru Memicu Penyakit

7 Kesalahan Diet yang Justru Memicu Penyakit

Memiliki tubuh ideal adalah hal yang diidam-idamkan banyak orang terutama perempuan, banyak cara yang dilakukan untuk mencapai hal tersebut salah satunya ialah dengan metode diet. Diet masih menjadi pilihan yang paling banyak dilakukan karena dirasa lebih cepat menurunkan berat badan dan tidak memerlukan usaha yang merepotkan. Who menyatakan diet yang dilakukan dengan tepat sangat dianjurkan, karena hal tersebut dapat membantu melindungi tubuh dari malnutrisi dalam segala bentuk, serta menghindari tubuh dari penyakit tidak menular termasuk diabetes hingga kanker. Namun kebanyakan orang justru melakukan diet dengan cara yang salah sehingga menimbulkan berbagai macam penyakit yang menyerang tubuh.
Dikutip dari laman World Heart Federation, diet yang tidak sehat hanya akan memicu berbagai macam penyakit yang merupakan faktor risiko penyebab kematian di dunia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, obesitas dan kolesterol. Hal ini terjadi karena banyak metode diet yang terlalu memaksakan kondisi tubuh dan hanya berfokus pada pembatasan konsumsi makanan tanpa menyeimbangkan aktivitas fisik seperti konsumsi tinggi lemak jenuh dan trans yang jika tidak dipantau dengan baik akan memicu penyakit jantung yang merupakan salah satu faktor kematian nomor satu secara global. Tidak sedikit juga orang-orang melakukan diet hanya berdasarkan saran dari teman terdekat bahkan internet tanpa berkonsultasi kepada ahli gizi dan melihat kondisi tubuh mereka sendiri yang pada akhirnya berat badan tidak turun tetapi justru menyebabkan penyakit.

Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa ulasan mengenai kesalahan diet yang sering dilakukan dan memicu penyakit:

1. Hanya fokus pada skala berat

Sangat umum terjadi pada seseorang ketika merasa berat badannya tidak turun dengan cepat atau signifikan padahal sudah menjalankan diet. Hal ini yang akan memicu tindakan diet ekstrim tanpa memperdulikan kondisi tubuh mereka sendiri. Padahal berat badan dapat berubah-ubah hingga 1,8 kg selama sehari tergantung pada seberapa banyak makanan dan cairan yang dikonsumsi. Cara terbaik untuk mengukur berat badan adalah dengan mengukur pinggang dan mengambil foto diri sendiri setiap bulan untuk menunjukkan bahwa kita benar-benar kehilangan lemak meskipun angka pada timbangan tidak banyak berubah.

2. Menghindari nasi

Banyak orang yang melakukan diet menyalahkan nasi sebagai salah satu penyebab kegemukan, padahal nasi putih merupakan asupan karbohidrat yang dibutuhkan oleh seseorang. Nasi putih masih bisa dikonsumsi oleh orang-orang yang melakukan diet asalkan dengan batasan jumlah yang pasti karena meski menghindari nasi putih tetapi tidak dengan gorengan atau makanan berlemak lain yang melebihi porsi maka tetap saja diet tidak akan berhasil.

3. Luput asupan kalori

Seseorang memang dapat mencapai berat badan ideal tanpa memahami seberapa penting kalori yang masuk dan keluar. Namun, hal tersebut tidak baik untuk tubuh sebagai salah satu sumber energi yang jika tidak diperhatikan akan menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi

4. Makan terlalu sedikit

Kebanyakan orang akan melewatkan jam sarapan pagi dengan alibi takut gemuk, tetapi hal ini nyatanya justru membuat mereka makan dengan porsi yang sangat besar di siang hari hal inilah yang justru dapat menggagalkan diet.

5. Malas olahraga

Banyak orang yang menjalankan diet hanya dengan mengandalkan perubahan pola makan tanpa mau melakukan olahraga. Hal inilah yang memicu diet gagal, karena nyatanya selain perubahan pola makan saat diet sangat penting dibarengi dengan gerakan tubuh dan berkeringat untuk mengurangi kalori atau lemak yang ada dalam tubuh.

6. Tidak makan cukup protein

Mendapatkan cukup protein sangat penting saat menurunkan berat badan, karena faktanya protein telah terbukti dapat membantu menurunkan berat badan dengan beberapa cara seperti: mengurangi nafsu makan, meningkatkan perasaan kenyang, serta meningkatkan laju metabolisme. Selama jumlahnya tidak berlebihan mengkonsumsi protein saat diet sangat dianjurkan.

7. Tidak cukup makan serat

Diet rendah serat sebenarnya justru dapat mengganggu upaya penurunan berat badan. Studi menunjukkan jenis serat larut yang dikenal sebagai serat kental dapat membantu mengurangi nafsu makan dengan membentuk gel yang menahan air sehingga menimbulkan rasa kenyang



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait