6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal ini yang membuat banyak orang sulit untuk membedakan kedua penyakit tersebut. Kemiripan gejala tifus dan DBD kerap mengelabui banyak orang, bahkan mereka yang sudah pernah mengalami pun bisa salah menduga. Bahayanya jika kedua penyakit tersebut tidak dengan cepat terdiagnosa maka tidak sedikit akan banyak pasien yang tidak tertangani dengan baik, sedangkan untuk DBD sendiri setiap tahunnya selalu mengalami kenaikan. Data terakhir pada awal tahun 2019 tercatat jumlah penderita DBD sebesar 13.683 penderita, dan dilaporkan dari 34 Provinsi dengan 132 kasus diantaranya meninggal dunia. Angka ini mengalami kenaikan jika dibandingkan tahun 2018 yaitu sebanyak 6.167 penderita dan jumlah kasus meninggal sebanyak 43 kasus.

Walaupun keduanya memiliki gejala khas yang sama, tetapi tentu saja ada perbedaan diantara keduanya. Perbedaan paling umum yang bisa dikenali adalah waktu terjadinya demam, pada DBD pasien akan mengalami demam yang berlangsung sepanjang hari sedangkan tifus hanya akan dirasakan pada waktu tertentu seperti sore dan malam. Selain gejala umum tersebut masih terdapat beberapa gejala yang bisa membantu untuk membedakan antara DBD dan tifus.

Untuk mengetahui lebih jelas berikut beberapa perbedaan gejala DBD dan tifus secara umum:

1. Pada tifus tidak terjadi shock jika belum terjadi komplikasi, sedangkan pada DBD shock bisa terjadi bahkan terbilang sering terjadi.

2. Pada DBD terdapat nyeri pada ulu hati yang sangat khas dan bukan seperti gejala maag. Sedangkan pada tifus, hanya terdapat rasa tidak enak pada perut tapi tidak sampai nyeri hebat.

3. Pada tifus kemungkinan terdapat bibir kering, merah pada tepi lidah dan tengahnya berlapis putih. Sedangkan DBD tidak terdapat gejala tersebut.

4. Pada tifus mungkin ada bintik merah tetapi hanya di bagian dada dan bukan merupakan bintik pendarahan. Sedangkan pada DBD, bintik merah terjadi akibat pendarahan dan bila ditekan tidak akan pudar.

5. Tifus dapat terjadi sepanjang tahun dan tidak memerlukan kehadiran nyamuk hanya saja lebih sering terjadi setelah kejadian banjir karena biasanya kebersihan setelah banjir bisa dibilang jorok, sedangkan DBD biasanya akan mengalami kenaikan kasus pada musim penghujan dan penyebab utamanya karena kehadiran nyamuk aedes aegypti.

6. Cara mencegah tifus dapat dikatakan cukup mudah yaitu dengan makan dan minum lebih bersih, membiasakan cuci tangan dan selalu mengutamakan food handling dengan baik terutama untuk makanan-makanan mentah. Sedangkan untuk mencegah DBD yaitu menyingkirkan jentik nyamuk dan tidak hanya pada area yang kotor saja namun ditempat yang bersih juga memungkinkan adanya jentik nyamuk.



 

 

 

 

Sumber:

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »