5 Tips Aman Workout di Rumah Agar Tidak Cedera

5 Tips Aman Workout di Rumah Agar Tidak Cedera

Situasi pandemi seperti sekarang membuat banyak orang kesulitan melakukan aktivitasnya sehari-hari di luar, mulai dari bekerja, sekolah hingga berolahraga orang-orang dipaksa untuk melakukannya di rumah saja. Hal ini banyak berpengaruh bagi kondisi tubuh mereka, tidak sedikit yang mengaku berat badannya mengalami kenaikan setelah adanya pembatasan keluar rumah. Namun banyak juga yang mengatasinya dengan melakukan olahraga atau workout dirumah, hal ini didukung dengan mudahnya mengakses video-video tutorial melalui internet yang sangat membantu mereka. Tetapi ternyata jika tidak dilakukan dengan tepat gerakan workout yang salah dan tanpa pemanasan yang cukup justru akan menimbulkan masalah baru yaitu cedera dari yang ringan hingga serius. 

Nah berikut ini beberapa tips aman melakukan workout di rumah agar tidak cedera:

1. Siapkan ruang latihan yang aman dan nyaman

Banyak gerakan workout yang bisa kita lakukan dirumah, seperti yoga atau aerobik. Namun ada baiknya sebelum memulai sesi latihan kita menyiapkan tempat yang aman dan kondusif sesuai dengan jenis workout yang dilakukan. Hal ini bertujuan agar terhindar dari kecelakaan saat melakukan sesi latihan seperti terpeleset, tersandung, jatuh atau terbentur benda sekitar terutama jika akan melakukan sesi workout yang memiliki banyak gerakan seperti aerobik. Selain itu menambahkan cermin besar atau merekam diri saat latihan juga sangat dianjurkan, hal ini bertujuan untuk memastikan bentuk atau postur tubuh yang tepat saat olahraga sehingga dapat terhindar dari cedera karena teknik latihan yang salah.

2. Menggunakan perlengkapan olahraga yang sesuai

Selain ruangan, perlengkapan olahraga seperti sepatu dan pakaian juga diperhatikan untuk mendukung fleksibilitas. Penggunaan perlengkapan yang tepat dengan jenis aktivitas fisik yang akan dilakukan memungkinkan kita bergerak lebih bebas. Hindari menggunakan kaos kaki, sandal jepit, sepatu rumah, atau alas kaki casual lainnya untuk berolahraga. Hal ini dikarenakan dapat meningkatkan risiko cedera, jatuh dan terpeleset. Bahkan beberapa ahli mengatakan lebih baik bertelanjang kaki daripada menggunakan alas kaki tersebut.

3. Jangan lupa selalu lakukan pemanasan dan pendinginan

Melakukan pemanasan dan pendinginan yang tepat adalah bagian penting saat olahraga. Pemanasan berguna untuk mempersiapkan jantung, paru-paru, dan otot sebelumnya serta dapat meningkatkan detak jantung, laju pernapasan, dan menyiapkan otot yang pada akhirnya memberi sinyal bahwa tubuh siap untuk beraktivitas.

Sedangkan pendinginan berfungsi untuk menormalkan kembali detak jantung dan pernapasan. Hal ini bisa dilakukan selama 3-10 menit yang mencakup peregangan dan variasi lembut serta lambat dari gerakan saat latihan. Pemanasan dan pendinginan ini dapat meminimalkan risiko cedera saat olahraga.

4. Menjaga kebutuhan cairan saat olahraga

Dikutip dari lama U.S News, minum air sebelum, selama dan setelah olahraga dapat menghindari kelelahan, bahkan masalah kognitif. Dehidrasi dapat menurunkan volume darah yang menyebabkan jantung bekerja lebih keras mengedarkan darah dalam tubuh. Penurunan ini dapat menyebabkan kram otot, pusing, dan kelelahan.

5. Menyeimbangkan latihan dan waktu pemulihan

Mengikuti kelas olahraga secara online tanpa pemandu, biasanya membuat waktu berolahraga “sesuka hati” melakukan berbagai macam latihan dan pengulangan. Hal tersebut justru akan menyebabkan cedera overtraining. Biasakan untuk mengatur waktu antara istirahat dan latihan, jika hari ini sudah melakukan olahraga yang cukup berat beri jeda sekitar 48 jam agar tubuh kita kembali pulih. Setiap orang mungkin memiliki periode berbeda untuk pemulihan. Pemanasan juga bisa menjadi pengukur untuk melihat apakah kondisi otot sudah pulih atau belum, jika masih terasa sakit cobalah untuk melakukan latihan lain.



 

 

 

Sumber :

 

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Perbedaan Tifus dan DBD

6 Perbedaan Tifus dan DBD

Tifus dan Demam Berdarah Dengue (DBD) pada dasarnya memiliki gejala khas yang sama, yaitu demam tinggi hingga lebih dari 37,2 derajat Celcius selama berhari-hari. Hal

Read More »
Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Mitos dan Fakta Tentang Stroke

Stroke merupakan bagian dari penyakit kardiovaskular yang digolongkan ke dalam penyakit katastropik karena mempunyai dampak luas secara ekonomi dan sosial. Hingga saat ini stroke masih

Read More »