5 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

5 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

Puasa adalah ibadah wajib bagi seluruh umat muslim di Bulan Ramadhan. Berpuasa berarti mengharuskan seseorang memindahkan jam makan dan tidak mendapat asupan selama belasan jam kemudian. Namun dengan kondisi demikian ternyata puasa juga bisa mendatangkan masalah bagi seseorang yang memang memiliki gangguan kesehatan tertentu.

Dalam islam sendiri puasa memang terbilang wajib bagi mereka yang mampu menjalankan, namun jika mempunyai masalah kesehatan tertentu diperbolehkan untuk tidak berpuasa, salah satunya jika mengidap penyakit kronis dan/atau diabetes.

Bagi penderita diabetes sangat tidak disarankan untuk menjalankan puasa dengan sembarangan. Dikutip dari laman National Institutes of Health (NIH) risiko paling cepat dialami oleh penderita diabetes ketika melakukan puasa adalah hipoglikemia atau penurunan kadar gula darah secara drastis yang bisa menyebabkan pasien gemetar, pingsan atau bahkan koma. Selain itu ketika waktu berbuka puasa, pasien diabetes juga bisa mengalami lonjakan gula darah yang terlalu tinggi atau hiperglikemia karena tidak adanya pembatasan makanan setelah menahan lapar hampir 13 jam.

Resiko lain yang bisa terjadi adalah tidak tercukupinya asupan energi bagi pasien diabetes, yang dapat mengakibatkan efek samping seperti pusing, mual, insomnia, jatuh, migrain/sakit kepala, kelemahan yang membatasi aktivitas sehari-hari dan rasa lapar yang berlebihan.

Namun tidak selamanya berpuasa bagi penderita diabetes benar-benar dilarang, ada hal-hal yang harus mereka lakukan agar tetap menjalankan puasa tanpa memperparah keadaannya.

Berikut ulasan beberapa tips yang bisa dilakukan penderita diabetes yang tetap ingin berpuasa saat Ramadhan:

1. Konsultasi ke dokter atau praktisi kesehatan

Hal ini diperlukan untuk melakukan cek kadar gula darah, jika hasil gula darah kurang dari 70 mg/dL (hipoglikemia) dan lebih dari 300 mg/dL (hiperglikemia) maka puasa sebaiknya dibatalkan. Setelah mendapatkan hasil, dokter membantu pasien untuk pengaturan makan, pemberian obat, dan mengingatkan pasien untuk rutin cek gula darah secara mandiri. Biasanya pasien juga akan diminta untuk peka terhadap gejala seperti pusing, sakit kepala, rasa lapar berlebih, berkeringat, dan sulit berkonsentrasi untuk hipoglikemia. Perhatikan pula gejala rasa haus berlebihan, sering buang air kecil dan penglihatan buram untuk hiperglikemia.

2. Pastikan tubuh tetap terhidrasi

Pemenuhan asupan cairan sangat dianjurkan bagi penderita diabetes, walaupun sulit dilakukan selama bulan puasa namun hal ini harus tetap dipantau. Seseorang dengan diabetes akan berisiko lebih tinggi mengalami dehidrasi, hal ini dikarenakan saat kadar gula darah tinggi timbul haus dan sering buang air kecil. Saat berbuka, minum segelas air mineral atau jus buah untuk menaikkan kadar gula darah. Satu gelas tambahan diminum kembali setelah hidangan berbuka. Asupan cairan pada malam hari bisa dipenuhi dengan empat gelas air mineral. Satu gelas sebelum makan malam, dua gelas setelah makan, dan satu gelas jelang tidur. Sementara saat sahur, sebaiknya minum dua gelas air mineral. Jika ditotal, cairan yang masuk ke tubuh saat bulan puasa mencapai dua liter per hari.

3. Perhatikan jumlah makanan/minuman yang dikonsumsi

Pasien diabetes sebenarnya dapat mengkonsumsi apapun, namun tetap perlu diperhatikan jumlahnya. Misalnya saat mengkonsumsi kurma, meski manis buah yang sangat dianjurkan dimakan saat buka puasa ini memiliki indeks glikemik rendah sehingga aman untuk pasien diabetes. Konsumsi kurma sebaiknya dibatasi 1-2 butir atau tiga butir jika kurma berukuran kecil. Jumlah ini dirasa sudah cukup untuk menaikkan kadar gula darah setelah 13-14 jam berpuasa.

4. Perhatikan kategori penderita diabetes yang dianjurkan tidak berpuasa

Tidak semua pasien diabetes diperbolehkan untuk berpuasa, misalnya saja pasien dengan hipoglikemia berulang dan mengalami komplikasi akut dalam tiga bulan terakhir. Selain itu juga pasien pengidap diabetes-1 dengan gula darah tidak terkontrol. Orang dengan diabetes memiliki respons insulin yang tak sebaik orang normal. Saat tubuh mencerna makanan, insulin akan keluar untuk mengangkut gula ke dalam sel untuk proses metabolisme. Jika tetap berpuasa, insulin tidak akan efektif lalu kadar gula semakin tidak terkontrol sehingga dapat menarik cairan. Kondisi sedemikian rupa akan berujung dehidrasi, jika dibiarkan seseorang bisa tak sadarkan diri.

5. Tetap kontrol kadar gula darah selama puasa

Hal berbahaya yang bisa terjadi saat berpuasa adalah lonjakan dan penurunan gula darah secara drastis serta dehidrasi. Pastikan kita memahami tanda-tanda tersebut, untuk itu penting selalu mengontrol gula darah selama berpuasa



 

 

 

 

 

Sumber:

 

 

Share on facebook
Share on twitter
Share on linkedin

Terkait

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

6 Tanda Tubuh Kurang Nutrisi

Kegiatan padat yang dilakukan sehari-hari terkadang tanpa sadar menguras banyak energi dalam tubuh dan tidak jarang membuat kita kelelahan hingga mengalami gejala penurunan kesehatan. Banyak

Read More »