You are currently viewing 4 Jenis Obat Maag di Apotek

4 Jenis Obat Maag di Apotek

Sakit maag merupakan penyakit yang umum dirasakan oleh banyak orang dan biasanya bersifat ringan. Tidak sedikit orang bisa mengalaminya setiap hari, tergantung dari penyebab yang menyertainya. Pada dasarnya sakit maag atau dispepsia adalah rasa tidak nyaman di perut, seperti terasa penuh, timbul rasa panas pada perut bagian atas dan tidak jarang disertai dengan kembung. Sakit maag dapat menyerang semua orang dari segala usia dan jenis kelamin. Namun, ada beberapa faktor yang meningkatkan resiko nya.

Faktor Resiko Sakit Maag

  1. Infeksi bakteri helicobacter pylori
  2. Masalah psikologi, seperti kecemasan atau depresi
  3. Terlalu banyak makan
  4. Kelebihan berat badan
  5. Efek samping penggunaan obat
  6. Makan terlalu cepat atau banyak mengonsumsi makanan berminyak, berlemak dan pedas.
  7. Mengonsumsi minuman berkafein dan soda terlalu banyak

Jenis Obat Maag dan Aturan Pakainya

Pemilihan obat sakit maag perlu disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Gejala sakit maag ringan biasanya dapat mereda dengan sendirinya, namun untuk gejala yang semakin memberat terdapat beberapa pilihan obat yang bisa sahabat kaef gunakan, diantaranya:

Antasida

Antasida merupakan obat bebas yang membantu menetralkan asam lambung. Obat ini dapat membantu mengatasi, refluks asam seperti rasa pahit, nyeri saat berbaring, mulas atau sensasi terbakar di dada atau tenggorokan dan gangguan pencernaan seperti kembung.

Sebelum mengonsumsi antasida sebagai obat sakit maag, ada baiknya sahabat kaef membaca aturan pakainya. Untuk produk antasida yang mengandung 200 mg aluminium hidroksida dan 200 mg magnesium hidroksida berbentuk tablet kunyah, bisa dikonsumsi 1-2 tablet, 3-4 kali sehari. Sedangkan untuk produk antasida yang mengandung 500 mg natrium bikarbonat dosisnya adalah 1-2 tablet, 4-6 kali sehari, maksimal 10 tablet.

Untuk obat antasida yang berbentuk suspensi, aturan pakainya 1-2 sendok takar, 3-4 kali sehari. Atau sesuai dengan petunjuk dokter. Meskipun jarang, namun pada beberapa kasus antasida dapat menimbulkan efek samping seperti perut terasa kembung, diare, dan mual jika digunakan melebihi dosis yang dianjurkan.

Contoh produk:

Magasida Tablet

Magasida merupakan obat untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, seperti mual, nyeri ulu hati dan kembung hingga perasaan penuh pada lambung.

Antasida Doen

Antasida Doen merupakan obat sakit maag dengan kandungan Aluminium Hydroxide dan Magnesium Hydroxide untuk menetralkan asam lambung, nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Mylanta Sirup

Mylanta sirup merupakan obat maag dengan kandungan Aluminium Hydroxide, Magnesium Hydroxide dan Simetikon yang membantu mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung seperti mual dan nyeri lambung.

Polysilane Suspensi

Polysilane Suspensi merupakan obat maag dengan kandungan Dimetilpolisiloksan, Aluminium hidroksida, dan Magnesium hidroksida untuk mengurangi gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung dengan gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, kembung dan perasaan penuh pada lambung.

Plantacid

Plantacid merupakan obat yang mengandung Alumunium Hydroxide, Magnesium Hydroxide dan Simethicone. Digunakan untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung dengan gejala seperti mual dan kembung.

Sukralfat

Sukralfat merupakan obat untuk mengatasi tukak asam lambung, ulkus duodenum atau gastritis kronis. Meskipun saat ini sukralfat dapat kita temukan hampir di seluruh apotek, namun ternyata penggunaannya harus dengan pengawasan dokter. Sukralfat bekerja dengan cara menempel di bagian lambung yang terluka guna mencegah luka menjadi semakin parah dan membantu penyembuhan luka lebih cepat.

Ikuti anjuran dokter sebelum menggunakan sukralfat dan tidak dianjurkan untuk menambah atau mengurangi dosis tanpa berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Aturan pakai sukralfat sebaiknya dikonsumsi dalam keadaan perut kosong, 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Jika sukralfat berbentuk suspensi, kocok botol sebelum diminum agar seluruh sediaan tercampur sempurna.

Beberapa efek samping seperti konstipasi atau diare, mulut kering, sakit perut, mual, muntah, pusing hingga sakit kepala mungkin terjadi apabila penggunaan sukralfat tidak mengikuti dosis yang dianjurkan oleh dokter.

Contoh produk:

  • Episan
  • Propepsa
  • Inpepsa
  • Ulsafate
  • Nucral

Proton pump inhibitor (PPls)

Proton pump inhibitor (PPls) atau penghambat pompa proton merupakan golongan obat yang bekerja dengan cara menghambat enzim khusus yang ada di dinding lambung, sehingga produksi asam lambung dapat berkurang. Hal ini juga akan mencegah terbentuknya luka dan membantu penyembuhan luka pada lambung.

Aturan pakai obat ini harus mengikuti resep atau rekomendasi dokter, karena penggunaan obat ini biasanya disesuaikan dengan kondisi keparahan masing-masing orang.

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan golongan obat ini adalah, sakit kepala, demam, muntah atau mual, diare atau konstipasi, sakit perut atau perut kembung, dan perubahan indera perasa.

Contoh produk:

  • Omeprazol
  • Lansoprazol
  • Rabeprazol
  • Pantoprazol
  • Esomeprazol

Obat antagonis H2

Antagonis H2 semua antagonis reseptor-H2 mengatasi tukak lambung dan duodenum dengan cara mengurangi sekresi asam lambung sebagai akibat penghambatan reseptor histamin-H2. Obat ini dapat juga digunakan untuk mengatasi gejala refluks gastroesofagus (GERD). Meskipun antagonis reseptor-H2 dosis tinggi dapat digunakan untuk mengatasi sindrom Zollinger-Ellison, namun penggunaan penghambat pompa proton lebih dipilih. 

Aturan pakai obat ini harus mengikuti resep atau rekomendasi dokter, karena penggunaan obat ini biasanya disesuaikan dengan kondisi keparahan masing-masing orang.

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan golongan obat ini adalah diare dan gangguan saluran cerna lainnya, sakit kepala, pusing, ruam dan rasa letih.

Contoh produk:

  • Cimetidine
  • Famotidine
  • Nizatidine
  • Ranitidin

Sumber: