Waspada! Dada Terasa Nyeri Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Waspada! Dada Terasa Nyeri Bisa Jadi Tanda Penyakit Serius

Mungkin banyak orang yang sering merasakan nyeri dada setiap harinya, baik saat bangun tidur hingga pada kondisi kelelahan. Bagi sebagian orang terutama yang tidak merasa memiliki riwayat penyakit berbahaya akan menganggap hal itu normal terjadi atau hanya karena faktor kelelahan. Pada kenyataannya, nyeri di area dada harus diwaspadai karena hal tersebut dapat menjadi pertanda masalah kesehatan yang serius, misalnya serangan jantung ataupun emboli paru. 

Nyeri pada bagian dada harus selalu diwaspadai dan keadaan yang seperti ini tidak dapat didiagnosis sendiri, agar tidak menimbulkan dampak berbahaya bagi tubuh.

Seperti dikutip dari laman Healthline, berikut penyebab nyeri dada yang berhubungan dengan berbagai penyakit serius:

1. Berhubungan dengan jantung

Nyeri dada yang berhubungan dengan jantung, seringkali disertai dengan sesak napas atau kesulitan bernapas lainnya mungkin juga terjadi hingga jantung berdebar-debar kencang. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Angina

Nyeri dada yang terkait dengan angina, digambarkan sebagai perasaan tertekan di area dada, atau perasaan seperti jantung diremas bisa juga menimbulkan rasa sakit di tempat lain di bagian tubuh hingga pusing.
Angina mengacu pada jenis nyeri dada yang terjadi saat darah masih mengalir ke otot jantung, tetapi suplai darah berkurang secara drastis.

    • Serangan jantung

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan jantung: sensasi menusuk yang tajam, atau mungkin tampak lebih seperti sesak atau tertekan di area dada. Gejala lain yang menyertai dapat berupa, keringat dingin, pusing, mual, denyut nadi cepat atau tidak teratur hingga mati rasa di lengan dan tangan.
Serangan jantung terjadi ketika ada penyumbatan dalam satu atau lebih dari arteri yang memasok darah ke otot jantung. Ketika ada otot dalam tubuh yang kekurangan darah yang kaya oksigen, hal itu dapat menyebabkan rasa sakit yang luar biasa.

    • Miokarditis

Nyeri dada yang berhubungan dengan miokarditis: nyeri ringan atau perasaan dada tertekan, sesak napas, hingga bengkak di kaki.
Dalam beberapa kasus, nyeri dada yang berhubungan dengan jantung disebabkan oleh peradangan otot jantung yang paling sering disebabkan oleh infeksi virus atau miokarditis.

    • Perikarditis

Peradangan di kantong yang mengelilingi jantung hal inilah yang menyebabkan rasa nyeri di dada yang memburuk saat mengambil nafas ataupun berbaring.

    • Diseksi atau ruptur aorta

Kondisi ini dapat mengancam keselamatan jiwa dan ditandai dengan munculnya rasa nyeri pada dada. Ini terjadi saat lapisan dalam aorta (arteri utama dari hati) berpisah dan menyebabkan aorta robek.

2. Penyebab Pernapasan

Sebagian besar nyeri dada pada pernafasan disebabkan oleh cedera pada paru-paru, atau masalah di dalam saluran udara yang menuju dan datang ke paru-paru. Nyeri dada yang terkait dengan gangguan pernafasan mungkin terasa seperti serangan jantung. Biasanya rasa sakit akan meningkat pada saat aktivitas tinggi dan berkurang dengan istirahat. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Pneumonia

Nyeri dada yang berhubungan dengan pneumonia: nyeri tajam atau menusuk yang meningkat saat menarik nafas.
Pneumonia bukanlah penyakit yang berdiri sendiri, tetapi merupakan komplikasi dari flu atau infeksi saluran pernafasan lainnya.

    • Asma

Nyeri dada yang yang berhubungan dengan asma: rasa sesak di dada.
Asma adalah kondisi yang menyebabkan radang saluran udara sehingga menghasilkan banyak lendir. Gejala utama asma termasuk mengi dan kesulitan bernafas jika kambuh.

    • Penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Nyeri dada yang berhubungan dengan PPOK: sesak di dada, seringkali lebih buruk saat beraktivitas.
PPOK mengacu pada beberapa kondisi berbeda di mana saluran udara yang meradang, membatasi aliran udara masuk dan keluar dari paru-paru.

    • Pleurisy

Nyeri dada yang berhubungan dengan radang selaput pleura: nyeri dada tajam yang memburuk dengan pernafasan atau batuk.
Pleura adalah selaput yang mencakup jaringan yang melapisi dinding bagian dalam rongga dada dan lapisan jaringan yang mengelilingi paru-paru, ketika pleura menjadi meradang kondisi itulah yang disebut dengan radang selaput pleura.

    • Kanker paru-paru

Nyeri dada yang terkait dengan kanker paru-paru: nyeri dada yang tidak dapat dijelaskan, termasuk nyeri yang tidak terkait dengan batuk.
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di paru-paru yang mengganggu fungsi paru-paru sehat. Gejala lain yang harus diwaspadai antara lain; batuk yang menghasilkan dahak, sesak nafas, nyeri dada yang tidak terkait dengan batuk yang mungkin juga meluas ke punggung atau bahu, dan nyeri dada yang memburuk saat menarik nafas dalam-dalam, tertawa atau batuk.

3. Penyebab pencernaan 

Sebagian besar penyebab nyeri dada pada akibat pencernaan terkait dengan masalah pada kerongkongan. Kerongkongan adalah saluran membawa makanan dan cairan ke tenggorokan yang masuk ke perut. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Penyakit gastroesophageal reflux (GERD)

Nyeri dada yang berhubungan dengan GERD: Sensasi terbakar.
Refluks asam adalah kondisi umum yang terjadi ketika asam lambung bergerak kembali ke kerongkongan dan mengiritasi lapisan kerongkongan. GERD adalah bentuk kondisi ini yang lebih serius dan terus-menerus. Nyeri dada yang diakibatkannya dikenal dengan istilah yang lebih umum: mulas, hal itu dikarenakan timbulnya sensasi terbakar di dada dan menjadi lebih buruk saat berbaring.

    • Esofagitis

Nyeri dada yang berhubungan dengan esofagitis: sensasi terbakar dan ketidaknyamanan saat menelan.
Esofagitis adalah peradangan jaringan di kerongkongan hal ini dapat disebabkan oleh GERD atau kondisi lain, seperti alergi atau infeksi. Esofagitis dapat menyebabkan nyeri dan sulit menelan, selain itu juga menyebabkan nyeri dada. Dalam banyak kasus, rasa sakitnya seperti mulas disebabkan oleh GERD.

    • Batu empedu

Nyeri dada yang berhubungan dengan batu empedu: nyeri hebat yang menjalar dari perut bagian atas ke area dada.
Batu empedu adalah kelompok kecil kolesterol atau bilirubin yang mengeras. Rasa sakit pada perut bagian atas dan mungkin menjalar ke dada akan muncul ketika batu empedu menyumbat saluran empedu, biasanya berkembang setelah makan besar.

    • Pankreatitis

Nyeri dada yang berhubungan dengan pankreatitis: nyeri yang menjalar dari perut bagian atas ke dada dan punggung.
Pankreatitis bisa akut atau kronis. Pankreatitis akut terjadi secara tiba-tiba, tetapi bersifat sementara sedangkan kronis adalah kondisi seumur hidup yang dapat menyebabkan kerusakan permanen pada pankreas.

4. Penyebab terkait kesehatan mental

Nyeri dada terkait kesehatan mental mungkin terasa mirip dengan serangan jantung, dengan rasa seperti berdebar-debar dan sesak nafas. Penyakit yang mungkin terjadi diantaranya:

    • Serangan kecemasan

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan kecemasan: nyeri menusuk atau seperti jarum, biasanya terasa di tengah dada. Gejala fisik lain seperti; mual, berkeringat, palpitasi jantung, pusing, kesulitan bernafas, hingga sakit dada.

    • Serangan panik

Nyeri dada yang berhubungan dengan serangan panik: nyeri menusuk, biasanya disertai sesak nafas dan jantung berdebar kencang.
Tidak seperti serangan kecemasan, serangan panik dapat terjadi tanpa pemicu yang jelas. Gejala lain seperti; sakit dada, sesak nafas, jantung berdebar kencang hingga pusing

5. Penyebab lainnya

    • Ketegangan otot

Nyeri dada yang berhubungan dengan ketegangan otot: rasa kaku di dada, biasanya semakin parah dengan pergerakan otot. Namun ketegangan otot dada bukanlah keadaan darurat medis, jika rasa sakit tidak kunjung membaik dengan istirahat, temui dokter untuk memastikan tidak ada penyebab ketidaknyamanan lain.

    • Fibromyalgia

Nyeri dada yang berhubungan dengan fibromyalgia: nyeri tumpul yang dapat berlangsung selama berbulan-bulan, sering kali disertai nyeri otot sendi di bagian tubuh lain.

    • Tulang rusuk yang terluka

Nyeri dada yang berhubungan dengan cedera tulang rusuk: nyeri hebat saat bernafas, menggerakan tubuh bagian atas atau saat menyentuh area tersebut. Tulang rusuk yang patah atau memar dapat menyebabkan nyeri dada yang parah.



 

 

 

 

 

Sumber: