You are currently viewing 10 Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan Yang Harus Diwaspadai

10 Bahaya Junk Food Bagi Kesehatan Yang Harus Diwaspadai

Junk Food menjadi makanan yang sangat digemari oleh sebagian orang, seperti anak-anak hingga dewasa sekalipun. Bentuk makanan junk food kebanyakan memang sangat menggugah selera dan meningkatkan nafsu makan bagi penikmatnya.

Istilah junk food adalah makanan yang diolah dan disajikan secara instan. Kecepatan inilah yang menjadi alasan sebagian orang memilih untuk mengkonsumsi junk food. Apalagi bagi orang-orang yang memiliki waktu sedikit hanya untuk sekedar makan. junk food menjadi pilihan mereka.

Siapa yang tidak tergoda dengan gurihnya kentang goreng, lezatnya hamburger dan nikmatnya pizza. Godaan ini menjadikan orang-orang tidak sadar sudah mengkonsumsi dalam jumlah yang tentunya tidak sedikit.

Namun, hal ini harus segera dibatasi secepatnya. Mengapa? Kandungan yang terdapat dalam junk food minim akan gizi dan tinggi lemak jenuh, gula, sodium yang terdapat pada bumbu makanan tersebut.

Maka dari itu, jika tetap mengkonsumsi makanan ini terus menerus akan berdampak pada kesehatan tubuh jangka pendek maupun jangka panjang.

Dampak Makanan junk food bagi Tubuh 

Berikut 10 dampak dari konsumsi junk food berlebihan beserta penjelasannya yang harus diketahui:

  1. Menaikkan berat badan

Kandungan kalori dan lemak pada junk food dinilai cukup tinggi. Konsumsi junk food dalam jumlah banyak dapat meningkatkan berat badan secara cepat sehingga menyebabkan perut buncit dan obesitas.

Kandungan lemak tinggi yang menimbun di dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit kolesterol.

  1. Resiko gangguan pencernaan

Jumlah kalori pada junk food ternyata lebih banyak dibandingkan dengan nutrisinya. Resiko gangguan pencernaan pun tidak dapat dihindarkan bagi para penikmat junk food, seperti iritasi pada usus dan gastroesophageal reflux (GERD).

Terlebih pada junk food yang digoreng, minyak yang terkandung dalam makanan tersebut akan tertimbun di lapisan perut sehingga produksi asam pada tubuh akan meningkat. Kurangnya serat pada makanan ini juga dapat menjadi pemicu masalah pencernaan, seperti wasir dan sembelit.

  1. Resiko gangguan pernapasan

Kandungan kalori berlebih pada junk food dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara drastis. Jika angka berat badan berada di atas normal maka tubuh akan mengalami sesak napas dan beresiko terhadap penyakit asma. 

Sesak nafas timbul akibat dari tekanan jantung dan paru-paru. Rasa sesak ini dapat dirasakan saat berjalan, berolahraga, naik turun tangga dan melakukan gerakan aktivitas cukup berat lainnya.

  1. Meningkatkan tekanan darah dan gula darah

Peningkatan tekanan darah dalam tubuh diakibatkan banyaknya garam dan minyak yang terkandung dalam junk food. Selain itu, juga akan terjadinya penumpukan plak pada pembuluh darah arteri (aterosklerosis).

Bukan hanya tinggi kalori, nilai gizi seperti zat karbohidrat lebih tinggi dibandingkan dengan serat. Tubuh sangat mudah mencerna karbohidrat menjadi glukosa sehingga gula darah pun akan meningkat.

Jika hal ini menjadi kebiasaan terus menerus, maka kerja insulin dalam tubuh akan terganggu. Kerja insulin yang terganggu akan meningkatkan gula darah tubuh yang beresiko terhadap penyakit obesitas dan diabetes tipe 2.

  1. Pengeroposan tulang dan gigi

Karbohidrat dan gula yang terkandung pada junk food meningkatkan keasaman mulut. Mulut yang terlalu asam dapat menyebabkan enamel (lapisan pelindung) gigi pecah. Hilangnya enamel gigi dapat menjadi sarang bakteri untuk menetap dan membuat gigi berlubang.

Selain itu, kegemukan yang merupakan dampak dari makanan junk food akan mengurangi kepadatan tulang dan tulang akan mudah rapuh. Tulang yang rapuh tidak dapat menahan beban tubuh dari batas normal sehingga berisiko jatuh dan mengalami patah tulang.

  1. Merusak fungsi hati dan otak

Sama halnya dengan pecandu alkohol, konsumsi junk food yang berlebihan dapat memberikan efek buruk pada organ hati. Berdasarkan sebuah studi, penikmat junk food yang jarang berolahraga akan mengalami perubahan enzim hati dalam empat minggu.

Perubahan enzim hati ini terjadi karena lemak trans yang mengendap pada junk food sehingga organ hati akan mengalami disfungsi.

  1. Resiko penyakit jantung

Kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida yang disebabkan lemak jenuh dan lemak trans yang terkandung pada junk food dapat mengakibatkan pembentukan plak dan penyakit jantung. Tubuh juga akan mengakumulasikan lemak dari junk food sehingga kenaikan berat badan pun tidak dapat dihindari dan meningkatkan resiko serangan jantung.

Kolesterol jahat yang menempel pada dinding arteri diakibatkan karena peradangan dari gula darah tinggi. Sehingga aliran darah ke jantung akan terhalangi menyebabkan serangan jantung yang dapat terjadi kapan saja.

Tubuh juga akan mengakumulasikan lemak dari junk food sehingga kenaikan berat badan pun tidak dapat dihindari dan meningkatkan resiko serangan jantung.

  1. Resiko penyakit ginjal

Ketika lidah sudah dimanjakan dengan rasa kentang goreng yang nikmat, keripik yang gurih, tanpa disadari bahwa makanan tersebut mengandung garam halus yang mampu meningkatkan air liur dan sekresi enzim. Hal ini menyebabkan rasa ketagihan untuk terus menerus menghabiskan makanan tersebut.

Kandungan lainnya seperti lemak jahat dan natrium dapat menyebabkan terjadinya hipertensi dikarenakan hilangnya keseimbangan sodium-potasium dalam tubuh. Sehingga fungsi ginjal sebagai penyaring racun tubuh akan terganggu.

  1. Resiko kanker

Kandungan serat yang minim menjadi faktor utama mengapa junk food sangat berkaitan dengan resiko kanker pada sistem pencernaan. 

Studi dalam European Journal of Cancer Prevention menyatakan bahwa makanan junk food yang dikonsumsi terlalu banyak dengan kandungan gula dan lemak yang tinggi dapat meningkatkan resiko terkena kanker kolorektal. 

Studi lainnya yaitu Fred Hutchinson Cancer Research Center di Seattle menyatakan bahwa pria yang gemar mengkonsumsi makanan digoreng lebih dari dua kali dalam sebulan dapat meningkatkan resiko terkena kanker prostat.

  1. Depresi

Dampak makanan junk food bukan hanya pada kesehatan fisik dan organ dalam, konsumsi junk food juga berpengaruh pada perubahan hormonal. Para remaja akan rentan mengalami perubahan suasana hati dan perilaku. Hal ini dikarenakan kurangnya nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh sebesar 58%.

Kandungan pada junk food seperti garam, MSG, daging olahan, dan nitrat dapat meningkatkan terjadinya sakit kepala. Studi dalam Jurnal Gizi Kesehatan Masyarakat menyatakan bahwa makanan yang diolah dengan cara dipanggang, seperti kue, donat, croissant, dan makanan cepat saji seperti hamburger, kentang goreng, pizza berkaitan dengan depresi.

Hindari dari sekarang!

Penyesalan memang selalu datang di akhir. Itulah kalimat yang selalu dikatakan dan terdengar ketika seseorang menyesali perbuatan dan kebiasaan mereka di masa lampau. Maka dari itu, setelah Sahabat Kaef mengetahui dampak yang ditimbulkan dari konsumsi junk food, cobalah untuk menguranginya sedikit demi sedikit dari sekarang.

Meski terkadang masih tetap mengkonsumsi junk food, Sahabat Kaef bisa lebih cermat dalam memilih junk food yang akan dimakan. Cari tahu dan cek terlebih dahulu jumlah kalori yang dihasilkan dari makanan tersebut, kandungan lemak dan juga garamnya.

Beberapa restoran cepat saji saat ini sudah menyajikan menu junk food dalam paket dengan berbagai ukuran porsi dan bisa memilih untuk membeli paket dengan ukuran kecil agar tidak mengkonsumsi junk food secara berlebihan.

Jika masih mengkonsumsi junk food meskipun tidak sering, rutinlah berolahraga, makan – makanan bergizi & mengkonsumsi multivitamin agar tidak sampai mengalami penyakit akibat mengkonsumsi Junk Food.  

Jika ingin membeli multivitamin, bisa melakukan nya melalui aplikasi Kimia Farma Mobile. Download aplikasi nya di Google Play Store atau Apps Store sekarang juga !

Sumber :

https://www.dinkes.jogjaprov.go.id/berita/detail/junk-food-makanan-cepat-saji-diabetes-pencernaan-depresi-obesitas-kegemukan-jantung-junk-food-is-not-good

https://www.healthline.com/health/fast-food-effects-on-body#skeletal-system

https://www.merdeka.com/jatim/8-bahaya-konsumsi-junk-food-bagi-kesehatan-tubuh-picu-penyakit-mematikan-kln.html